Irene Mueller, bersama Tim arkeolog Austria dikabarkan telah menemukan sebuah kota Mesir kuno berusia kira-kira 3.500 tahun, terkubur di bawah tanah di wilayah timur laut di Delta Nil.

Tim arkeolog Austria berhasil mendapatkan foto sketsa kota bawah tanah di Tell-El Dab’a, timur laut Mesir dengan menggunakan teknik pemetaan radar (radar imaging).

Departemen Barang Antik Mesir, hari Minggu (20/6) mengatakan para arkeolog terus berusaha memecahkan misteri kota bawah tanah tersebut. “Kemungkinan besar kota kuno tersebut dikuasai oleh bangsa Avaris, yang kemudian dijadikan ibukota dinasti Hyksos yang menguasai Mesir antara abad 1664 SM sampai 1569 SM,” kata Menteri Kebudayaan Mesir, Farouk Hosni, Minggu (20/6/2010).

Mesir sempat dikuasai oleh Hyksos, kaum petarung dari Asia, selama seabad dari 1664-1569 sebelum masehi. Mereka diketahui membuat pusat kota di sekitar wilayah muara sungai bagian utara Mesir.

Kepada tim ekspedisi Austria, Irene Mueller menjelaskan tujuan utama dari projek ini adalah mengetahui sampai sejauh mana kota bawah tanah berujung.

Sekretaris Jenderal Benda-benda purbakala Mesir (SCA), Zahi Hawwas dalam siaran persnya mengatakan bahwa citra radar memperlihatkan sketsa kasar sejumlah ruas jalan, rumah, dan kuil kota bawah tanah dan tata-kota secara keseluruhan. Selain kota kuno, juga ditemukan pelabuhan dan beberapa sumur berbagai ukuran. Kota kuno yang hilang tersebut berada di bawah kota modern Tel al-Dabaa.

Zahi Hawwas menyampaikan lebih lanjut bahwa teknik non-invasif kiranya merupakan cara terbaik untuk menguak tabir kota bawah tanah ini mengingat kawasan muara sungai Mesir terbilang padat dihuni ratusan ribu penduduk sehingga penggalian akan sulit dilakukan. (dari berbagai sumber)

About these ads