Jimie Willi’am Communio Sanctorum K’law Indonesia vs Malaysia perang.! gimana nasib orang2 di Kalimantan ? yg langsung berbatasan dengan negara tetanga ya. .??
Tuhan lindungi kami anak2 Kaltim. .
3 jam yang lalu melalui Web Seluler · ·
Semenjak memanasnya hubungan Indonesia – Malaysia, saya pribadi tak pernah setuju dengan aksi kecaman untuk “Ganyang Malaysia”. Ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan disini:
- Nenek moyang Malaysia juga berasal dari Indonesia, seperti Jawa, Bugis, Maluku, Banjar, dst. Ketika terjadi berita Malaysia mengklaim batik, reog, tari pendet, angklung, dan lainnya, media massa melakukan pemberitaan sepihak dan menyudutkan Malaysia. Saya yakin Malaysia tidak bermaksud mengklaim budaya Indonesia, justru budaya tersebut sebenarnya di bawa ke Malaysia oleh orang-orang Indonesia sendiri. Salahkah bila orang Jawa di Malaysia membawa kesenian batik? Sementara etnis Tionghoa di Indonesia sendiri bebas menampilkan budaya mereka di Indonesia tanpa tuduhan klaim-mengklaim. Adilkah ini?
- Banyak warga Indonesia yang tinggal di perbatasan telah kehilangan rasa nasionalisme-nya pada NKRI dan lebih memilih pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Malaysia. Ini bukan berita baru dan sudah sering ditampilkan di televisi. Lingkungan yang terisolir, jauh, jalan akses yang belum dibuka, harga kebutuhan yang mahal, layanan pendidikan dan kesehatan yang kurang memadai menjadi alasan mereka untuk tinggal di Malaysia.
- Meski sedang tidak berperang dengan Malaysia, kenyataannya TNI dan tentara Malaysia sudah sering berperang di laut perbatasan kedua negara. Berbeda dengan TNI dan tentara Malaysia yang menjaga pos perbatasan di daratan yang selalu rukun. “Kenapa yang ini tidak diekspos?”
- Masyarakat Indonesia di Jawa, hanya meneriakkan “Ganyang Malaysia” dan memaksa Presiden SBY untuk segera berperang tanpa berpikir panjang bagaimana akibatnya kelak. Bukannya menyelesaikan masalah tapi hanya demi kepuasan “ego” dan “harga diri”.
- Saya setuju pada status facebook teman sekampung saya di daerah Kabupaten Kutai Barat di atas, bila kedua negara ini perang bagaimana dengan nasib kami yang berdekatan dengan daerah perbatasan Serawak, Malaysia. Juga nasib warga daerah Kabupaten lainnya yang berbatasan dengan Malaysia.
Mungkin ada yang tak setuju dengan ungkapan saya diatas. Tapi tak ada yang lebih tahu daripada masyarakat yang lebih tahu tentang Malaysia. Saya lebih menyetujui pernyataan Pak SBY untuk tidak berperang dengan Malaysia dan lebih memilih berdiplomasi dan menyelesaikan segala permasalahan yang ada.
Daripada menghamburkan uang digunakan untuk berperang, masih lebih baik uang itu digunakan untuk rakyat miskin di Indonesia.

Mungkin ada yang menganggap pernyataan saya seperti membela Malaysia, seperti pidato Pak SBy di koran Kompas berikut:
http://nasional.kompas.com/read/2010/09/02/10481790/Pidato.Presiden.Tampar.Petinggi.TNI.-4
http://nasional.kompas.com/read/2010/09/02/09210515/Pidato.SBY.Cocok.untuk.Dubes.Malaysia
Tapi disini saya hanya inginkan perdamaian kedua negara, jangan mengorbankan kami (warga perbatasan) demi keegoisan dan harga diri untuk melakukan “Ganyang Malaysia”.
Setuju om. Sama2 negara muslim kalo perang ga ada yang menang, karena dua2nya pd msk neraka. Bginilah kalo informasi di media udah ga adil. Gampang diprovokasi. Yah udah kita banyak2 doa n sabar aja kawan. Piss
“kalo perang ga ada yang menang”
ya jelas, allah lo bingung mau mihak yg mana
Heibat sekali Otak sampean bisa tahu bijituh…
sebenernya saya rada bingung si
saya rada kesel dengnan sikap Malaysia, tetapi kenapa bangsa kita juga tidak tegas dalam menghadapi sikap dari negara Malaysia.
masalahnya bukan di informasi media sudah adil apa engga si, kita tau media selau mencari sensasi2 sehingga meningkatkan ratting atau penjualan mereka
karena walaupun informasi media se bombastis bagaimanapun jika kita tidak merespon bukannya sama aja ga ada gunanya?
Oleh karena itu kita juga harus arif dalam menyikapi semua pemberitaan media.
lalu sebenernya apakah sebenernya kit a benar2 harus berperang?
apakah semuanya tidak bisa d selesaikan secara damai.
diplomasi misalnya atau dengan perantaraan PBB misalnya
untuk para pemimpin d atas sebelum menyatakan perang tolong pikirkan nasib rakyat
jgn bisanya menghambur2kan duit rakyat untuk keperluan ga berguna
seperti gedung DPR yg baru itu
Semoga Malaysia dan Indonesia bisa berbincang dengan aman dalam menangani krisis.
Ganyang Malaysia, kalau tidak malaysia terus menerus seenaknya mengganggu tapal batas indonesia, jangan takut… demi NKRI semua orang pasti rela berkorban….JAYALAH INDONESIA JAYALAH NEGERIKU
@ simply
Kita bukannya takut, tapi jangan mementingkan diri sendiri saja demi memuaskan ego. Yang salah hanya beberapa oknum bukan seluruh orang Malaysia. Biarlah pemerintah yang menyelesaikan.
Saya rasa intinya ada tindakan yang proporsional dan terukur. gak perlu keras tapi juga gak usah terlalu lunak. Soalnya kalo terlalu lunak maka pemerintah pasti juga endingnya tidak bisa mengendalikan massa dalam negeri. SBY ini sekarang sudah gak dianggep sama sebagian perwira kan ? Gak perlu juga bales-balesan kayak burung beo. Telpon secara informal juga bisa ajak ngobrol PM seberang. Janjian dulu enaknya gimana ngomong di media massa. Jangan A ngomong gini, B ngomong gitu. Misalnya janjian mau ngomong adem sama2 kan ya bisa. Bukan A ngajak damai, lalu B menanggapi lain. Itu bakal susah , karena suasana dalam negeri bisa panas, dan ini juga berimbas ke luar negeri.
tidak ada 1 orangpun yg menginginkan terjadinya perang, apalagi dengan saudara 1 rumpun.jlan diplomasi adalah jalan paling terbaik mencegah terjadinya perang ketimbang berperang itu sendiri.namun bilamana kedaulatan suatu negara sudah tidak bisa terselamatkan peranglah jalan yang paling dan paling terakhir
semoga jalan diplomasi bisa ya saudara ku…pak sby maju terus untuk indonesia
@ mas love
Memang sih sikap Pak SBY terlalu lembek. Tapi kalau perang di lakukan, sudah pasti warga perbatasan yang kena imbasnya. Pada zaman Soekarno, dulu juga yang terkena imbas adalah warga perbatasan.
Semoga Indonesia dan Malaysia bisa menjalin hubungan persaudaraan yang lebih baik. Agar tidak terjadi yang tidak diinginkan. Amin
Permen Lintah kita ini, janganken perang melawan malaysia, wong… rakyatnya sendiri ajah di bom pakai elpiji 3 kg… duh
Saya sangat sependapat dengan paparan di atas!
Semoga perundingan akan sukses. Sebab bila terjadi perang, orang baikpun akan jadi pembunuh.
that’s survival principle
dengar2 katanya SBY menerapkan hukum tampar pipi kiri, kasih yang kanan. biar sudah diinjak-injak, jangan melawan…
jadi denger tuh sodara2 nasrani, jangan lagi ada dari kalian yang suka kalau Indonesia dan malingshit berperang… bukankah itu contoh yang real dari ajaran ello..?
Itukan hasil dari Es Beye,… yang membuat seorang menjadi Es Loyo
perang org kelaparan itu pantesnya berdoa dan berusaha
saya juga setuju bukan perang sebagai jalan keluar tapi sikap yang tegas dari seorang SBY terhadap warganya yang ditangkap dan ditahan seperti maling….
pokoknya tahun 2014 saya berharap SRI MULYANI KEMBALIIIIIIII
heheheheh
Perang?????????? Awal kehancuran Islam di Asia. Karena bila Indonesia dan Malaysia perang, maka Amerika dan sekutunya akan menyusup ke dua belah pihak untuk menghancurkan Islam dari dalam. Indonesia dan Malaysia mayoritas penduduknya adalah Islam.
Kasihan nih Sekutu Barat,,, selalu dijadi’in kambing hitam,,,ckckck…
Btw, apa hubungannya antara kedaulatan suatu negara dgn agama??? Justru Malaysia makin seneng jika pemerintah tidak mengambil langkah tegas dgn alasan sama2 negara mayoritas Muslim an’ serumpun,,,,,fuhhh….
.
.
Jayalah Indonesia-ku!!!
Perang.. tak akan terjadi, saya sekeluarga berada di Kalimantan,.. jika rudal Malaysia nyangkut di atas rumah saya, gimana jadinya .. mudah-mudahan jangan.. namun pernyataan sikap pemerintah yg lembek saya setuju.. Sriwijaya & Majapahit pernah menguasainya, Sultan Trenggono (Raja Demak) dan Soekarno pernah menyerbunya, Soeharto pernah menarik Dubes Indonesia di Philipina dan Australia,… sekarang ‘silahkan anda menilainya’ sendiri… nice post buat yg punya blog..
ok
Hush…. jangan ngomongin perang…..
soale gw lagee puyeng mikirin gas 12 kg…. mahal coy
pake yg 3 kg takut meledak….
MERDEKA ATO MELEDAK…?
sama gan, di rumah juga pusing tuh pakai yang 12 kg mahal, yang 3 kg malah ada ketakutan yang menghantui… ckckck…
Perang??? Sesama Muslim? sesama Melayu? sesama Asean?? hihihi….
Amerika dan Israel langsung pok ame-ame belalang kupu-kupu…..!
Menurut fanya sih, siapapun yg menggulirkan ide perang dgn Malaysia kalau bukan guoblok……ya …patut dicurigai sbg provokator agen zionist!
lajeungkeun neng fanya
saya yakin jika terjadi perang rakyat di perbatasan pasti akan maju terlebih dahulu…,
selamat malam ….turut mendo,akan semoga mal and ind tetap damae selalu dan tidak saling mengedepankan Egonya yang akhirnya hanya merugikan pada negara sendiri .
Damae itu Indah ….,.,.,.,. selamat menyambut hari raya idhul fitri Mohon maaf lahir dan bathin .
jengkel berat juga tuh ma si malon Y gan
kalau perang gimana juga Y serba salah menurut ane MH
Jalan jalan ke jamaica
Liat Bob Marley Keselek Ganja
Ga krasa bentar lagi abis Puasa
Mohon maaf bila banyak dosa, baik disengaja atau tak sengaja
Beli es di warung Bu ema
Untuk di santap bersama – sama
Smsnya udah di terima,
teriring pula ucapan yang sama
Selamat Idul Fitri 1431 H
Anak kodok makan ketupat.
Makan ketupat sambil melompat.
Ngirim kartu udah gak sempat.
Pake sms pun no what-what.
Taqobbalallahu minnawaminkum.
Wassalam==
NURHAYADI
BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRI 1431 H
TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM.
Kagak bakalan perang,,jadi gak perlu dikhawatirkan… Sebab hubungan masih biasa aja tuh
sepertinya begitu.
ganyang malingsia. . biar tau rasa dan mengakui kekalahanya.