Di artikel ini saya ingin meluruskan kesalahpahaman atas komentar dari rekan @boni dan @penghibur tentang ketidaksetujuan saya jika saya dipoligami. Jika disebut Islam Liberal, mungkin itulah sebutan yang pantas buat saya. Saya memang tidak ingin dipoligami apapun alasannya, dan komentar ini hanyalah hak pendapat saya secara pribadi. Saya tidak memaksakan atau melarang muslim manapun untuk melakukan poligami.

Kalau merasa sanggup menjalankan poligami, ya saya persilahkan. Tapi….???? Saya tidak mau ikut di poligami karena dari hati nurani saya secara pribadi bukan universal dan bukan untuk dipaksakan.

Saya juga tidak setuju kalau poligami dianggap ajaran syaitan di blog jelasnggak. Karena nabi-nabi yang dulu yang sama-sama dikenal dalam agama Islam dan Kristen juga banyak yang berpoligami, seperti nabi Ibrahim (Abraham), Sulaiman (Salomo), Daud, dll.

Isi komentar saya tentang poligami adalah berasal dari hati nurani saya yang paling dalam bukan bermaksud menyerang Islam dari dalam. Lagipula tidak semua penganut Islam melakukan poligami. Poligami memang ada dalam ajaran Islam, tapi itu bukan kewajiban dan sudah dijelaskan @Abdul di sini. Saya juga sependapat dengan @Abdul, namun banyak juga Muslim yang menganggap meminta ijin pada istri bukan kewajiban, sehingga banyak yang melakukan nikah siri tanpa sepengetahuan istrinya.

Saya jarang menemukan seorang pria berpoligami bukan karena nafsu, seperti misalnya memilih istri seorang nenek berusia 50 tahun ke atas.

Kepada rekan-rekan Muslim, harap jangan terpancing dengan jelasnggak. Saya tidak ada konspirasi apapun dengan jelasnggak, saya tetaplah di pihak kalian. Hanya saja dalam beberapa hal kita mungkin berbeda pendapat. Tidak jarang kalau sesama Muslim saling berbeda pendapat dan hal itu wajar menurut saya dan itupun tidak bisa dipaksakan.

Silahkan memberi komentar tentang poligami disini, saya tidak akan banyak berkomen untuk menghindari fitnah.

About these ads