Jumlah kaum Muslim cuma 314, sementara kaum Quraisy 1.000 orang. Kemenangan yang diperoleh kaum Muslim pada Perang Badar jelas campur tangan para malaikat
Hidayatullah.com–Pada bulan Shafar, awal bulan ke-12 sejak hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam (Saw) ke Madinah, untuk pertama kalinya Rasulullah Saw keluar dengan tujuan berperang. Peperangan ini dikenal dengan sebutan Perang Widan. Inilah permulaan disyariatkannya sebuah peperangan dalam Islam.
Perang ini bertujuan memerangi kaum Quraisy dan Bani Hamzah. Sayangnya, meski persiapan sudah matang, peperangan tak sempat berkecamuk. Sebab, Bani Hamzah menawarkan perdamaian. Rasulullah Saw bersama para sahabat kemudian kembali ke Madinah.
Selang beberapa saat, Rasulullah Saw mendengar berita kedatangan kafilah kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb dari Syam. Kafilah ini menuju Mekah.
Abu Sufyan adalah musuh kaum Muslim. Mengingat dulu, saat kaum Muslim masih berada di Mekah, harta mereka banyak yang dirampas oleh kafir Quraisy, maka Rasulullah memerintahkan untuk mencegah iring-iringan kafilah tersebut dan merampas barang bawaan mereka sebagai gantinya.
Anjuran Rasulullah Saw ini hanya disambut oleh sebagian kaum Muslimin di Madinah. Mereka menyangka, seperti halnya pada Perang Widan, tak bakal terjadi peperangan.
Pada suatu malam di bulan Ramadhan, berangkatlah sekitar 314 orang Muslim, langsung dipimpin Rasulullah, dengan membawa 70 ekor unta. Setiap unta ditunggangi secara bergantian oleh dua atau tiga orang.
Rencana penyerangan ini bocor. Abu Sufyan, setelah mendengar rencana penghadangan ini, segera mengutus seorang kurir bernama Dhamdham bin Amer Al Ghiffari ke Mekkah untuk meminta bantuan kaum Quraisy. Ia khawatir harta kekayaan yang sedang ia perniagakan direbut oleh kaum Muslim.
Demi mendengar berita dari utusan Abu Sufyan, seluruh kaum Quraisy dengan serta merta menyiapkan diri lalu berangkat meninggalkan Mekah menuju Madinah dengan tujuan berperang. Tak seorang pun dari tokoh Quraisy yang tertinggal. Jumlah pasukan kira-kira 1.000 personil.
Awalnya, pasukan Muslim tak mengetahui keberangkatan bala bantuan tersebut. Sementara iring-iringan kafilah Abu Sufyan telah berhasil meloloskan diri dengan menyusuri mata air Badar, terus ke pantai, lalu menuju Mekkah.
Setelah mengetahui rencana penghadangan gagal dan bala tentara Quraisy dalam jumlah besar akan menyerbu kaum Muslim, Rasulullah Saw segera mengumpulkan para sahabatnya kaum Muhajirin. Dalam keadaan tak memiliki pilihan lain kecuali berperang untuk mempertahankan diri, Rasulullah Saw masih sempat meminta dukungan kepada para sahabatnya.
Ternyata, meski jumlahnya sedikit, semangat kaum Muhajirin untuk berjihad tetap menyala. Apalagi, perang sudah disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).
Kaum Quraisy, di bawah pimpinan Abu Jahal, mulai berjalan ke arah lembah Badar. Lembah ini memang sejak lama diincar oleh Abu Jahal untuk diduduki. Mereka bergerak sampai ke salah satu sisi lembah Badar.
Sedangkan pasukan Muslim, dipimpin Rasulullah Saw, tiba di pinggir yang berseberangan. Posisi mereka nyaris berhadap-hadapan di dekat mata air Badar.
Salah seorang sahabat, Al Habab bin Mundzir Radhiyallahu ‘anhu (Ra), bertanya kepada Rasul Saw, ”Ya Rasulullah, apakah dalam memilih tempat ini Anda menerima wahyu dari Allah Swt yang tidak dapat diubah lagi? Ataukah berdasarkan taktik peperangan?”
Rasulullah Saw menjawab, ”Tempat ini kupilih berdasarkan pendapat dan taktik peperangan!”
Al Habab mengusulkan, ”Ya Rasulullah! Jika demikian, ini bukan tempat yang tepat. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang terdekat dengan musuh. Kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur-sumur di belakangnya. Kita membuat kubangan dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan persediaan air minum cukup, sedangkan musuh tidak akan memperoleh air minum!”
Rasulullah Saw menjawab, ”Pendapatmu cukup baik!” Lalu, pasukan Muslim bergerak ke tempat yang diusulkan oleh Al Habab bin Mundzir Ra.
Ketika tentara musyrik Quraisy dengan angkuhnya maju menuju lembah Badar, Rasulullah Saw segera mengangkat tangannya ke langit, seperti dilakukan oleh Nabi-nabi Bani Israil, dan berdoa, ”Ya Robbi! Jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembahMu dengan hati yang ikhlas!”
Rasul Saw terus memanjatkan doa kepada Allah Swt dengan khusyuk seraya menengadahkan kedua telapak tangan ke langit.
Abu Bakar Ash Shidiq Ra, yang melihat kesedihan di wajah Rasulullah Saw, berusaha menenangkan hati junjungannya itu seraya berkata, ”Ya Rasulullah, demi diriku yang berada di tangan-Nya, bergembiralah! Sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi janji yang telah diberikan kepadamu!”
Lalu, tiga orang Quraisy maju ke lapangan terbuka yang memisahkan kaum Muslim dan kaum Quraisy. Inilah kebiasaan orang Arab saat pertempuran akan dimulai: duel satu lawan satu. Tiga sahabat Rasul Saw, Hamzah, Ali bin Abu Thalib –dengan pedang bercabang dua yang diberi nama Zulfikar– dan Abu Ubaidah, menerima tantangan itu.
Pertarungan berlangsung seru. Akhirnya, Hamzah, Ali, dan Abu Ubaidah, memenangkan pertarungan. Dengan kemenangan ini semangat kaum Muslim semakin membara. Sebaliknya, kaum Quraisy semakin ketakutan.
Pertarungan pun kemudian berubah menjadi pertarungan umum. Dan, benarlah Abu Bakar Ash Shidiq Ra bahwa Allah Swt tak pernah mengingkari janji-Nya.
Tertulis dalam Al-Qur`an surat Ali Imran ayat 3, yang artinya, ”Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”
Juga pada surat yang sama ayat 123 hingga 126, ”Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu menjadi orang yang bersyukur. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mu’min, ‘Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.’ Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Orang Mekah berhasil dipukul mundur. Mereka menderita kekalahan besar. Banyak pemimpin mereka yang tewas. Abu Jahal, salah satunya, jatuh sebagai korban kesombongannya yang tidak terkendalikan.
Dari pihak kaum musyrik, terbunuh 70 orang dan tertawan 70 orang. Sedangkan dari pihak kaum Muslim gugur sebagai syuhada 14 orang.
Tentara musyrik yang tertawan itu diperlakukan secara baik oleh kaum Muslim, kecuali dua orang, salah satu dari keduanya adalah Nazr bin Harits –seperti tertulis dalam Al-Qur`an surat Al Anfal ayat 32. Keduanya dihukum mati karena kebenciannya yang sangat kepada kaum Muslim.
Sementara tawanan yang lain diperlakukan dengan rasa kemanusiaan yang amat besar. Atas perintah Rasulullah Saw, mereka tak boleh disakiti. Bahkan, kaum Muslim membagi makanannya sendiri kepada para tawanan itu. Roti yang paling baik diberikan kepada kaum kafir yang malang, sementara kaum Muslim cukuplah menyantap buah korma saja. Para tawanan naik kendaraan, sementara pasukan Muslim hanya berjalan kaki. Mereka benar diperlakukan layaknya seorang tamu. [Sahid/www.hidayatullah.com]
Yang pertamax
Demikianlah Islam, agama yg menjunjung tinggi peradaban manusia.
asalammualaikum……
Sesungguhnya bukan kamu yang melempar batu namun Allah yang melempar, namun kamu tidak mengetahuinya, wahai orang-orang berakal.
Salam kenal.
Mampir ke http://tahtakristen.wordpress.com/
itulah kekuasaan Allah yang Maha Berkehendak
artikel ini sesuai dengan buku-buku sirah nabawiyah .
nice post .
Allah selalu bersama Rasul dan orang-orang beriman
Kisah ini diceritakan juga Harun Yahya dalam mendukung bukunya yang berjudul “Matter, The Other Name of Illusion”
baru tau kalo malaikat juga ada perangnya, salam hangat buat para sobat di sepanjang sungai Mahakam mbak
ni blognya mba fitri yang fenomenal itu bukan…???
qo sering ganti-ganti cover yah..eniwey….nice post sirah nabawiyah-nya and nice screen…
salam silaturahim…
ALLAH SWT maha berkehendak, yang terjadi terjadilah..
kesombongan tidak akan pernah menang….
2 dari peristiwa bantuan Allah
1. Peristiwa Afganistan
Maulawi salah seorang komandan mujahidin Afghan menuturkan keajaiban yang
dialaminya. Suatu ketika di daerah Syathura, mujahidin yang hanya berkekuatan 25 orang digempur oleh musuh yang berjumlah 2000 orang. Pertempuran sengit terjadi selama empat jam, dengan kemenangan di pihak mujahidin. Musuh yang tewas sebanyak 80 orang dan 26 tertawan. Pada salah seorang tawanan Maulawi bertanya, “Kenapa kalian cepat sekali menyerah?”
Kemudian sang tawanan itu berkata, “Pasukan tuan dengan senapan mesin buatan Amerika menghujani kami dari empat penjuru mata angin, bagaimana kami bisa menang dalam pertempuran.”
Padahal yang terjadi adalah, Maulawi dan pasukannya hanya memakai senapan
sederhana, bukan meriam apalagi senapan mesin buatan Amerika. Dan ia hanya
menyerang dari satu arah, bukan empat arah. Jauh-jauh hari sebelum tragedi
Afghan terjadi, Allah telah berjanji dalam Al Qur”an, bahwa malaikat akan
datang membantu kaum muslimin, seperti yang telah diturunkan Allah dalam
perang Badar dan diabadikan dalam Al Qur”an.
2. Peristiwa Ambon
Kisah peristiwa Ambon dituturkan langsung oleh mujahid muslim asal Waihahu, Muhammad Banda. Mujahid yang kini tergolek di RS Cipto Mangunkusumo itu mengaku pernah menghadapi pasukan merah yang memberondong tubuhnya. “Saya ditembak pakai senjata rentetan. Udah tujuh tembakan tapi saya tidak apa-apa.” Menurut Banda, para mujahidin umumnya memang tidak mudah ditembak dan dilukai oleh musuh. Tapi bila mereka sudah emosi, lalu memaki mengeluarkan kata-kata kotor, ia menjadi lemah. Hal ini juga diketahui oleh pasukan merah. Sehingga menurut Banda, “Mereka memancing kita dengan kata-kata kotor, menghina agama, nabi kita dihina, supaya kita emosi, lalu kita marah dan kita balas memaki.”
Banda punya pengalaman menarik, ketika ia dikepung di sebuah masjid. Pasukan merah melemparkan bom rakitan dalam jarak dekat. Waktu itu, Banda hanya berlindung di balik drum. Ketika bom meledak, drum itu terlempar tinggi dan hancur berkeping. Tapi anehnya, tak secuilpun tubuhnya terluka. “Alhamdulillah tak apa-apa, cuma tanda titik-titik merah pada badan,” kenang Banda.
tangannya ke langit, seperti dilakukan oleh Nabi-nabi Bani Israil, dan berdoa, ”Ya Robbi! Jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembahMu dengan hati yang ikhlas!”
————
Komentarku:
Hihihi… doanya Muhammad seperti ingin mengancam Alloh, tapi dengan cara halus.
Coba temen2 Muslim bandingkan doanya Muhammad dgn doa seorang murid kepada gurunya berikut:
Seorang murid dari keluarga yang kaya raya dipanggil gurunya ke ruang kepsek. Murid itu akan dikeluarkan dari sekolah karena ia sangat nakal dan pemalas. Kemudian murid tsb memohon kepada gurunya dan berdoa, “Ya Guru !!! Jika saya sampai dikeluarkan dari sekolah ini, tidaklah akan ada lagi yang membayar tinggi gajimu. Bukankah Guru tahu bahwa gajimu berasal dari uang yang saya bayarkan setiap bulan!!!”
Kesimpulannya, Alloh itu mau menolong Muhammad karena Ia adalah Tuhan yang gila hormat (senang disembah) dan takut jika pengikut2Nya hilang.
===================
Sementara tawanan yang lain diperlakukan dengan rasa kemanusiaan yang amat besar. Atas perintah Rasulullah Saw, mereka tak boleh disakiti. Bahkan, kaum Muslim membagi makanannya sendiri kepada para tawanan itu. Roti yang paling baik diberikan kepada kaum kafir yang malang, sementara kaum Muslim cukuplah menyantap buah korma saja. Para tawanan naik kendaraan, sementara pasukan Muslim hanya berjalan kaki. Mereka benar diperlakukan layaknya seorang tamu
————
Komentarku:
Hahaha…. hanya teori belaka. Kenyataannya kok berbanding terbalik ya??? ===>> merusak tempat ibadah orang lain, membuat aturan2 demi kepentingan golongan (“Daerah wajib berjilbab”), merusak warung2 yang buka pada saat puasa, dsb.
Malu donk…!!!
================
@Markus
Para penganut agama2 Abrahamik sih ga pernah akur, padahal ada hubungan saudara.
Pada waktu tsunami, yang Kristen bilang kalau umat Muslim menerima hukum; sedangkan anda mengatakan bahwa Alloh memberikan bantuan kpd umat Muslim melawan kafir. Lucu oi…!!!
Salam
Hihihi… doanya Muhammad seperti ingin mengancam Alloh, tapi dengan cara halus.
Coba temen2 Muslim bandingkan doanya Muhammad dgn doa seorang murid kepada gurunya berikut:
Seorang murid dari keluarga yang kaya raya dipanggil gurunya ke ruang kepsek. Murid itu akan dikeluarkan dari sekolah karena ia sangat nakal dan pemalas. Kemudian murid tsb memohon kepada gurunya dan berdoa, “Ya Guru !!! Jika saya sampai dikeluarkan dari sekolah ini, tidaklah akan ada lagi yang membayar tinggi gajimu. Bukankah Guru tahu bahwa gajimu berasal dari uang yang saya bayarkan setiap bulan!!!”
Kesimpulannya, Alloh itu mau menolong Muhammad karena Ia adalah Tuhan yang gila hormat (senang disembah) dan takut jika pengikut2Nya hilang.
Kalo kamu kesulitan kamu diem aja gak minta bantuan ama yang diatas namanya terlalu…..bukannya Allah yang gila hormat, tetapi itulah letak keadilan Allah didunia….siapa pun yang berusaha akan mendapat hasilnya, dan usaha gak cukup hanya tenaga tapi juga do’a. Kamu nyolong ayam jika dengan usaha juga bisa berhasil meski nyolong itu dilarang Allah meski tanpa do’a apalagi dengan do’a buat nyolong. kamu minta jelek Allah ngasih jelek, kamu minta baik Allah ngasih baik
Hahaha…. hanya teori belaka. Kenyataannya kok berbanding terbalik ya??? ===>> merusak tempat ibadah orang lain,
wow….oknum kah?
membuat aturan2 demi kepentingan golongan (“Daerah wajib berjilbab”),
kan buat wanita muslim, bukan non muslim
merusak warung2 yang buka pada saat puasa, dsb.
hmmm..oknum lagi,..ditempatku biasa aja tuh
Hello…Mas Wedul, kita ketemu lagi. Hehehe…
===========
Kalo kamu kesulitan kamu diem aja gak minta bantuan ama yang diatas namanya terlalu…..bukannya Allah yang gila hormat, tetapi itulah letak keadilan Allah didunia….siapa pun yang berusaha akan mendapat hasilnya, dan usaha gak cukup hanya tenaga tapi juga do’a.
————-
Whahaha….coba perhatikan lagi tuh doanya Muhammad. Saya copas lagi nih:
”Ya Robbi! Jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembahMu dengan hati yang ikhlas!”
Dari doa tsb sudah menunjukkan bahwa Alloh itu gila hormat dan sangat mudah utk dirayu. Kalau memang Alloh adalah Tuhan yang tidak gila hormat dan mudah dirayu, tentu Muhammad tidak akan berdoa seperti itu. Orang bodoh juga tahu!!!
===============
Kamu nyolong ayam jika dengan usaha juga bisa berhasil meski nyolong itu dilarang Allah meski tanpa do’a apalagi dengan do’a buat nyolong. kamu minta jelek Allah ngasih jelek, kamu minta baik Allah ngasih baik
————
Jangan lupa tuh konsep takdir yang tidak adil itu. Alloh menentukan nasib semua (ketika lahir) dengan dadu dan undian berhadiah. Hihihi…
=============
wow….oknum kah?
————
Yup, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Manusia berjubah putih dengan pedang dan jenggotnya yang lebat. Ditambah dengan seruan yang lantang dan penuh emosi “Allahuakbar!!!”
==============
kan buat wanita muslim, bukan non muslim
———–
Wkwkwk….itu khan katamu. Banyak tuh orang2 non muslim yang dgn terpaksa memakai jilbab ketika melewati gang bertuliskan “Daerah wajib berjilbab”. Kalau tidak mengenakan jilbab, nanti mereka dilempari batu oleh warga sekitar yang kerasukan setan. Serem..!!! ):>
Salam
@Dawkins donut
Whahaha….coba perhatikan lagi tuh doanya Muhammad. Saya copas lagi nih:
”Ya Robbi! Jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembahMu dengan hati yang ikhlas!”
Dari doa tsb sudah menunjukkan bahwa Alloh itu gila hormat dan sangat mudah utk dirayu. Kalau memang Alloh adalah Tuhan yang tidak gila hormat dan mudah dirayu, tentu Muhammad tidak akan berdoa seperti itu. Orang bodoh juga tahu!!!
====================================================================
wedul said :
Allah itu memastikan datangnya kiamat..jika mau saat itu kiamat didatangkan juga bisa, Do’a nabi selain untuk memberi waktu bagi kaum kafir kayak anda biar tobat, juga untuk menyemangati pemurnian Islam yang lagi tumbuh
http://vilaputih.wordpress.com/2010/02/08/paganisme-islam/
=================================================================
Jangan lupa tuh konsep takdir yang tidak adil itu. Alloh menentukan nasib semua (ketika lahir) dengan dadu dan undian berhadiah. Hihihi…
============================================================
wedul said:
wakaka..silahkan baca lagi disini :
http://vilaputih.wordpress.com/2009/07/28/takdir-disengat-tawon/
http://vilaputih.wordpress.com/2010/01/07/kemahatahuan-allah/
http://vilaputih.wordpress.com/2010/01/08/konsep-takdir-3-selesai/
==============================================================
Yup, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Manusia berjubah putih dengan pedang dan jenggotnya yang lebat. Ditambah dengan seruan yang lantang dan penuh emosi “Allahuakbar!!!”
==============
Wedul Said:
oh jadi oknum..ya udah..biasalah oknum itu ya begitu
=========================================
Wkwkwk….itu khan katamu. Banyak tuh orang2 non muslim yang dgn terpaksa memakai jilbab ketika melewati gang bertuliskan “Daerah wajib berjilbab”. Kalau tidak mengenakan jilbab, nanti mereka dilempari batu oleh warga sekitar yang kerasukan setan. Serem..!!! ):>
=====================================================
wedul said :
hemm….berarti itu juga oknum..gak seharusnya begitu!
@Dawkins
Baca ini ya sebelum komentar :
http://konspirasi.com/peristiwa/pacu-semangat-penghancuran-masjid-bjp-bagikan-permen/
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/muslim-kashmir-kutuk-penyerangan-masjid-dan-pembakaran-al-qur-an-oleh-umat-hindu.htm
Umat Hindu di India melakukan hal itu karena mereka tidak senang dengan kelakuan para missionaris dan pendakwah. Rasa ketidaksenangan itu mereka luapkan dengan perusakan. Kelakuan para missionaris dan pendakwah yang dimaksud seperti:
-memberikan iming-iming kekayaan dan kemakmuran kepada rakyat miskin di India. Tetapi setelah pindah agama, mereka tidak diperhatikan lagi.
-Ada juga kuil yang dihancurkan oleh umat Muslim Kashmir, kemudian diatasnya dibangun masjid.
-Pengeboman yang dilakukan oleh teroris (mujahid).
-Penghancuran kebudayaan India oleh para missionaris dan pasukan Muslim dari Arab ketika menjajah India, dsb.
Sebenarnya saya tidak setuju dgn cara kekerasan yang mereka lakukan. Itu justru makin memperparah masalah.
Lebih lengkapnya, silakan baca yang ini:
http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/07/masuknya-islam-ke-indonesia-satu/
http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/07/masuknya-islam-ke-indonesia-dua/
http://exmuslim.wordpress.com/2009/03/07/masuknya-islam-ke-tanah-hindu-budha-di-india/
==============
Di dalam Veda juga tidak ada sloka-sloka yang menyuruh membantai orang2 kafir (beda agama). Berbeda dengan ajaran Islam yang memperbolehkan bahkan mengharuskan membunuh orang2 yang dianggapnya kafir. Berikut hadits shahih ttng penaklukan India yang diriwayatkan dari Tsauban bahwasanya Rasullulah bersabda:
“Ada dua kelompok dari umatku yang akan diselamatkan Allah dari siksa api neraka: kelompok yang memerangi India dan kelompok yang berperang bersama Nabi Isa”
Sebenarnya masih banyak sabda2 Muhammad yang menyuruh memerangi berbagai bangsa seperti Cina, Rusia, Turki Sekuler, Persia, dsb.
Anda dapat membacanya lebih lengkap di buku karangan Abu Fatiah Al-Adnani. Begitulah ajaran Islam sejatinya.
Salam
Adik Putri tolong komenku masuk SPAM….Bebasin ya adik putri!
Haha.. Allah kan menurunkan manusia ke bumi cum a untuk satu alas an yaitu meneyembah allah. Maka ketika Ada manusia yg tidak menyembah allah ya sebenarnya emang hrs di musnahkan apalgi mereka membkang setelah turunnya wahyu
Wedul @ kalo lo bilang kebalikannya ya ksian deh lo. Allah gk butuh hormatnya seorang Muhammad, sealin mnusia pun smua mkhluk yg Ada di dunia ini udah hormat sama allah,tumbuh2an, hewn,palnet2,bumi,matahari,bintang,bulan, semuanya. Menyembah allah, Allah mengajarkan kepada mnusia gmna berusaha Dan berdoa Dan hnya Allah lah yg bisa monolong. Yg hebat cuma Allah,Allah segala2nya, robi,allah itu adalah pggilan buat Allah. Allah gk gila format yg gila hormat itu udh jelas2 lo. Lo liat lgi berperang melwan org2 kafir. Wjr,Allah ksih dia mkn,kesehatan segala mcm eh malah jd kafir sdangkan tjuan Allah captain mnusia untuk mnyembhnya.. Tp gua gk akn brdebat sama org yg gk ngerti, prcuma aja. Tq
@Dsy
Mas Wedul nggak ngomong begitu. Dy justru spt Dsy menjawab komen Dawkintz.
Paragraph 1 komen Mas Wedul diatas di copas dari komen Dawkintz diatasnya dan dikonter beliau lewat paragraph berikutnya.