Proses peradilan Anders Behring Breivik, pelaku aksi teror yg membinasakan 77 warga di sebuah kamp musim panas Partai Buruh di Pulau Utøya Norwegia tgl 22 Juli 2011, telah berakhir tanggal 22 Juni 2012.
Jaksa Penuntut Umum Inga Bejer Engh dan Svein Holden dalam tuntutannya mengemukakan bahwa Anders Behring Breivik, patut dimasukkan dalam lembaga psikiatris, bukan dikenai hukuman penjara sebagaimana diagnosa Torgeir Husby dan Synne Sørheim, dua psikiater yang ditunjuk pengadilan mengevaluasi kesehatan mental Breivik, yg menyimpulkan bahwa Breivik menderita paranoid schizophrenia. Namun, jika juri menilai Breivik adalah seorang sehat mental dan waras sebagaimana dinyatakan psikiater Terje Tørrisen dan Agnar Aspaas yang juga ditunjuk pengadilan untuk memberikan second opinion mengenai Breivik yg menyatakan tidak menemukan tanda-tanda psikosis, mereka meminta pengadilan menjatuhkan hukuman penjara maksimum 21 tahun, dan dapat diperpanjang hingga waktu tak terbatas selama Breivik dianggap berbahaya bagi masyarakat.
Pada sesi akhir peradilan, pembela Breivik Geir Lippestad, meminta Pengadilan membebaskan kliennya atas dasar pernyataan Breivik bahwa serangan tanggal 22 Juli 2011 tsb adalah tindakan yg memang perlu dilakukan sebagai bagian dari kampanye anti Islam; atau memenjarakannya dengan pertimbangan mentalnya waras sehingga ia dapat bertanggungjawab terhadap tindakannya. Breivik sendiri telah dengan bangga mengakui membom markas pemerintah di Oslo yg menewaskan delapan orang, sebelum menembak mati 69 lainnya, bulan Juli 2011 y.l.
Breivik digambarkan oleh Lippestad sebagai teroris politik, bukan seorang yang sedang sakit jiwa yang dikendalikan oleh kekerasan. Tim psikiater pertama tidak mencoba melihat tindakan Breivik dalam konteks politik partai berhaluan kanan (right-wing context) yang dianggap penting dalam kasus Breivik. Breivik memilih sasaran secara teliti sesuai dengan tujuan politiknya. Lippestad menegaskan bahwa motif dibalik serangan Breivik adalah ekstrimisme, bukan sakit jiwa; terorisme tanpa moral dan bukan psikosis. Breivik juga tidak membunuh secara acak para pemuda Partai Buruh di Utøya karena anak-anak muda yang dianggap sama seperti dirinya tidak menjadi sasaran tembak.
Dalam kesempatan menyampaikan pernyataan akhir, Breivik mengemukakan antara lain:
- Dirinya waras dan tidak mengalami gangguan jiwa. Apabila Ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa, maka hal ltu akan mencoreng citra dirinya sebagai teroris anti-Islam serta menimbulkan anggapan bahwa semua teroris mengalami gangguan jiwa yang memerlukan perawatan, dan bukan hukuman penjara. Breivik juga menganggap penting kondisi mentalnya dinilai waras sehingga menjamin bahwa Islamophobic ideology (ketakutan terhadap Islam) tidak diabaikan sebagai perbuatan dan omongan orang gila belaka.
- Menyatakan “saudara-saudaranya” terus mendukung gerakan menentang Islam dan budaya majemuk seraya menyusun rencana serangan baru.
Keputusan akhir panel juri atas kasus pembantaian massal Anders Breivik ini diperkirakan akan diumumkan tanggal 20 atau 24 Agustus 2012 yad.

About these ads