TEKS IBRANI
Cairo Codex (895 M.) ditempatkan di British Museum. Kodeks itu dihasilkan oleh keluarga Massoret Musa ben Asher. Kodeks ini berisi kitab nabi-nabi akhir dan nabi-nabi terdahulu.
Codex of the Prophets of Leningrad (916 M.) berisi kitab Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan dua belas nabi kecil.
Naskah Perjanjian Lama terlengkap dan tertua adalah Codex Babylonicus Petropalitanus (1008 M.) yang disimpan di Leningrad. Naskah itu disiapkan berdasarkan teks Rabbi Harun ben Moses ben Asher sebelum tahun 1000 M. yang telah dikoreksi
Aleppo Codex (900+ M.) adalah sebuah naskah yang sangat berharga. Kodeks ini pernah dianggap telah hilang pada suatu saat, tetapi pada tahun 1958 ditemukan kembali. Naskah itu mengalami kerusakan.
British Museum Codex (950 M.) berisi sebagian kitab Kejadian sampai dengan Ulangan.
Reuchlin Codex of the Prophets (1105 M.). Penyiapan teks ini dilakukan oleh Massoret ben Naphtali.
KESAKSIAN GULUNGAN LAUT MATI
ATAS KEJUJURAN KITAB SUCI IBRANI
Pertanyaan besar itu pertama-tama diajukan oleh Sir Frederic Kenyon, “Apakah teks Ibrani, yang kita beri nama Massoretis dan yang telah kita tunjukkan bahwa teks ini berasal dari sebuah teks yang direkonstruksi sekitar tahun 100 M. itu, dengan setia mewakili Teks Ibrani asli yang ditulis oleh penulis-penulis kitab-kitab Perjanjian Lama?”
Gulungan Laut Mati memberikan kepada kita jawaban langsung dan positif.
Masalah yang ada sebelum penemuan Gulungan Laut Mati itu adalah, “Sampai di manakah tingkat ketepatan naskah-naskah yang kita miliki saat ini jika dibandingkan dengan teks asli yang ada pada abad pertama itu?” Karena teks itu telah disalin berulang kali, masih dapatkah kita percayai?
Apakah Gulungan Laut Mati itu?
Gulungan kitab itu terdiri dari sekitar 40,000 serpihan dengan tulisan di atas masing-masing. Berdasarkan serpihan-serpihan ini telah dihasilkan rekonstruksi lebih dari 500 kitab.
Ditemukan banyak buku dan serpihan di luar Alkitab yang memberikan titik-titik teerang tentang masyarakat Qumrabn yang demikian religius. Tulisan seperti “Dokumen-dokumen Zadok,” sebuah “Peraturan Masyarakat Qumran” dan “Buku Penuntun Ketertiban” menolong kita untuk memahami tujuan kehidupan sehari-hari masyarakat Qumran. Dalam pelbagai gua ditemukan sejumlah tafsiran Kitab Suci yang sangat bermanfaat.
Bagaimana Gulungan Laut Mati itu ditemukan?
Saya akan mengutip Ralph Earle yang memberikan jawaban sangat jelas dan padat terhadap pertanyaan tentang bagaimana Gulungan Kitab itu ditemukan:
“Kisah tentang penemuan ini adalah salah satu di antara kisah-kisah yang paling menarik tentang zaman moderen. Pada bulan Februari atau Maret 1947 seorang anak Badui yang pekerjaannya sebagai gembala bernama Muhammad sedang mencari seekor kambingnya yang hilang. Kakinya menyentuh batu yang kemudian terjatuh ke dalam lobang pada bukit karang yang ada di pantai barat Laut Mati, yang terletak sekitar delapan mil di selatan Yerikho. Ia terkejut karena sebagai akibatnya ia mendengar suara guci pecah. Sesudah memeriksanya, ia menemukan pemandangan yang menakjubkan. Pada lantai sebuah gua ada beberapa guci besar berisi gulungan kitab dari kulit, yang dibungkus kain lenan. Karena guci-guci itu ditutup dengan sangat hati-hati, maka gulungan-gulungan kitab itu terpelihara dalam keadaan yang sangat baik selama hampir 1,900 tahun. (Terbukti bahwa gulungan-gulungan kitab itu diletakkan di sana pada tahun 68 M.).
“Lima buah Gulungan Kitab yang ditemukan di dalam Gua Laut Mati I, sesuai dengan nama yang diberikan saat ini, dibeli oleh bisop agung Biara Ortodoks Syria di Yerusalem. Sementara itu, tiga gulungan kitab lainnya dibeli oleh Profesor Sukenik dari Universitas Ibrani di kota yang sama.
“Ketika gulungan kitab itu ditemukan pertama kali, tidak ada berita yang disiarkan tentang benda-benda itu. Pada bulan November 1947, dua hari sesudah Profesor Sukenik membeli tiga gulungan kitab itu serta dua guci dari gua itu, ia menulis dalam buku hariannya: ‘Mungkin saja ini adalah salah satu dari penemuan terbesar yang telah terjadi di Palestina, suatu penemuan yang tidak pernah terlalu kita harapkan.’ Namun, kata-kata yang berarti ini belum disebarluaskan kala itu.
“Untungnya, pada bulan Februari 1948, bisop agung yang tidak mampu membaca tulisan Ibrani itu, menelfon Sekolah Amerika untuk Penelitian Oriental di Yerusalem dan memberitahukan tentang gulungan kitab itu. Dalam rencana Allah yang baik, pimpinan sementara sekolah yang bertugas saat itu adalah cendekiawan muda yang bernama John Trever, yang juga adalah seorang fotografer amatir yang handal. Dengan usaha yang tidak mengenal lelah dan penuh penyerahan, ia memotret setiap kolom dalam gulungan besar kitab Yesaya, yang berukuran panjang 24 kaki dan tinggi 10 inci itu. Ia memproses sendiri lempengan negatifnya dan mengirimkan beberapa lembar di antara foto-foto yang dihasilkannya itu kepada Dr. W. F. Albright dari Universitas John Hopkins, yang dikenal luas sebagai pimpinan para arkeolog dalam bidang penelitian tentang peninggalan sejarah berdasarkan Alkitab. Ia menulis surat balasan yang juga dikirimnya dengan pos udara sebagai berikut: ‘Saya sampaikan ucapan selamat dari dalam lubuk hati saya atas penemuan naskah sebagai penemuan terbesar zaman moderen ini! . . . Suatu penemuan yang sungguh-sungguh menakjubkan! Dan dengan rasa gembira kita nyatakan bahwa tidak akan ada lagi sedikitpun keragu-raguan di dunia ini tentang keaslian naskah itu.’ Ia memberikan pandangannya bahwa naskah itu berasal dari sekitar tahun 100 S.M.”
Trever mengutip lebih lanjut pandangan-pandangan Albright: “Tidak ada lagi keragu-raguan di dalam pikiranku bahwa tulisan naskah-naskah itu lebih kuno dibandingkan papirus Nash . . . saya harus lebih menyukai tahun sekitar 100 S.M. . . .”
Nilai Gulungan-gulungan Kitab itu
Naskah-naskah Ibrani lengkap tertua yang kita miliki berasal dari tahun 900 M. dan sesudahnya. Bagaimana kita dapat memiliki kepastian bahwa penyalurannya dilakukan dengan tepat sejak zaman Kristus pada tahun 32 M. itu? Berkat arkeologi dan Gulungan Laut Mati, kita sekarang benar-benar mengetahuinya. Salah satu naskah yang ditemukan adalah sebuah naskah lengkap teks kitab Yesaya dalam bahasa Ibrani. Oleh para ahli paleografi ditetapkan bahwa naskah tersebut berasal dari sekitar tahun 125 S.M. Naskah ini berumur lebih tua 1,000 tahun lebih dibandingkan naskah lain yang manapun yang kita miliki sebelumnya.
Dampak penemuan ini berupa konfirmasi pada ketepatan gulungan kitab Yesaya (125 S.M.) pada saat dibandingkan dengan teks Massoretis kitab Yesaya (916 M.) dari masa 1,000 tahun kemudian. Ini menunjukkan ketepatan luar biasa yang dipertahankan para penyalin Kitab Suci selama lebih dari kurun waktu seribu tahun.
“Dari 166 kata dalam Yesaya 53, hanya ada tujuh belas huruf yang dipertanyakan. Sepuluh huruf di antaranya berhubungan hanya dengan masalah ejaan, yang tidak mempengaruhi arti teks itu. Empat huruf lagi adalah perubahan sedikit gaya penulisan, seperti kata depan. Sisanya yang tiga lagi membentuk kata ‘terang,’ yang ditambahkan pada ayat 11, dan tidak banyak mempengaruhi arti ayat itu. Selanjutnya, kata ini didukung oleh Septuaginta dan naskah IQ Is. Jadi, dalam sebuah bab yang ter5diri dari 166 kata, hanya ada sebuah kata (terdiri dari tiga huruf) yang dipertanyakan sesudah mengalami penyalinan selama seribu tahun – dan kata ini tidak memberikan perubahan berarti pada arti ayat yang memuatnya.”
F. F. Bruce mengatakan, “Sebuah gulungan kitab Yesaya yang tidak lengkap, yang ditemukan bersama-sama dengan naskah lain dalam gua Qumran pertama, dan dengan mudah dikenal sebagai ‘Yesaya B,’ bahkan memiliki persesuaian yang lebih dekat lagi dengan teks Massoretis.”
Gleason Archer menyatakan bahwa naskah-naskah Yesaya dari masyarakat Qumran itu “dibuktikan memiliki persamaan dengan teks Alkitab Ibrani baku kita kata per kata mencapai lebih dari 95 persen. Perbedaan yang 5 persen terutama terdiri dari kekeliruan yang nampak dengan jelas dalam menggoreskan alat tulis dan perbedaan dalam ejaan.”
Millar Burrows, yang dikutip oleh Geisler dan Nix, menyimpulkan: “Adalah suatu keajaiban bahwa teks yang melalui masa sekitar seribu tahun itu mengalami perubahan demikian kecil. Seperti yang telah saya katakan dalam artikel pertama saya tentang gulungan kitab itu, ‘Di sini terletak nilai terpentingnya, yang mendukung kesetiaan tradisi Massoretis.’ ”
Greatcom
Alkitab benar-benar terjaga, sejak mula sampai sekarang.
are you sure?
Oh. . . . .kok memuji? Katanya tadi artikel Fitri telah menjelekkan agama lain? Terus katamu Fitri ngadsense. Hayo?
@Triana,
Kayaknya Triana ini sama ngga nyambungnya sama Fitri. Saya tidak sedang memuji Fitri & Triana. Saya sedang memuji Alkitab, bahwa Alkitab itu terjaga sejak semula sampai sekarang.
Jadi jangan ke-GR-an ya? Malu-maluin saja. Hihihi…
Dan memang beberapa artikel Fitri isinya menjelekkan agama Kristen & Kristiani. Malah cenderung anti-Kristus. Terutama artikel2 kiriman temen Fitri.
Atau Anda akan menyangkal kenyataan ini?
Dan saya tidak pernah menuduh Fitri nge-adsense. Anda saja yang ngga mudhengan. Sebenarnya Anda dgn Fitri ini 1 orang atau memang benar kakak-adik?
Tolong tunjukkan kalau begitu artikel yang mana?
Dalam Halaman Penulis Artikel, Fitri sudah menjelaskan kalau dia enggak bertanggung jawab dengan isi artikel yang dikirim oleh teman-temannya. Jadi, dewasa dikit lah.
Dan disini Fitri enggak pasang adsense, jadi enggak perlu repot membantu ngadsense.
@Triana,
Hayah… Jadi semakin yakin kalau Fitri = Triana. Sama-sama ngga mudhengannya. Hihihi…
Begini ya, saya tidak pernah menuduh Fitri pasang adsense. Saya juga tidak pernah menyediakan diri untuk membantu adsense. Coba baca lagi komen saya terdahulu di blog JelasNggak. Mbacanya hati-hati saja. Kalau perlu diulang-ulang. Pokoknya sampe mudheng deh… Hihihi…
Mengenai artikel-nya Fitri, ini ada beberapa contoh:
« FOTO TERBARU YESUS DAN MARIA 2010
« KARIKATUR YESUS MEROKOK DAN MINUM BIR
« KISAH PENYALIBAN FERY KRISTUS
« ‘TUHAN’ YESUS VERSUS TUHANNYA YESUS
« REKLAME “MESUM” AYAH DAN BUNDA YESUS RAMAIKAN NATAL
« SYAHADAT YESUS KRISTUS: ISLAMI ATAUKAH KRISTIANI
Nampaknya masih banyak lagi. Silakan diteliti sendiri. Yang jelas, Fitri/Triani mau ngelesnya kayak apa, jelas-jelas bahwa banyak artikel di blog ini yang menjelekkan Kristus & Kristiani. Bahkan cenderung ke Anti-Kristus.
Fitri/Triani boleh saja berdalih kalau itu artikel orang lain, tapi pemuatannya di sini sudah jelas menggambarkan motivasi Fitri/Triani, yaitu Anti-Kristus & Kristiani. Anda telah menjadi kepanjangan tangan & moncong anti-Kristus.
GBU
Salah mas, saya bukan Fitri tapi memang ada hubungan dengan Fitri.
Mengenai artikel-artikel yang dipaparkan tersebut, pernah enggak mas terpikir bagaimana perasaan Umat Islam atas artikel-artikel yang dipasang di blog jelasnggak? Saya rasa itulah yang dialami Fitri sehingga menampilkan artikel-artikel tersebut.
Om Parhobas pernah bilang, janganlah kita mengartikan kitab suci agama lain sesuai pemikiran sendiri.
@Triani,
Kayaknya sudah ada titik terang.
Kalau boleh tahu, apa hubungan Anda dengan Fitri?
Dengan jawaban Anda ini, berarti Anda & Fitri mengakui bahwa blog ini pun menjelek-jelekkan Kristus & Kristiani. Bahkan cenderung ke Anti-Kristus. Jawaban tersebut sudah cukup bagi saya.
Kutipan Anda atas pernyataan Om Parhobas tidak nyambung & tidak bisa dijadikan pembelaan atas artikel2 di blog ini. Paham?
Pertanyaan saya belum dijawab tapi kenapa dianggap sebagai jawaban?
Mengenai artikel-artikel yang dipaparkan tersebut, pernah enggak mas terpikir bagaimana perasaan Umat Islam atas artikel-artikel yang dipasang di blog jelasnggak? Saya rasa itulah yang dialami Fitri sehingga menampilkan artikel-artikel tersebut.
Kenapa pernyataan Om Parhobas dianggap tidak nyambung? Apakah mas kurang suka dengan pernyataan itu karena mas suka mengartikan kitab suci orang lain?
@Triana,
Hihihi… Di sinilah ketidaknyambungan Anda. Mirip sekali dengan Fitri. Okelah, mari saya coba jelaskan.
1. Saya bilang kalau banyak artikel anti-Kristus di sini.
2. Anda menyangkalnya. Anda minta ditunjukkan artikel mana saja.
3. Saya sudah menunjukkan kepada Anda sebagian dari artikel2 di blog ini. Mungkin masih banyak lagi. Silakan diteliti sendiri.
4. Anda kemudian bilang: “bagaimana perasaan Umat Islam … bla-bla-bla”
5. Atas komentar Anda di poin 4 itulah saya kemudian menarik kesimpulan bahwa Anda mengiyakan poin 1 & 3 di atas, bahwa memang benar ada banyak artikel Anti-Kristus di blog ini. Karena saya berasumsi bahwa artikel2 Fitri adalah artikel balas-dendam.
6. Jelas kutipan Anda atas ucapan Om Parhobas ngga nyambung di alur obrolan kita ini. Lalu Anda malah menuduh saya suka mengartikan kitab suci orang lain? Benar-benar tambah nggak nyambung. Sekali lagi karakter Anda mirip dengan Fitri, yaitu tukang tuduh yg nggak nyambung. Hihihi…
Saya mencurigai kalau Fitri = Triani. Om Sectio malah mengartikan fiTRIANIngsih. Nampak bahwa selain tidak nyambungan, Anda juga tidak jujur.
Salam.
Ya sudah mas, kalau enggak mau jawab juga tidak apa-apa.
@Fitri/Triani/Ningsih,
Hehehe… ini bukan perkara saya mau menjawab atau tidak. Tetapi perkara Anda yang mem-posting artikel2 Anti-Kristus. Dengan jawaban2 Anda di atas, maka Anda mengakui bahwa Anda Anti-Kristus. Paling tidak Anda adalah kepanjangan tangan atau corong dari Anti-Kristus.
Dan itu sudah cukup terbukti & tidak Anda bantah lagi.
http://mumetzwae.wordpress.com/
Di Facebook, tadi saya sudah bilang kalau saya bukan Triani. Silakan baca artikel Pernyataan Admin KerajaanAgama.
maaf tapi sebenarnya sudah TIDAK TERJAGA.. melainkan sudah dirubah..
tidak dipungkiri lagi kalo ada beberapa isi nya yg dirubah..
contoh tentang status/hukum dari orang yg melakukan hubungan badan tanpa ada ikatan status.. di kitab anda telah terjadi perubahan dr kitab sebelumnya.. karena merasa kurang manusiawi akhirnya hukumannya kalian rubah..
padahal itu kitab dari “your prophet”..
bukankah itu menjadi pertanyaan,, seberapa suci kah kitab anda tersebut jika dengan begitu mudahnya diganti dan dimasukkan beberapa pemikiran secara manusiawi di dalamnya???
Ada satu hal dari isinya yg disembunyikan atas tekanan vatikan, ada yg tau apakah itu??? Yaitu isi yg menyebutkan bahwa yesus adalah manusia biasa, bukan rosul dan tidak mati di salib.