DEBAT / DIALOG AGAMA

Halaman ini di buka untuk rekan-rekan yang ingin berdebat. Komentar bebas dan tidak di hapus. Namun bagi yang sengaja memasang spam ads*ns* berupa produk merek terkenal maupun numpang ikl*n b*sn*s o*line, maka akan saya hapus. Kecuali atas kesepakatan dan persetujuan dari saya.


Salam, Fitri.

1177 thoughts on “DEBAT / DIALOG AGAMA”

  1. Mana yg lebih bagus, BMW atau Mercedez Benz, Mac atau PC, Nikon atau Canon, Jimmy Hendrix atau Jimmy Page, F-15 atau SU-31, T80 atau M1 Abrams, Rhoma Irama atau Ahmad Albar……………. Kristen atau Islam? Gak bakalan ketemu ……..

    • kamu bisa lihat juga alami sendiri serta tau mana yang benar atau bagus setelah dunia ini THE END

      • komen seperti itu, tak pernah ada jawaban, karena kehidupan seperti apa setelah kiamat atau kehidupan di acherat, hanya kira-kira begini dan begitu, tak dapat dijelaskan oleh nalar kita sebagai manusia yang hidup dalam dunia nyata. Namun hal itu akan dipercaya oleh dasar keimanan yang tidak memerlukan pikiran, tetapi ada dan hidup di “hati”

    • Nerri pananrang said:

      Gak bakalan ketemu memang tapi harus pilih yg benar…

  2. Alkisah, muhamad di padang pasir jauh dari mane2, bini kaga ngikut, ape lagi tempat adu kelamin belon di buka di gurun pasir. kawannye pake bawa bini die kaga, ngiri deh….

    Ngiri berat, trus udah nyampe di ubun2……

    Bikin fatwa deh, katenye, ‘Panglima, bawa pasukan nyerang negara nyang ennoh’

    Panglima protes, ‘Baginda, negari itu pasukannya ada seratus ribu orang, sedangkan pasukan kita lima ribu saja’

    Baginda bilang, ‘Ini firman Tuhan yang harus di ikuti’, ‘Awlloah huuuuuu oakbaaaarrrrr’

    Berangkat juge ni panglima sambil ngedumel…

    Sesudah panglima bertangkat, baginda giliran ngomong ame bininye panglima…

    ‘Kate aulloah ente kudu nemenin ane’

    Bininye protes, ‘Kite bukan muhrim baginda’

    Baginda, ‘Tapi wahyu aulloah sebuanahu wataaulloah’

    Alkisah lengket deh bininye si panglima….. trus maenin buah zakar deh… pikirnye dari pada pake timun mending nyang aslinye aje. kan tersedia, apelagi punya baginda….

    Di medan perang panglima filing kurang baek,jadi buru2 pulang….

    Nyampe di rumah, diliatnye kamarnye bunyi kriyett kriyet.. bunyi bale2 longgar…

    Didobraknye pintu, baginda nyang rupenye sadar langsung ngibrit, tapi die lupa celana kolornye ketinggalan…

    Besoknye, di pasar loak ade pedagang tereak2

    Kolor baginda murah…..
    Kolor baginda murah…..
    Ayo – ayo, siapa lagi….. dijamin aroma nya masih asli ….

    • Ooohhhh… jadi @Raden ini.. yang suka menjilati pantat patung YESUS dan patung Siddhartha Gautama
      betul-betul- beeetullllllllllllllllllll :D

      • @Om Ipinupin :lol: Ayo – ayo, siapa lagi….. dijamin PANTAT nyang aroma BAU BUSUK dijilatin sama @Om RADEN…. :lol:

        Cekixkix…kix…kix…. :

      • ‘Islam itu Seperti Narkoba’

        Dalam suatu wawancara dengan SPIEGEL, Hamed Abdel-Samad ahli ilmu politik Mesir-Jerman berbicara tentang masa kecilnya sebagai anak seorang imam di Mesir, mengapa ia beranggapan bahwa Islam itu merupakan bahaya bagi masyarakat, dan teorinya tentang keruntuhan dunia Muslim yang tak terhindarkan.

        SPIEGEL: Tuan Abdel-Samad, saat ini Jerman sedang terpecah gara-gara pengarang kontroversial Thilo Sarrazin yang buku barunya “Jerman Menjerumuskan Dirinya Sendiri” memicu perdebatan sengit tentang kebijakan imigrasi dan keengganan para imigran Muslim untuk berintegrasi ke dalam masyarakat Jerman. Apakah anda termasuk faksi yang pro atau kontra Sarrazin?

        Hamed Abdel-SAMAD: Tidak dua-duanya.

        SPIEGEL: Apakah anda sudah menemukan jalan tengah di dalam debat integrasi itu? Atau anda hanya mencoba menghindar dari menyinggung perasaan teman-teman Jerman anda dan kawan sesama Muslim?

        Abdel-Samad: Saya sama sekali tidak suka dengan sifat dari perdebatan ini. Sebagian bersikap menghakimi Sarrazin, sedangkan yang lain hanya bersorak untuk dia tanpa mendalami persoalannya. Sarrazin telah menjadi hulu petir untuk semuanya. Baik dia dilihat sebagai pahlawan ataupun sebagai kambing hitam, Sarrazin tanpa bermaksud telah menjadi kawan bagi orang yang malas berpikir dan yang tidak paham. Semua kegagalan dan kecaman sekarang bisa diarahkan kepada satu orang saja: Superman Sarrazin.

        SPIEGEL: Anda mengatakan bahwa Sarrazin dan teorinya itu dilebih-lebihkan?

        Abdel-Samad: Saya tidak setuju dengan pemecatan Sarrazin dari partai SPD (Partai Sosial Demokrat yang kiri-tengah, yang sedang mengupayakan pemecatan Sarrazin), dan saya yakin bahwa suatu perdebatan terbuka tentang integrasi di Jerman sangatlah diperlukan. Akan tetapi kesimpulan yang dibuat oleh Sarrazin tidak membawa kebaikan bagi kita, karena sudah tidak aktual lagi. Jerman tidak sedang menjerumuskan dirinya sendiri, akan tetapi sedang berubah melalui kebijakan keimigrasiannya, dan itu bagus. Kita perlu bicara tentang persoalan hidup berdampingan, kegagalan para imigran untuk menyesuaikan diri dan apa yang harus dilakukan untuk mereka.

        SPIEGEL: Dan Sarrazin, Sang Provokator, menghalangi terjadinya hal itu dengan teorinya tentang biologi dan ras?

        Abdel-Samad: Pastinya dia tidak mempromosikan hal itu. Teorinya itu tidak menolong kita menyelesaikan persoalan kebuntuan integrasi. Anda bisa lihat apa yang terjadi sekarang, bagaimana orang-orang menjadi terkubu-kubu. Seorang politikus dari Partai CDU (Uni Kristen Demokrat yang kanan-tengah) terus menerus menekankan bahwa orang asing harus belajar berbahasa Jerman dengan benar. Seorang politikus SPD, setelah menghujat pernyataan Sarrazin, menunjukkan contoh-contoh keberhasilan integrasi. Seorang idealis Turki akan menyanyikan hymne keragaman budaya dari Partai Hijau. Sementara itu seorang pengritik keras Islam mencoba menyematkan kesalahan atas semua masalah yang dihadapi Jerman kepada orang Turki.

        SPIEGEL: Anda merujuk kepada Necla Kelek, seorang sosioloog Turki-Jerman, dia yang bersemangat sekali memperkenalkan bukunya Sarrazin pada kesempatan peluncuran resminya itu ya?

        Abdel-Samad: Thilo Sarrazin adalah bukti bahwa kita mempunyai suatu masalah. Dia adalah si pembawa berita, dan beritanya adalah bahwa di sini sedang berkembang suatu kontroversi yang menegangkan. Kita menghadapi para penyemai ketakutan, pencari pembenaran dan keterlalu-pekaan.

        SPIEGEL: Haruskah kita berpura-pura bahwa bukunya Sarrazin tidak ada?

        Abdel-Samad: Kearifan Arab saya yang halus mengatakan bahwa Sarrazin tidak lebih berbahaya daripada apa yang hendak dijadikan oleh media tentang dia. Dia tidak memecah-belah negeri ini maupun menyelesaikan persoalannya.

        SPIEGEL: Mungkin anda bisa mencerahi kami. Anda adalah pengritik Islam yang keras, sehingga seharusnya anda berada dalam satu perahu dengan Sarrazin, yang secara menyeluruh mengibliskan agama ini. Mengapa tidak demikian halnya?

        Abdel-Samad: Dia percaya bahwa Islam sedang berjaya di mana-mana. Saya juga mengkritisi berbagai aspek dari Islam. Akan tetapi saya juga melihat bahwa Islam sedang menuju ke jalan akhirnya. Islam tidak perlu diibliskan, tetapi perlu dimodernisir dari dasar sampai ke atasnya.

        SPIEGEL: Anda memprediksikan “kejatuhan dari dunia Islam,” menyitir judul dari buku baru anda. Akan tetapi bukankah Islam sedang bertumbuh dengan cepat dibandingkan dengan agama-agama lain, dan Eropa, pada khususnya, sangat kuatir akan dikuasai oleh kaum Muslim.

        Abdel-Saman: Jumlah tidak banyak berarti bagi kita. Ada 1,4 milyar kaum Muslim. Kenapa memangnya? Hal yang penting adalah di hampir semua Negara yang mayoritas penduduknya Muslim, kita lihat kemunduran peradaban dan stagnasi dari semua bentuk kehidupan. Islam tidak punya jawaban yang meyakinkan atas tantangan hidup abad ke 21. Islam berada dalam kemunduran intelektual, moral dan budaya – suatu agama yang menuju kiamat, tanpa kesadaran-diri dan tanpa pilihan tindakan.

        SPIEGEL: Bukankah anda sedang melakukan kesalahan yang sama dengan kebanyakan pengritik islam yang radikal, dengan mengelompokkan bersama seluruh agama ini, dalam semua bentuk-bentuknya yang berbeda?

        Abdel-Samad: Tentu saja agama kami punya banyak arah. Perbedaannya mungkin menarik bagi pada theoloog dan anthropoloog, akan tetapi hal-hal itu sama sekali tidak relevan dari sudut pandang politis. Unsur penentunya adalah secara umum tidak ada arah tujuan yang jelas dan keterbelakangan, yang seringkali menjurus ke fundamentalisme yang agresif. Itulah ciri umumnya.

        SPIEGEL: Bukankah Dubai itu dunia yang berbeda dari Somalia, dan Indonesia yang relatif liberal itu sangat berbeda dengan Iran yang menerapkan theokrasi dengan ketat. Turki itu demokratis dan akhir-akhir ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari kebanyakan Negara Eropa lainnya. Apakah hal itu merupakan kekecualian?

        Abdel-Samad: Tentu saja ada perbedaan. Akan tetapi ketika kaum Muslim berupaya memasukkan mata pelajaran Islam ke dalam kurikulum sekolah di Eropa atau berupaya memperoleh status non-profit untuk sebuah organisasi Islam, selalu yang dikemukakan adalah Islam yang tunggal. Akan tetapi begitu ada seseorang menyerang kepercayaannya, mereka langsung menggunakan tipuan untuk membungkam kritikan itu dan dengan cerdiknya bertanya: “Islam yang mana yang anda maksudkan?

        SPIEGEL: Mungkin anda dapat membantu kami memahaminya.

        Abdel-Samad: Ibaratnya, Islam itu seperti narkoba, seperti alkohol. Sedikit bisa berguna untuk menyembuhkan atau memberikan inspirasi, tetapi ketika kaum beriman itu meraih botol iman yang dogmatis dan menenggaknya untuk setiap situasi, maka hal itu menjadi berbahaya. Bentuk Islam yang begitu itu yang saya maksudkan. Hal itu membahayakan orang-seorang dan merusakkan masyarakat. Hal itu merintangi integrasi, karena Islam ini membagi dunia menjadi kawan dan lawan, menjadi kaum beriman dan kaum kafir.

        SPIEGEL: Kedengarannya anda tidak banyak berbeda pandangan dengan Tuan Sarrazin.

        Abdel-Samad: Persamaan antara Tuan Sarrazin dan saya hanyalah bahwa kami berdua berasal dari latar belakang imigran. Dia takut terhadap dunia Islam, sedangkan saya menguatirkan nasib Islam. Jerman menawarkan kepada kami berdua sebuah forum, dan hanya untuk alasan itu saja negeri ini tidak bisa dikalahkan.

        SPIEGEL: Anda mendukung suatu bentuk Islam yang lebih lunak. Apa yang masih akan ada di bagian inti dari agama ini?

        Abdel-Samad: Impian saya, sebenarnya, suatu Islam yang tercerahkan, tanpa hukum Syariah dan tanpa jihad, tanpa apartheid jender, pengislaman dan mentalitas merasa berhak. Suatu agama yang terbuka terhadap kritikan dan pertanyaan. Sejauh yang menyangkut diri saya, saya berpindah dari iman ke pengetahuan beberapa lama yang lalu.

        SPIEGEL: Anda menjadi seorang atheis.

        Abdel-Samad: Tidak.

        SPIEGEL: Anda boleh saja mengakuinya. Menjadi seorang atheis bukanlah sesuatu hal yang memalukan.

        Abdel-Samad: Tetapi itu tidak benar.

        SPIEGEL: Tidak seorang imam, pastur Katholik atau Rabbi Yahudi pun yang bisa mempercayai anda. Percaya kepada Tuhan berarti menerima bahwa ada sesuatu yang ada di luar pengetahuan. Jika anda tidak mempercayai hal itu mengapa anda bersikeras menamakan diri anda sendiri seorang Muslim?

        Abdel-Samad: Percaya kepada Tuhan bisa juga berarti tidak bersetuju dengan Dia. Saya tidak berdoa secara teratur, dan saya tidak berpuasa selama Ramadan. Dalam hal itu, saya tidak taat beragama. Tetapi saya menganggap diri saya sendiri sebagai Muslim. Itu adalah komunitas budaya saya. Bagi saya Islam adalah juga tanah air saya dan bahasa saya, dan Bahasa Arab saya tidak bisa dipisahkan dari semua itu. Kamu bisa menjauhkan dirimu dari Islam akan tetapi tetap berada dalam jantung dari Islam. Saya tidak mau menyerah kepada para fundamentalis yang mengotbahkan kekerasan. Mereka sedang bangkit.

        SPIEGEL: Tapi bukankah Islamisme sedang mengalami kemunduran, walaupun – atau justru oleh karena – serangan-serangan yang dilakukan oleh Al-Qaida? Osama bin Laden tidak lagi menjadi pahlawan dari jalan Arab.

        Abdel-Samad: Kebencian dari dunia Barat belum hilang juga. Pada kenyataannya justru bertumbuh di beberapa tempat. Dan kebanyakan dari kekerasan itu ditujukan terhadap kaum Muslim, seperti yang terjadi di Iraq dan Somalia.

        SPIEGEL: Mantan Presiden Amerika George W. Bush menyatakan secara jelas reservasinya tentang Islam kepada kaum Muslim di dunia. Di Iraq dan Guantanamo, orang-orang Amerika menghina para tahanan Muslim dan kadang-kadang mengejek agamanya. Seorang pendeta di Florida bahkan baru-baru ini mengatakan bahwa ia akan membakar Al Quran.

        Abdel-Samad: Semua yang anda katakan itu benar.

        SPIEGEL: Sampai hari ini, dunia Muslim secara tajam mengkritisi – dapat dibenarkan, sampai titik tertentu – tentang fakta bahwa Washington, dengan kebijakan pro-Israelnya, menerapkan standard ganda di Timur Tengah.

        Abdel-Samad: Tetapi itu bukan alasan pembenaran untuk melakukan kekerasan.

        SPIEGEL: Tentu saja tidak. Tetapi mengapa anda bersikeras bahwa ada hubungan sebab dan akibat antara terorisme dan Islam? Mengapa anda tidak menyalahkan hal itu kepada kondisi hidup yang menyengsarakan dan kurangnya kesempatan, yang atas mana para diktator Arab, yang seringkali adalah sekutu erat dari penguasa Barat, bertanggungjawab?

        Abdel-Samad: Karena para teroris meneriakkan agama. Dan karena kemiskinan adalah penyebab teror.

        SPIEGEL: Itu aneh. Kita tidak menyalahkan Kekristenan karena ada kelompok sempalan di Irlandia Utara yang melakukan pembunuhan atas nama agama mereka. Kita tidak mengambil Judaisme sebagai alasan ketika seorang teroris di Hebron membantai Muslim di makam Abraham dan meneriakkan Yahweh. Tapi dengan Islam…

        Abdel-Samad: …itu cerita yang berbeda sama sekali. Karena kekerasan telah menyekutukan dirinya dengan kebudayaan.

        SPIEGEL: Itu yang anda klaim.

        Abdel-Samad: Dan karena para pelaku kekerasan itu lebih sering mendasarkannya pada Al Quran daripada tidak. Maka dari itu kita sangat membutuhkan kaum penghujat yang, mengabaikan hal-hal tabu, mempertanyakan segala sesuatu tentang agama ini.

        SPIEGEL: Anda membuatnya seolah-olah agama anda tidak berubah. Majalah berita Amerika Time memuji “revolusi damai” dari Islam pada laporan utamanya. Dan para pembaharu yang anda butuhkan itu memang ada. Salah satunya adalah pemikir Iran Abdolkarim Soroush, yang mengakui berbagai jalan menuju pada iman yang benar, dan yang lain adalah theoloog Mesir yang baru saja wafat, Nasr Hamid Abu Zayd.

        Abdel-Samad: Saya kenal baik dengan Abu Zayd, dan saya menghormati beliau. Anda tahu bahwa hakim-hakim yang radikal memutuskan dia untuk diceraikan dari isterinya karena pandangan-pandangannya yang liberal, dan sehingga beliau harus kabur dari Mesir dan pergi ke Nederland. Akan tetapi pemikir-pemikir seperti mereka merupakan kekecualian. Kebanyakan dari para reformis Islam mengingatkan saya pada band di kapal Titanic, yang terus bermain walaupun kapalnya sedang tenggelam, untuk memberikan kesan kepada para penumpang suatu ilusi bahwa semuanya normal-normal saja. Problema dasarnya tidak diapa-apakan.

        SPIEGEL: Dan apakah itu?

        Abdel-Samad: Mempertanyakan Al Quran itu sendiri. Walaupun saat ini perdebatan telah dimulai, perdebatan itu tidak pernah mencapai suatu kesimpulan. Para reformis dan kaum konservatif sama-sama terobsesi oleh kitab suci itu. Kadang-kadang saya bertanya kepada diri saya sendiri siapa yang butuh Al Quran dewasa ini. Mungkinkah kepercayaan kami ini mempunyai cacat sejak lahir? Benarkah agama itu mencapai keberhasilan terlalu cepat, dan karenanya kewajiban pemerintah dan militer menjadi tercampur-aduk dengan agama? Bagaimana Islam dapat mencapai puncaknya di Abad Pertengahan, dan mengapa semuanya menjadi kacau setelah itu?

        SPIEGEL: Apakah makna Al Quran bagi anda?

        Abdel-Samad: Saya masih sering membacanya. Itu adalah pendidikan saya, masa kecil saya.

        SPIEGEL: Ceritakan tentang Mesir, tanah kelahiran anda.

        Abdel-Samad: Saya dilahirkan di desa kecil di tepi Sungai Nil, anak ketiga dari lima bersaudara. Ayah saya adalah imam dan penjaga tertinggi iman Islam di sana, dan beliau dengan niat memberikan kepada saya nama yang spesial suci: “Hamba Allah yang Berterimakasih.” Di bawah bimbingan beliau, saya dalam waktu singkat hafal Al Quran di luar kepala. Masa itu adalah masa yang terlindungi, namun saya sering melihat ayah memukul ibu saya, ibu berlutut di depan ayah tanpa mengeluh.

        SPIEGEL: Mengapa dia melakukan hal itu?

        Abdel-Samad: Karena beliau terpaksa melarikan diri dari kejaran tentara Israel ketika beliau menjadi serdadu dalam Perang Enam Hari, dan beliau tidak pernah bisa mengatasi pengalaman buruk itu. Karena pada umumnya para lelaki di desa itu memukuli isterinya. Karena agama tidak tegas melarang hal itu. Itu adalah seperti apa yang umum terjadi di sana.

        SPIEGEL: Anda mengalami pelecehan ketika anda masih anak-anak.

        Abdel-Samad: Saya perkirakan saya berumur empat tahun waktu itu. Dilumpuhkan oleh ketakutan, saya menghapal Al Quran selama berjam-jam pada malam hari. Saya dilecehkan lagi pada usia 11 tahun, kali ini oleh sekelompok laki-laki muda. Sesuai dengan tradisi kami, tidak terpikirkan untuk menceritakannya kepada ayah saya atau kepada siapapun.

        SPIEGEL: Anda mengganggap Islam bertanggung-jawab sebagian atas kejahatan itu?

        Abdel-Samad: Ya, sebagaimana hal itu dialami sekarang. Seksualitas yang ditekan, tinggal berdesak-desakan di ruangan yang sempit dalam masyarakat yang tertutup dan diperbudak oleh yang berkuasa menjadi faktor penyebab.

        SPIEGEL: Itu adalah phenomena yang sama untuk mana institusi Katholik juga dikenal.

        Abdel-Samad: Mungkin. Ayah saya, bagaimanapun juga, menginginkan agar saya menjadi sarjana Islam. Tetapi saya telah memutuskan untuk belajar Bahasa Inggris dan Prancis, dan selama berhari-hari saya bersiap diri, dengan kenekatan, untuk berkonfrontasi. Beliau menerima keinginan saya, tetapi terlihat oleh saya bahwa beliau dipenuhi rasa putus asa. Di universitas di Kairo, saya main mata secara ideologis dengan kaum Marxis dan Ikhwanul Muslimin. Saya meneriakkan slogan-slogan anti-Semitis pada demonstrasi-demonstrasi. Karena semua orang pada waktu itu melakukan hal yang sama.

        SPIEGEL: Apa yang membuat anda sampai pindah ke Jerman?

        Abdel-Samad: Saya ingin membebaskan diri dari segala kekangan. Saya bekerja sebagai pemandu wisata untuk beberapa waktu, pada masa itu saya berjumpa dengan seorang perempuan Jerman yang mengundang saya untuk pergi ke Jerman. Tetapi saya sama sekali belum bisa mengatasi ketakutan saya dan ketidakpastian tujuan. Ketika saya berdiri di hadapan seorang petugas di bandara di Frankfurt pada tahun 1995, saya membayangkan dia ragu-ragu sejenak sebelum menyetempel paspor saya. Saya pikir matanya berbicara kepada saya: Ini dia, satu lagi pembisik unta yang ingin memanfaatkan kemakmuran kami.

        SPIEGEL: Apakah anda cepat berintegrasi ke dalam masyarakat Jerman?

        Abdel-Samad: Sama sekali tidak. Jerman tampak asing bagi saya, seperti mesin yang rumit tanpa buku manual untuk mengoperasikannya. Saya akhirnya menikah dengan teman perempuan saya itu, seorang pemberontak, guru aliran kiri yang 18 tahun lebih tua dari saya. Tapi itu bukan karena cinta. Dia melakukannya karena alasan perpajakan dan saya untuk paspor Jerman.

        SPIEGEL: Jadi itu merupakan suatu kesepakatan yang saling menguntungkan.

        Abdel-Samad: Pada dasarnya begitulah adanya, kecuali bahwa saya tidak siap menghadapi kebebasan cara Barat. Itu menjadi kutukan bagi saya pada awalnya, dan membuat saya menjadi agresif. Saya mulai belajar ilmu politik di Augsburg. Di mana-mana ada godaan: gadis-gadis muda di serikat mahasiswa dan bir di bar-bar. Saya merasa bersalah bilamana saya terlalu menikmati ‘buah-buahan’ Barat, yang dilarang oleh iman saya. Saya merasa terhina dan tercerabut akar saya. Untuk masa yang singkat, saya ikut suatu kelompok mahasiswa Islamis, mencoba melarikan diri dari kesepian saya dalam kehangatan pertemanan. Ada orang-orang yang jatuh ke dalam cengkeraman teroris secara begitu. Saya tidak. Namun saya mengalami halusinasi dan keringat dingin, dan saya merasakan ketakutan akan kematian.

        SPIEGEL: Apakah anda mencari pertolongan profesional?

        Abdel-Samad: Ya, saya masuk sendiri ke klinik psikiatri. Saya sudah di ambang bunuh diri. Mereka memindahkan saya ke kamar isolasi dan merawat saya untuk kelainan kepribadian yang sudah di ambang batas. Benar-benar seperti neraka, dan neraka itu juga ada di dalam diri saya sendiri. Saya melakukan segalanya untuk meyakinkan para perawat bahwa saya bisa mengatasi jika berada di luar lagi. Para dokter mempercayai saya. Setelah saya diperbolehkan keluar, saya mengusahakan pelarian saya berikutnya, kali ini ke Jepang, di sana saya belajar Bahasa Jepang, dan berkenalan dengan spiritualitas Asia Timur. Saya bertemu dengan kekasih hidupku di Kyoto, seorang perempuan yang setengah Denmark dan setengah Jepang – perempuan yang menjadi isteriku sekarang.

        SPIEGEL: Mungkinkah bahwa anda memberikan peran yang terlalu besar bagi agama dalam hidup anda, sehingga anda mengharapkan terlalu banyak darinya?

        Abdel-Samad: Itu terserah kepada orang lain untuk menilainya. Saya telah mendekati Islam secara rasional dan membaca Kant dan Spinoza. Saya telah mempelajari Pencerahan. Dan saya telah mempelajari Reformasi, yang telah gagal muncul di dalam Islam hingga hari ini.

        SPIEGEL: Anda mengritik Islam sebagai suatu kelompok yang lekas merasa tersinggung dan bahkan menikmatinya. Anda telah menuduh kaum kiri liberal Eropa mengejar suatu “kebijakan untuk menyenangkan” terhadap Islam. Mengapa anda sebagai seorang akademisi, kadang-kadang menikmati menjadi provokator dalam cara yang sama dengan Sarrazin? Apakah itu suatu ciri khas dari para murtadin untuk tidak memaafkan?

        Abdel-Samad: Anda harus menyatakan opini anda secara jelas jika anda ingin didengar. Ada banyak sekali para apologet untuk Islam.

        SPIEGEL: Akan tetapi kecenderungannya di Jerman sini kelihatannya menuju ke arah yang berbeda. Kaum yang menyuarakan berbahayanya Islam mendominasi opini publik. Kaum Muslim diejek di Internet sebagai “pengentot kambing” dan “pelacur bercadar,” sedangkan agamanya diolok-olok sebagai ”biadab.”

        Abdel-Samad: Hal itu sangat tidak layak dikatakan dan sangat hina sehingga saya bahkan tidak ingin memberikan kehormatan kepada mereka dengan mengomentarinya.

        SPIEGEL: Tetapi penghujatan-Islam telah menjadi hal yang secara sosial dapat diterima di antara banyak kaum intelektual Jerman. Apakah anda merasa nyaman berada di antara kaum pengidap Islamophobia?

        Abdel-Samad: Saya tidak suka ungkapan itu. Seseorang yang mengidap phobia adalah seorang yang menghadapi khayalan-khayalan. Tetapi bahaya-bahaya yang dihadapkan oleh kaum Islamis itu nyata, dan ketidakmauan dari banyak kaum Muslim untuk berintegrasi di Jerman adalah suatu masalah yang serius. Bukan masalah saya kalau ada pengritik lain yang melebih-lebihkan dan retorika mereka menjadi kelewat batas. Saya hanya bisa berbicara untuk diri saya sendiri.

        SPIEGEL: Sejarawan terhormat, Wolfgang Benz, yang pernah menjabat sebagai direktur dari Pusat Riset Antisemitisme di Universitas Teknik di Berlin selama bertahun-tahun, sekarang ini menarik garis paralel antara para agitator anti-Semitis dengan para kritikus Islam yang ekstrim. Menurut Benz, mereka menggunakan metoda yang sama untuk mengembangkan stereotip dari musuhnya, misalnya dengan menggunakan gambaran yang sengaja didistorsikan dan kehisterisan umum. Apakah ada kebenaran dari apa yang dikatakannya?

        Abdel-Samad: Anda bisa membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Saya tidak melihat adanya suatu hubungan apapun.

        SPIEGEL: Anda sedang dalam proses untuk menjadi tokoh Muslim teladan bagi para politikus konservatif di Jerman.

        Abdel-Samad: Apa yang membuat anda mengatakan hal itu?

        SPIEGEL: Menteri dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere, seorang anggota dari partai CDU yang konservatif telah menunjuk anda untuk menghadiri Konferensi Islam Jerman.

        Abdel-Samad: Hanya itu saja? Ya, saya telah menghadiri tiga kali pertemuan sejauh ini, dan saya pikir itu adalah suatu panel yang menarik, suatu panel di mana Muslim dari berbagai corak berinteraksi dan berdebat secara madani. Hal itu merupakan suatu nilai tambah untuk Jerman.

        SPIEGEL: Anda menuduh sesama kawan Muslim anda masih terus menerus mencari kambing hitam.

        Abdel-Samad: Ya, ketimbang mencari kekurangan di dalam dirinya sendiri. Mungkin proses yang saya alami adalah proses yang dibutuhkan oleh Islam secara keseluruhan, yaitu setiap orang mawas diri secara kritis dan berhenti menyalahkan orang lain terus menerus untuk penderitaannya sendiri dan merasa menjadi korban. Mereka juga perlu membebaskan diri dari berbagai kekangan. Kepahitan dan menuding orang lain hanya akan menuju pada kekerasan, dan kita semua telah cukup banyak mengalaminya di dunia ini.

        SPIEGEL: Tuan Abdel-Samad, terima kasih untuk wawancara ini.

        Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dari Bahasa Jerman oleh Christopher Sultan

    • Usup Supriyadi said:

      wah, cerpenis rupanya nih mas raden… :lol:

      itu kata-kata kotornya pasti terilhami dari alkitab ya…

    • raden payah bangke bikin ceritanye nyang ngga-ngga aje cuma bikin yang baca pada bete,,,
      cuuuiiiihhh cuape dechhh.

  3. @Cekixkix

    Betul betul betul. :D

  4. @Tante Fitri
    Gebleknye BLOG orang Kresten klo kalah debat, langsung deh … dihapus, diedit… atau dimoderasi segala…. Cekixkix…kix…kix…
    Nehhh buktinye orang-orang kresten pada idiot dan penakut :
    cekixkix
    June 28, 2010 at 1:40 am

    Your comment is awaiting moderation.

    @Om Cosmic Bolor :lol: Cekixkix…kix…kix… elo makan juga daging Babi, belas sodomian @Om Alexcrot… :lol:

    Sumber BLOG KRESTEN PENAKUT :

    http://jelasnggak.wordpress.com/2010/06/07/memperkosa-itu-belum-tentu-salah/#comment-6957

    • Cekixkix…kix…kix… GUE tipu die…

      • Cekixkix, kapan ente murtadnya. Hayo ini kubawakan segerobak Indomie.

      • @Om Feryanto
        Klo @Om Fery dah Muallaf… maka aye murtad dari KRESTEN… Cekixkix…kik…kix…

      • @Cekixkix

        Kalau aku sudah lama murtadnya dari kristen. Xi xi xi :D

      • @Tante Fitri
        Cekixkix…kix..kix…. kesian die baru nyaho, :lol:
        Jangan-jangan @Om Adi Isa diajakin murtad lagih…. Cekixkix…kix…kix…
        Muallaf diajakin murtad apa kagak salah tuuhhhh……?????? :lol:

      • @Cekixkix

        Aku mualafnya juga nggak sengaja. Tapi aku berpikir emang itu rencana Allah. Kalau aku ceritakan juga nggak ada kristen ataupun muslim yang percaya. Kejadian tersebut rasanya aneh tapi nyata, tapi aku benar – benar mengalaminya.

      • @Tante Fitri
        Apapun pengalaman @Tante… Insya Allah, gue percaya…
        Tapi baeknya kagak usah diceritakan… soalnye si Krestus kebesaran kepala .. mencari-cari kesalahan @Tante…
        Apalagi si @Om Fery,… nyang dendamnya kesumat banget… sampai ke ubun-dubur… Cekixkix…kix…kix….
        Kheknya si @Om Fery, klo nulis post sambil terkentut-kentut duburnye… nyang keseringan disodomi…. kix…kix…kix…..

      • @Cekixkix

        Menurutku juga begitu. :D

      • Usup Supriyadi said:

        :lol:

    • Batak Portugal said:

      Wah gak salah neh, kemaren coment saya di posting “Mustahil Kristen Bisa Menjawab” kok di hapus ya?

      coba bandingkan dengan blog batak satu ini http://jephman.wordpress.com/2010/06/08/yesus-tidak-pernah-disalib/#comments

      Belom pernah di blog ini coment2 orang muslim (bahkan coment terbodoh atau terkasar sekalipun) yang di hapus. termasuk coment2 dari mbak fitrie A.K.A Manohara Pinot

  5. @All

    Walaupun saya Admin di blog ini tapi entah kenapa saya tidak bisa menulis komentar di artikel yang di kirim oleh Emanuel Setio Dewo. Saya sudah berkali – kali mengecek spam atau pun moderasi, tapi tidak ada komentar saya yang masuk.

    Kelihatannya kristen emang pengecut. Setelah menulis artikel dan saya beri kepercayaan untuk menerbitkan ternyata saya di halangi untuk menulis komentar di blog saya sendiri.

    Siapa yang benar dan siapa yang salah, sudah terlihat.

    • sudah sedari dulu, saya ingin memperingatkan mbak fiet, untuk tidak mempercayakan mereka sebagai bagian dari blog ini, kalau sudah begini, mau apa lagi,

      coba masuk dibagian edit tulisan, disitu akan ketahuan, kalau tulisan itu bisa diberi koment atau tidak. semoga membantu.

      • Mereka sudah saya tarik lagi jadi kontributor supaya nggak bisa menerbitkan artikel lagi.

      • Batak Portugal said:

        Jelaslah bahwa blog ini pengecut. Yang kesatria dong mbak kayak blognya lae Jephman. males coment di blog ini, kami di caci habis2an tapi kalo kami yang kasi coment keras langsung di hapus. Pantes jarang orang kristen yg males debat di blog ini, ternyata bukan karena muslim di sini pinter2, tapi karena adminnya pengecut

      • nggak salah dan kebalik tuh?

        saya sebagai admin ke-2 diblog ini, tidak akan menghapus komentar2 dari netter kristen, jika bahasa yang digunakan sedikit sopan, karena menggunakan kata2 plesetan, dan penghinaan tanpa bukti dan tidak punya landasan yang kuat. maka sorri, akan ke keranjang sampah.

        contoh,

        muslim berkata = jesus, mati ditiang salib, meminta pertolongan tuhan. bla-bla…
        ini, adalah fakta, sesuai bible itu sendiri.

        kristen berkata = alwoh,… bla-bla….
        ini plesetan, penghinaan, tidak terdapat dalam alquran, maka langsung ke keranjang sampah.

        paham? :D

      • Usup Supriyadi said:

        saya sependapat dengan pertanyaan Mas Adi Isa….

        pakailah tata bahas dan translitasi arab yang benar, tuhan Islam itu, Allah, bukan Owloh!

      • @Om Batak Buta
        Coba elo protes tuuhhh.. ame blog si @Om Jelasnggak, klo brani !!!….
        Komentar gue di sensor, di edit, dihapus dan di moderasi… jadi siape nyang paling pengecut ?!?…. Jawab: KRESTEN SUPER PENGECUT.. Cuuutt.. Cuttt… Cut Tari… eee..ehh… salah … Cekixkix…kix..kix…

      • Hihihihihihihihi

  6. @Batak Yahudi

    Bukan saya yang menghapus kok, malah menuduh saya.

    Sejak pertama kali blog ini muncul juga sudah banyak kristen kemari, buktinya jumlah komentar DEBAT / DIALOG AGAMA sudah 624. Coba di klik itu KOMEN SEBELUMNYA. Jangan cuma menuduh doang!

    Lagian blog jephman itu sering memoderasi komentar muslim. Makanya jarang muslim yang kesana!

    Benar – benar terbalik tuh.

  7. Woi para muslimin n muslimat. Yok murtad yok.

  8. Group Facebook

    “Kerajaan Agama”

  9. Manakah yang lebih najis yang masuk mulut atau keluar dari mulut orang?
    makanan najis(babi) yang masuk ke dalam tubuh manusia atau perkataan yang najis (kata makian dan hujatan)?

    • segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
      dan
      Karena dari hati yang najis timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan HUJATAN
      piss!!

      • @Om Wong
        Orang nyang banyak MAKAN DAGING BABI, MAKAN DUWIT RIBA dan MANUM MINUMAN KERAS… Menyebabkan OTAK dan HATI diluar kendali ==> timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan HUJATAN IDIOT… Cekixkix…kix…kix….

    • @Om Wong
      Oeyy…. Cekixkix.kix..kix… maaf @Om, BABI itu HARAM bukan najis.
      Makan daging BABI menyebabkan otak dan hati berpenyakit NAJIS… Wewwwwwwwww… Cekixkix…kix..kix…
      Daging BABI Container segala rupa cacing dan VIRUS … Wewwwwwwwww…. Cekixkix…kix…kix…

    • menurut saya yg keluar dari mulut yg lebih najis
      karena yg keluar dari mulut itu merupakan luapan dari hati
      kalau hatinya jahat maka jahat pulalah perkataannya
      jika hatinya baik maka baik pulalah perkataan anda

  10. wuakakakkaak… bisa jadi rame nih… nyimak ah :lol:

  11. Assalamu alaikum ,salam ukhuwah,
    maaf kalau saya tak ingin berdebat disini,karna saya masih bodoh dalam ilmu agama saya cuma mau cari ilmu untuk diamalkan dan ilmu untuk memperbaiki akhlak saya yang buruk,
    wassalamu alaikum,

  12. Aku tidak ingin ceroboh perihal pilihan agama yang kuanut. Sebab, agamalah yang menentukan keselamatan hidupku sekarang dan masa mendatang, termasuk sesudah mati. Namun, pengetahuanku tentang agamaku dan agama lain sangat sedikit. Oleh karena itu, silakan berbagi ilmu agama kepadaku (dan kepada pengunjung lainnya) di http://mauMurtad.wordpress.com/

  13. Mamad Playboy said:

    bukankah di Islam lebih kejam dari itu??
    coba baca ini…hahaha

    Rasulullah (Muhammad) mengatakan, “Saya memiliki LIMA hal yang TIDAK DIBERIKAN KEPADA SIAPAPUN SEBELUM SAYA. Saya diberikan kemenangan lewat TEROR / KETAKUTAN (yang diinspirasi oleh saya)…. dan BARANG JARAHAN dibuat halal bagi saya, dan tidak dihalalkan bagi siapa saja sebelum saya …”. (Hadis Muslim 4:1058)

    Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan aku adalah Rasul Allah…” (Hadis Bukhari 2:24)

    “BARANG SIAPA MENCARI AGAMA SELAIN AGAMA ISLAM, MAKA SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA (AGAMA ITU) DARIPADANYA, DAN DIA DI AKHIRAT TERMASUK ORANG-ORANG YANG RUGI” (QS 3:85).

    “HAI NABI, BERJIHADLAH (MELAWAN) ORANG-ORANG KAFIR DAN ORANG-ORANG MUNAFIK ITU, DAN BERSIKAP KERASLAH TERHADAP MEREKA” (QS 9:73).

    “KELAK AKAN AKU JATUHKAN RASA KETAKUTAN KE DALAM HATI ORANG-ORANG KAFIR, MAKA PENGGALLAH KEPALA MEREKA DAN PANCUNGLAH TIAP-TIAP UJUNG JARI MEREKA” (QS 8:12).

    kesalahan besar kalau kalian menyebut islam adalah Agama,
    Islam tak lain hanyalah politik berkedok agama dengan tujuan Arabisasi
    mereka adalah sebuah aliran sesat

  14. Mr.Nunusaku said:

    AGAMA APA YANG PALING BIADAB DALAM PERINTAH PEMBUNUHAN ?
    JAWABANNYA…AL QURAN YANG MENGANJURKAN PEMBUNUHAN,
    Dimana ayatnya; ( QURAN MEDINAH 8;12) Kelak akan aku jatuhkan rasa ketakutan kedalam hati orang-orang, maka penganglah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap unjung jari mereka.

    Sekarang ayat setan Muhammad ini kita ganti:
    Kelak akan aku jatuhakan rasa ketakutan kedalam islam kafir penghuni neraka, bilah dimana kamu menemui islam kafir berpenyakit jiwa pengganglah leher mereka dan potong kemaluat mereka untuk mekanan anjing.

    Nah bagaimana perasan muslim dengan ayat setan diatas…?

    • @Mr.Nunusaku
      emangnya bible kaga nyuruh ngebunuh? mutilasi? pornografi? insest?
      gimana klo ada yg baca bible sambil onani?

    • اسوب سوبرييادي said:

      @Mr. Nunusaku

      Biasa saja, soalnya itu kan kata-kata dari Anda yang hanya manusia. Duh, Anda ini kena mitos Eropa kuno ya? Kisah tntang “penyebaran iman dengan pedang” a/ sebuah legenda jahat, salah satu mitos yg tumbuh di Eropa selama perang besar melawan Muslim

      Setiap Yahudi jujur yang mengetahui sejarah bangsanya pasti akan merasakan apresiasi yang dalam kepada Islam, yang telah melindungi Yahudi selama lima puluh generasi sedangkan dunia Kristen justru membantai Yahudi dan berusaha berkali-kali memaksa mereka menanggalkan iman mereka dengan “jalan pedang”

      Pada 1099, Pasukan Salib menaklukkan Yerusalem dan membantai warganya yang Muslim dan Yahudi atas nama kasih Yesus. Pada saat itu, selama 400 tahun di bawah pendudukan Muslim, Kristen di Palestina tetaplah mayoritas. Sepanjang periode tersebut, tidak pernah ada upaya untuk memaksakan Islam terhadap mereka. Terkecuali setelah pengusiran Pasukan Salib dari Palestina, maka mayoritas penduduk wilayah itu mulai mengadopsi bahasa Arab dan keyakinan Muslim—dan merekalah leluhur sebagian besar bangsa Palestina sekarang.

      Demikian pula, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya upaya untuk memaksakan Islam terhadap Yahudi. Sebagaimana banyak diketahui, di bawah pemerintahan Muslim, Yahudi Spanyol menikmati suasana kondusif yang tidak pernah mereka nikmati di tempat mana pun hingga masa kita. Para penyair Yahudi seperti Yehuda Halevy menulis dalam bahasa Arab, dan demikian juga Maimonides yang agung. Pada pemerintahan Muslim di Spanyol, Yahudi adalah para menteri, penyair, dan saintis. Di Toledo, para sarjana Kristen, Yahudi, dan Muslim bekerja sama dalam menerjemahkan teks-teks filsafat dan sains Yunani kuno. Inilah yang disebut “Zaman Keemasan”. Bagaimana mungkin hal ini terjadi sekiranya Nabi memerintahkan “penyebaran keyakinan dengan pedang”?

      Apa yang terjadi setelah itu jauh lebih jelas. Ketika merebut kembali Spanyol dari tangan Muslim, Katolik menciptakan rezim teror keagamaan. Yahudi dan Muslim dihadapkan pada sebuah pilihan yang kejam: menjadi Kristen, dibantai, atau pergi. Dan ke manakah ratusan ribu Yahudi, yang menolak untuk menanggalkan iman mereka, berlindung? Sebagian besar dari mereka disambut dengan tangan terbuka di negeri-negeri Muslim. Yahudi Sephardi (Spanyol) hidup di seluruh dunia Muslim, dari Maroko di Barat hingga Irak di Timur, dari Bulgaria (yang kemudian menjadi bagian dari Khilafah Utsmani) di utara hingga Sudan di selatan. Itulah tempat-tempat di mana mereka tidak dibantai. Mereka (yang hidup di negeri-negeri Muslim) sama sekali tidak mengenal siksaan-siksaan model Inkuisisi, auto-da-fe, pembantaian massal, dan pengusiran-massal, yang terjadi di hampir seluruh negeri Kristen, hingga terjadinya peristiwa Holocaust.

      Mengapa? Karena Islam secara jelas melarang setiap penindasan atas “ahlul kitab”. Dalam masyarakat Islam, sebuah tempat khusus akan disiapkan bagi Yahudi dan Kristen. Mereka menikmati hak-hak yang hampir sama dengan penduduk Muslim. Mereka harus membayar pajak khusus (jizyah—penerj.) tetapi dikecualikan dari wajib militer—suatu perjanjian yang disambut hangat warga Yahudi. Dikabarkan bahwa para penguasa Muslim enggan mengajak Yahudi untuk menjadi Muslim bahkan dengan bujukan yang paling lembut sekalipun…

      Bacalah Sejarah!

      aca sejarah dan marilah kita hidup dengan kasih dan damai. Bersikaplah lebih bijak dari pemimpin-pemimpin anda, Bush, Blair, dan Paus Benediktus XVI.

      Apa yang sudah mereka mulai sejauh ini, dan apa yang akan anda mulai di jalan mereka tidak akan pernah selesai. Penindasan memunculkan perlawanan. Aksi akan memunculkan reaksi. Dunia berjalan dengan pola-pola yang sudah kita kenal. Pola-pola itu tidak terlalu banyak untuk jadi pelajaran bagi manusia. Yang terjadi di abad ini akan menjadi sejarah di abad mendatang dan yang terjadi abad-abad lalu telah tertulis untuk kita agar kita mengambil pelajaran. Adakah pemimpin-pemimpin anda akan menjadi pahlawan di sejarah abad men datang?

  15. bestfreeonliПg said:

    Hello everyone!

  16. Thanks very much, its very nice article, this was the one I am looking for. Thanks again Thanks.

  17. Aneh-aneh juga orang indon ini. Adalah hal yang sulit saya bayangkan, kalau seumpama orang jawa membahas dan memberikan statement yang salah atas budaya Aceh dan sebaliknya. Atau Ahli kimia membahas dan membuat statement atas ilmu ekonomi. Tapi itulah indon. Hal seperti inilah yang menyebabkan indonselalu selalu dilecehkan orang malysia, sebagai orang-orang DUNGU.
    Sebenarnya bagi saya adalah lebih indah, jika Ahli agama islam membahas keislaman dan ahli agama kristen membahas kekristenan dan janganlah sebaliknya.

    Dari berbagai pendapat islam terhadap kekeristenen yang pernah saya baca, saya sarankan, agar seluruh umat islam menyamakan persepsi atas beberapa hal.
    1. Kapan sebenarnya agama islam itu ada dan siapa yang membawanya?
    2. Siapa sebenarnya Isa (Yesus) menurut islam, dan setelah ada didunia ini, bagaimana kisah selanjutnya?
    3. Sudah samakah pendapat seluruh islam mengenai ISA
    3. Apakah Allah yang islam sembah adalah Allah yang Maha Kuasa dan Maha Tahu, yang tahu masa yang lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang?
    4. Apakah yang tertulis dalam alquran itu sebagai kebenaran mutlak yang harus dipatuhi umat islam.
    5. Siapakah sebenarnya Allah yang disembah oleh islam (baca : Allah Islam sesungguhnya)?
    6. Yang mana menurut anda Taurat dan Injil itu?
    7. Apakah benar menurut islam bahwa Taurat dan Injil telah dipalsukan? Menurut islam kapan mulai dipalsukan?
    8. Menurut islam bagaimana seharusnya ayat-ayat injil tersebut?
    9. Apakah umat islam lebih mengetahuinya dari pada Allah yang islam sembah?
    10. Apakah Allah dalam membuat keputusannya selalu konsisten atau selalu berubah-ubah?
    11. Sebagai Hakim Agung, maka Isa akan menghakimi sesuai ajarannya, lalu ajaran yang mana yang telah anda patuhi?
    12. Sudahkah ada kesatuan tafsir oleh semua umat islam atas ayat-ayat alquran?

    Dalam beberapa ayat dalam alquran, a.l. Almaidah 5:68 dan QS 5:6 diceritakan tentang Taurat dan Injil, yang dalam QS dikatakan : Kalian tidak memiliki dasar berdiri kecuali berdiri tegak pada Taurat dan Injill?
    Bagaimana pendapat islam mengenai hal ini?

    Terhadapa hal ini saya pertanyakan kembali.
    1. Apakah ayat ini merupakan kebenaran mutlah menurut islam dan harus dipatuhi?
    2. Ajaran injil mana yang telah dipatuhi oleh islam supaya dibenarkan oleh Allah islam?
    3. Apakah islam lebih mengetahui dari Allah islam, sehingga mengatakan bahwa Taurat dan Injil sudah dipalsukan?
    4. Ataukah Allah islam itu tidak maha tahu, sehingga tidak tahu bahwa injil itu suatu saat akan dipalsukan dan memerintahkan islam berdiri tegak dalam Taurat dan Injil?
    5. Seharusnya Taurat dan Injil yang benarf itu bagaimana?

    bagaimana dengan HR Bukhari 9/291?
    Ini saya tujukan kepada Fitri dan seluruh pembaca.

  18. halo semuanya…..tes

  19. saya sekedar ingin share saja mengenai cara orang berpindah agama akhir akhir ini mulai dari islam berpindah ke Kristen atau Kristen berpindah ke Islam maupun Agama agama lain yang banyakjuga seperti Hindu maupun Budaha ke agama tertentu banyak di temui di Google dengan berbagai versi mulai dari : ajakan teman melalui diskusi / dialog,bermimpi,Hidayah,menganisa kitab untuk mencari kelemahan agama tertentu untuk di jadikan bahan dialog, sebagaimana yang sedang Trend di negara negara maju.namun ada juga berpindahnya agama di karenakan masalah Ekonomi ( perut ) bahkan karena paksaan

    dari fenomena ini lah saya ingin Share kepada pak Tigor agustinus dan Umat Kristiani mensikapi perpindahan agama

    apakah ini sesuatu hal yang perlu di diskusikan ?atau perlu di cermati, karena berdasarkan analisa yang saya dapatkan rata rata Perpindahan dari Kristen ke Islam adalah orang -orang yang memiliki Pemahaman Agama nya sudah berpengalaman seperti : Pastor,Pendeta,Dosen dll.

    ini ada beberapa situs untuk analisa saja untuk bahan diskusi kita saja sebagai pertemanan di Facebook:

    http://cintaislam.org/category/gerbang-hidayah/

    http://mualaf.com/

    dan Ini panduan Alquran untuk menganilisa firman firman

    http://quranterjemah.com/?syarat_surat=yunusayat+25&syarat_ayat=&opsi=&mod=terjemah

    Semoga Bermanfaat bagi umat Manusia.

  20. Apakah Yesus Memiliki Sifat-Sifat Ketuhanan?

    Assalamu alaykum Wr. Wb.

    Saudara-saudaraku seiman dan seagama di manapun anda berada. Kita sebagai hamba-Nya telah dianugerahi akal yang istimewa oleh Allah SWT. Dengannya kita bisa berfikir, menelaah, dan menganalisa segala sesuatu. Tidak hanya akal, Allah SWT juga telah memberikan petunjuk hidup melalui Kitab Suci-Nya dan tuntunan dari Nabi-Nya. Petunjuk hidup inilah yang akan menyelamatkan setiap muslimin yang beriman dari kebodohan, kesesatan dan salah jalan. Petunjuk inilah yang mengarahkan umat dalam membagi mana yang haq (benar) dan yang batil (buruk). Petunjuk inilah yang mendatangkan kebaikan di dunia dan memberikan kenikmatan yang jauh lebih banyak di akhirat kelak saat kita menghadap-Nya.

    Kita memiliki Tuhan yang di sembah, Allah SWT. Tuhan tempat kita bernaung, memohon kemudahan jalan, mensyukuri kesenangan, dll. Tuhan yang disembah memiliki keutamaan dan kelebihan jauh melebihi manusia dan makhluk lainnya. Keutamaan Sang Pencipta tidak bisa dibandingkan dengan mansia selaku hamba-Nya yang penuh keterbatasan. Adakah kita memperhatikan Tuhan seperti apa yang kita agungkan? Tak diragukan lagi, kaum muslimin yang berakal telah mengetahui sifat-sifat Allah melalui tauhid Asma Wa Shifat dimana segalanya yang berhubungan dengan Allah bersifat Maha …, Maha …, dan Maha … Yakni Allah melebihi dari makhluk ciptaan-Nya. Jauh melebihi dan tak akan pernah selama-lamanya bisa dipersamakan dengan makhluk.

    Umat Nasrani menyembah, mengagungkan, mengharapkan, dan berdoa kepada suatu hal yang diyakini sebagai Tuhan mereka. Namun Tuhan yang mereka harapkan sebagai penyelamat ternyata memiliki sifat dan karakteristik sama seperti mereka yang menyembahnya, baik itu dari segi fisik maupun kebiasaannya. Bagaimanakah seorang manusia menyembah sesuatu yang mirip manusia dan punya kebiasan sepertinya juga? Manakala Tuhan memiliki karakter kemanusiaan, lalu dimana perbedaannya? Apa yang membedakannya dari hamba-Nya? Berikut adalah sebuah kebenaran yang berhasil diungkap dari kerancuan, kesamaran, maupun ketidak-jelasan dari sikap beragama kaum Nasrani terhadap persepsi Tuhan mereka.

    1. Apakah Tuhan Harus Melalui Proses Kelahiran?

    Jikalau Yesus itu Tuhan, lantas apakah Tuhan itu pada awalnya berupa tidak ada kemudian menjadi ada dengan diperanakkan (dilahirkan) melalui rahim seseorang? Apakah Tuhan itu harus tercipta melalui proses terbentuknya darah, daging, tulang, dan bentuk sempurna sebagaimana yang kitab Injil katakan:

    ”Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud” (Roma 1: 3)?

    Bagi orang yang berakal tentunya hal ini sangat aneh. Apakah Tuhan yang memiliki kemuliaan harus diperanakkan lewat rahim wanita dan keluar melalui liang peranakkan (vagina)? Sungguh, Tuhan itu tidak demikian dan tidak akan seperti itu. Allah SWT berfirman:

    “(Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan (dilahirkan)” (Al Ikhlas: 3)

    Maka ambillah pelajaran hai orang-orang yang beriman!!!

    2. Apakah Tuhan Merasa Lapar dan Haus?

    Jikalau Yesus itu adalah Tuhan, maka apakah ada Tuhan yang merasa lapar dan perutnya harus diisi makanan? Lalu jika ada rasa lapar, maka ada pula tuntutan rasa haus dan keinginan untuk minum demi melepas dahaga. Apakah Tuhan itu harus makan dan minum selayaknya manusia? Injil telah menyatakan ini:

    ”Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.” (Matius 21: 18)

    Juga:

    ”Keesokan harinya setelah Yesus dan ke dua belas muridnya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.” (Markus 11: 12)

    Dan pada ayat yang lain:

    ”Sesudah itu, karena Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia: Aku haus.” (Yohannes 19: 28)

    Ketahuilah, Tuhan yang maha agung jauh dari sifat seperti ini. Ini adalah sifat manusia yang membutuhkan makanan. Tidak ada satupun ayat dari Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah itu lapar dan haus, tidak pula Allah makan dan minum. Justru manusialah yang sering digambarkan oleh Al Qur’an sebagai makhluk yang membutuhkan makan dan minum. Allah SWT berfirman:

    ”Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung sinai yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.” (Al Mu’minun: 20)

    Allah SWT berfirman:

    ”Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu.” (Al Maidah: 4)

    Allah SWT berfirman:

    ”Makanan Ahli Kitab itu halal bagi kamu dan makananmu halal bagi mereka.” (Al Maidah: 5)

    Kita sebagai umat muslim meyakini bahwa Nabi Isa a.s adalah seorang utusan Allah. Beliau adalah seorang manusia yang membutuhkan makanan. Allah SWT berfirman:

    ”Isa Al Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun telah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh kepada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan.” (Al Maidah: 75)

    Allah tidak membutuhkan makanan, ini menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang agung dan tidak mengalami sakit dan kematian jika tidak makan. Justru Dialah yang menciptakan makanan. Allah SWT berfirman:

    “Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma).” (Al An’am: 95)

    Bukankah engkau telah melihat kebenaran wahai orang yang berakal?

    3. Apakah Tuhan Mengantuk dan Butuh Tidur?

    Tuhan, sebagaimana yang kita yakini, adalah Dzat Yang Maha Mulia dan Agung. Dia Maha Kuat dan Maha Sempurna. Dia tidak membutuhkan waktu istirahat dan tidur untuk mengembalikan kekuatannya. Lalu jika Yesus adalah benar-benar Tuhan, lalu mengapa ia mesti tidur? Mengapa ia sama seperti manusia umumnya yang harus beristirahat dan tidur? Injil menyatakan:

    ”Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan sebuah tilam.” (Markus 4: 38)

    Hal ini sangat tidak pantas disematkan kepada sifat Tuhan Yang Maha Berkuasa. Allah SWT berfirman:

    ”Allah, tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Al Baqarah: 255)

    Benar!!! Tidak merasa mengantuk dan tidak butuh tidur. Maha besar Allah dan segala kebenaran yang diwahyukan-Nya.

    4. Apakah Tuhan Menangis Layaknya Manusia?

    Apabila Yesus itu Tuhan, lantas apakah dia bersedih menahan derita hingga harus meneteskan air mata? Apakah Yesus merasa terharu oleh sesuatu hingga ia menangis? Hal ini ditulis dalam Injil:

    ”Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11: 35)

    Ya!! Yesus menangis seperti manusia. Dan perhatikanlah wahai orang yang beriman, Tuhan tidak menangis!!! Apabila ada yang mempertanyakan ayat mana yang paling pendek dalam Injil, maka jawabannya adalah ayat di atas.

    Al Qur’an tidak pernah menyebutkan bahwa Allah bersedih hati dan dibuat terharu oleh sauatu apapun. Sebaliknya, Allah tidak memiliki sifat seperti manusia dan Dia takkan pernah bisa dibandingkan dengan manusia, Allah SWT berfirman:

    ”Dan tidak ada yang setara dengan-Nya.” (Al Ikhlas: 4)

    Maka bangun dan sadarlah dari tidur panjangmu hai orang yang berakal!!!

    5. Apakah Pengetahuan Tuhan Terbatas?

    Sekali lagi, jika Yesus adalah Tuhan, lantas mengapa ia tidak maha tahu? Mengapa pengetahuan-Nya terbatas? Simaklah apa yang ditulis dalam Injil:

    ”Dan dari jauh Ia (Yesus) melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.” (Markus 11: 13)

    Apa yang janggal dari ayat di atas? Jawabannya yakni Yesus tidak mengetahui kapan musim buah ara. Jika ia seorang Tuhan, maka pastilah pengetahuannya tak terbatas. Pastilah ia tahu kapan saatnya pohon ara sedang berbuah. Namun karena Yesus tidak tahu kapan musim buah ara, maka ketika ia mendekati pohon itu dia tak dapat apa-apa selain pohon yang berdaun tanpa buah. Hal ini bertentangan dengan sifat Tuhan Yang Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. Allah SWT berfirman:

    “Muhammad berkata: Tuhanku (Allah) mengetahui perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Al Anbiya: 4)

    Juga firman-Nya:

    “Sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui.” (Al Hijr: 86)

    Ayat yang teramat sangat jelas menerangkan kepada hamba-Nya bahwa Dialah Yang Maha Mengetahui. Maka di dalam perkara ini terdapat tanda kebesaran-Nya bagi mereka yang meyakini.

    6. Apakah Tuhan Bisa Digoda Setan?

    Tuhan Yang Maha Besar tidak bisa diganggu dan dipersulit oleh ciptaan-Nya. Tuhanlah yang menciptakan makhluk; baik itu manusia, hewan, setan (jinn), batu, tanaman, dll. Apakah sang pencipta yang maha berkuasa dapat diganggu oleh ciptaannya? Tidak akan bisa!!! Perhatikan keanehan yang dinyatakan Injil berikut ini:

    ”Segera setelah itu Ruh Kudus (Jibril) memimpin Dia (Yesus) ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal selama 40 hari lamanya, digodai oleh iblis.” (Markus 1: 12-13)

    Yesus yang diklaim sebagai Tuhan digoda oleh iblis terkutuk ketika ia berada di gurun pasir. Tuhan macam manakah yang bisa digoda oleh setan? Di mana posisi kekuatan dan kebesarannya jika Tuhan itu digoda, diganggu, dan dirayu oleh setan yang hina? Hanya manusia yang bisa digoda setan sehingga ia terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Sesungguhnya hal ini sangat jelas bagi hamba yang beriman lagi berakal dalam membedakan mana yang benar dan mana yang keliru. Al Qur’an yang mulia menjelaskan bahwa Allah tidak bisa diganggu oleh setan, bahkan sesungguhnya setan (jin) itulah yang takut dan lemah kepada-Nya. Para jin berkata:

    ”Kami (jin) tidak akan mampu melepaskan diri dari (kekuasaan Allah) di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri (dari) Nya.” (Al Jinn: 12)

    Maha benar Allah dan apa yang Ia firmankan dalam Kitabullah. Jin bahkan merasa bahwa mereka mendapat ancaman siksa jika mereka ingkar kepada Tuhan-Nya. Bukalah matamu lebar-lebar wahai pencari kebenaran!!!

    Baiklah, sampai di mana kita sekarang? Kita telah mengetahui Tuhan seperti apa yang disembah orang Nasrani. Jelas sekali perbedaannya dengan Tuhan kita yang satu dan Maha Agung. Perbedaannya sungguh jelas bisa dilihat oleh mata tanpa bantuan mikroskop maupun kaca pembesar. Sungguh bisa jelas dilihat bagaikan bulan purnama yang bersinar terang di tengah gelapnya malam. Dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dari sesatnya pemikiran kaum kuffar. Cukuplah Allah sebagai pelindung…

    Wassalamu alaykum Wr. Wb.

  21. AYAT-AYAT INJIL YANG KONTRADIKTIF

    In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful.

    Kaum muslimin yang semoga di rahmati Allah, segala puji dan syukur hanya kepada-Nya yang telah banyak memberi kenikmatan dan kemudahan jalan. Dialah yang Maha Pemurah dan Maha Penerima Tobat. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan kita meyakini bahwa Muhammad SAW adalah benar-benar utusan-Nya. Kitab Al Qur’an adalah kitab suci yang berasal dari Allah dan di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi umat. Al Qur’an tidak terdapat keraguan di dalamnya, kitab yang membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, termasuk Injil.
    Kita sebagai umat muslim meyakini bahwa Injil yang dipegang oleh kaum Nasrani sekarang bukanlah Injil Isa, bukan pula Injil asli, namun Injil saat ini hanyalah kitab tulisan manusia dimana keasliannya sudah sangat diragukan. Mengenai sejarah pembukuan Injil, tidak akan dibahas di sini. Kali ini hanya mengutip sebagian kecil ayat-ayat Injil yang matannya (isinya) bertentangan atau paling tidak terdapat kerancuan di dalamnya.

    1. Mana yang benar, 3 tahun kelaparan atau 7 tahun kelaparan?
    ”Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya, ’Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelapran di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau?’” (Kitab 2 Samuel 24:13)
    ”Kemudian datanglah Gad kepada Daud, berkatalah ia kepadanya, ’Beginilah firman Tuhan: Haruslah engkau memilih. Tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya engkau melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau?’” (Kitab 1 Tawarikh 21:11-13)
    Perlu dicatat, perbedaan lafaz antara dua ayat di atas tidak ditemukan dalam Injil kami (terbitan Lembaga Alkitab Indonesia, cet. 19 thn. 2008). Bunyi dari Samuel pasal 24 ayat 13 tersebut berbunyi ”tiga tahun kelaparan” sehingga tidak ada perbedaan dengan Tawarikh pasal 21 ayat 12 dan 13. Kemungkinan Injil kami adalah yang telah dipalsukan dan dirubah ayat-ayatnya agar tidak nampak kedustaan di dalamnya. Hai kaum Nasrani!!! Kenapa kalian berani sekali merubah ayat-ayat ”Tuhan”? Engkau telah mempermainkan agamamu sendiri…

    2. Mana yang benar, 8 tahun atau 18 tahun?
    ”Yoyakhin berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan sepuluh hari lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan.” (Kitab 2 Tawarikh 36: 9)
    ”Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya Nehusta binti Elnathan, dari Yerusalem.” (Kitab 2 Raja-Raja 24: 8)
    Perbedaan matan 8 dan 18 tahun tak ditemukan dalam Injil kami (terbitan Lembaga Alkitab Indonesia), kemungkinan telah dirubah dan dipalsukan agar tertutup dengan rapi cacat-cacatnya.

    3. Hmmm…. Tuhan atau Iblis?
    ”Bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya, ’Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.’” (Kitab 2 Samuel 24: 1)
    ”Iblis bangkit melawan orang-orang Israel dan membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.” (Kitab 1 Tawarikh 21: 1)
    Kali ini, perbedaan dua ayat di atas antara Tuhan dan iblis terdapat dalam Injil kami. Mungkin penerbit kitab tersebut lalai dalam memalsukan hal ini, atau mereka merasa hal ini tidak penting.

    4. Membingungkan, 700 kuda atau 7.000 kuda? Mengendarai kuda atau berjalan kaki?
    ”Tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu 700 ekor kuda dan 40.000 orang pasukan berkuda, Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.” (Kitab 2 Samuel 10: 18)
    ”Tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu 7.000 ekor kuda dan 40.000 orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh, panglima tentara itu dibunuhnya.” (Kitab 1 Tawarikh 19: 18)
    Pada Injil kami, kesalahan angka 700 dan 7.000 terdapat di dalamnya, begitu pula berkuda maupun berjalan kaki. Sekali lagi, penerbit Injil tersebut lalai dalam memalsukan kebohongannya. Semoga Allah menyegerakan kehancuran bagi mereka…

    5. Lagi-lagi soal angka!!! 2.000 atau 3.000?
    ”Tebal ’laut’ itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. ’Laut’ itu dapat memuat 2.000 bat air.” (Kitab 1 Raja-Raja 7: 26)
    ”Tebal ’laut’ itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. ’Laut’ itu dapat memuat 3.000 bat air.” (Kitab 2 Tawarikh 4: 5)
    Angka 2.000 dan 3.000 tertulis dalam Injil kami…

    6. Silsilah dari Daud hingga Yesus ada dua versi.
    Versi pertama berjumlah 28 orang:
    Daud Sulaiman Rehabeam Abia Asa Yosafat Yoram Uzia Yotam Ahas Hizkia Manasye Amon Yosia Yekhonia Sealtiel Zerubabel Abihud Elyakim Azor Zadok Akhim Eliud Eleazar Matan Yakub Yusuf Yesus (Menurut Matius 1: 6-16)
    Perhatikan versi kedua berjumlah 43 orang:
    Daud Natan Matata Mina Melea Elyakim Yonam Yusuf Yehuda Simeon Lewi Matat Yorim Eliezer Yesua Er Elmadam Kosam Adi Malkhi Neri Sealtiel Zerubabel Resa Yohanan Yoda Tosekh Simei Matica Maat Magai Hesli Nahum Amos Matica Yusuf Yanai Malkhi Lewi Matat Eli Yusuf Yesus (Menurut Lukas 3: 23-31)
    Aneh bukan??? Dan luar biasa aneh!!!

    7. Tak seorangpun naik ke surga, tapi nyatanya ada yang naik ke surga!!!
    “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari Surga, yaitu Anak Manusia.” (Yohanes 3: 13)
    “Lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai.” (2 Raja-Raja 2: 11)
    Lho!!! Kok katanya tidak ada yang naik ke surga?

    8. Apakah Saul meminta petunjuk/bertanya kepada Tuhan atau tidak di kala menghadapi tentara Filistin?
    ”Dan Saul bertanya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak menjawabnya, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para Nabi.” (1 Samuel 28: 6)
    ”Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap Tuhan, oleh karena ia tidak berpegang pada firman Tuhan, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwaqh, dan tidak meminta petunjuk Tuhan. Oleh sebab itu Tuhan membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja kepada Daud bin Isai.” (1 Tawarikh 10: 13-14)
    Apa yang harus saya katakan? Pertentangan ayat dalam Injil sudah menjadi hal yang biasa… Mengapa??? Karena Injil yang sekarang adalah “human made”, bukan wahyu Tuhan. Dan hasil karya manusia takkan luput dari kesalahan.

    9. Yesus berkata bahwa dia takkan membiarkan seorangpun binasa!!! Apa benar?
    Yesus berkata, ”Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tak seorangpun kubiarkan binasa.” (Yohanes 18: 9)
    Yesus berkata, ”Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” (Yohanes 17: 12)
    Yesus berkata demikian, lalu ia berubah pikiran hingga harus mencabut kata-katanya. Kami memaklumi, Yesus adalah seorang manusia, dia bisa benar dan bisa saja salah!!!

    10. Berdosa dan tidak berdosa!!!
    ”Apabila mereka berdosa kepada-Mu – karena tidak ada manusia yang tidak berdosa – dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh.” (2 Tawarikh 6: 36)
    ”Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih Ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tak dapat berbuat dosa. Karena ia lahir dari Allah.” (1 Yohanes 3: 9)
    Jadi yang mana yang benar??? Apa saya harus tenang-tenang saja karena saya dijamin tidak berdosa seperti apa yang dikatakan kitab 1 Yohanes 3: 9, ataukah saya harus waspada karena takut akan melakukan dosa seperti yang dikatakan kitab 2 Tawarikh 6: 36??? Ada yang bisa bantu saya?

    11. Bisakah Tuhan dilihat manusia? Bisakah dan bisakah?
    Versi pertama: ”Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah” (Yohanes 1: 18); ”Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tak dapat melihat-Nya” (1 Timotius 6: 16); ”Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang wajah-Ku dapat hidup” (Keluaran 33: 20).
    Versi kedua: ”Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel. Lalu mereka melihat Allah Israel” (Keluaran 24: 9-10); ”Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: Aku telah melihat Allah berhadapan muka” (Kejadian 32: 30).
    Jadi, yang mana yang mendekati kebenaran? Katanya tak seorangpun pernah melihat Allah (Yohanes 1: 18), lalu mengapa sampai ada tujuh puluhan orang yang melihat-Nya (Kejadian 32: 30)? Apa anda merasa aneh??? Jangan khawatir, anda tidak diharapkan untuk mempercayai ayat-ayat konyol di atas…

    12. Manakah yang lebih disukai Tuhan, tempat terang atau gelap?
    ”Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri” (1 Timotius 6: 16).
    ”Pada waktu itu berkatalah Solomo: Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Dia memutuskan untuk diam dalam kegelapan” (1 Raja-Raja 8: 12).
    Bisakah anda lihat perbedaannya?

    13. Mengapa harus menyesal???
    Versi pertama: ”Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta. Bukan anak manusia sehingga Ia menyesal” (Bilangan 23: 19).
    Versi kedua: ”Dan menyesallah Tuhan karena malapetaka yang dirancang-Nya atas umat-Nya” (Keluaran 32: 14).
    Mengapa Tuhan harus menyesal???

    14. Ayat-ayat kembar!!! Kali ini kebalikan dari 6 point di atas, tiada beda…
    Kitab 2 Raja-Raja pasal 19 dan Yesaya pasal 37

    ”Segera sesudah Raja Hizkia mendengar itu, dikoyakanlah pakaiannya dan diselubungi badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.” (Kitab 2 Raja-Raja 19:1)
    ”Segera sesudah Raja Hizkia mendengar itu, dikoyakanlah pakaiannya dan diselubungi badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.” (Yesaya 37: 1)

    Dan juga:
    ”Ketika pegawai-pegawai Raja Hizkia sampai kepada Yesaya.” (Kitab 2 Raja-Raja 19: 5)
    ”Ketika pegawai-pegawai Raja Hizkia sampai kepada Yesaya.” (Yesaya 37: 5)

    Lalu:

    ”Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya: kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.” (Kitab 2 Raja-Raja 19: 14)
    ”Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya: kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.” (Yesaya 37: 14)

    Serta:

    ”Sebab itu, berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.” (Kitab 2 Raja-Raja 19: 36)
    ”Sebab itu, berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.” (Yesaya 37: 36)

    Empat belas point yang menerangkan bahwa terdapat banyak pertentangan dalam Injil yang (katanya) merupakan referensi kehidupan beragama umat Nasrani. Mengapa Kitab dari Tuhan bisa mengalami banyak kontradiktif? Apakah Tuhan (entah itu Bapa, Anak, atau Roh Kudus) harus meralat tulisan-tulisannya? Apakah Tuhan melakukan kesalahan sehingga harus ada proses pengeditan? Mengapa Tuhan tidak konsekuen dengan perkataannya di satu tempat dan di tempat lain??? Mengapa… Mengapa… dan Mengapa…???
    Aaahhh… Untuk apa aku terlalu sibuk mempertanyakan hal itu??? Toh telah kita ketahui jawabannya: ”Karena Injil yang sekarang bukan berasal dari Tuhan.” Ya!! Jawaban yang sangat memuaskan dan masuk akal. Akan tetapi apakah para pengikut kitab ini bisa memahami segala bentuk kekeliruan ini??? Ini terlalu sulit untuk dibahas. Cukuplah kami sebagai pemberi peringatan dan Allah yang memberi hidayah agar mereka sadar dari tidur panjangnya.
    Yaa ayyuhal muslimuun… Telah nampak di hadapan kita kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam Injil. Semoga ini memperkuat iman kita bahwa hanya Islamlah yang benar dan hanya Al Qur’an saja yang masih murni berasal dari Tuhan tanpa ada cacat dan pertentangan di dalamnya. ”Kalau sekiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (An Nisaa: 82).

  22. kenapa sih agama slalu diperdebatkan, padahal agama itu hanya ciptaan manusia. Tuhan tidak pernah menciptakan agama dalam bentuk institusi. Islam adalah sikap, sikap berserah diri kepada Tuhan, sehingga Kristen atau Yahudi bahkan Hindu Budha yang berserah diri kepada Tuhan pada dasarnya adalah islam dan seluruh alam jagad raya ini juga berislam. Lalu siapakah Tuhan itu? yang jelas Tuhan tidak menyerupai apapun (QS.42:11) termasuk tuhan yang ada dalam pikiran kita masing2. Tidaklah mungkin kepala kita yang kecil dapat memuat Tuhan yang meliputi alam semesta dan berada diluar dimensi ruang dan waktu.

  23. kepada welcome to alis….

    tulisan anda itu lah yang sudah merubah rubah ayat di Alkitab, karena semua tulisan anda itu tidak ada yang benar , jadi kemungkinan alkitab yang anda baca itu adalah alkitab versi anda sendiri.

    Trus, mengenai alquran juga buatan tangan manusia. Kamu tahu sendiri kan Muhammad adalah seorang yang tidak dapat membaca dan tulis. Jadi siapa yang menulis alquran, sudah pasti manusia yaitu orang orang suruhan muhammad sendiri. jadi kalau orang -oran yang disuruh itu menulis ayat ayat yang anda katakan dari Allah, yah bisa saja yang mereka tulis ntah apa aja dan berusaha menuliskan apa yang mereka kehendaki, jadi bukan asli dari Allah lagi. tulisan tulisan itu kan ditulis diberbagai wadah, seperti kulit hewan, dll.

    Kedua, Ketika muhammad sering melakukan perang, ayat-ayat yang ditulis tadi ada yang hancur, ada yang hilang, dll. Lalu dibuatlah rekonstruksi ayat-ayat tadi, sehingga ketika ditulis kembali sudah tidak asli dua kali.
    dan ketika ditulis kembali, mereka menuliskan berdasarkan keinginan sendiri sehingga apa yang tertulis di Alkitab, mereka tuliskan di alquran tetapi berdasarkan versi mereka yang penting bertentangan dengan apa yang sudah tertulis di Alkitab.

    jadinya yah seperti sekarang ini, kristen dan muslim saling berdebat dan merasa masing-masing paling benar.

  24. assalammu’alaikum lam kenal

  25. assalmualaikum kawan kawan..

    saya hanya ingin bertanya kepada umat nasrani…

    tolong sebutkan salah satu ayat di injil yang menyebutkan Yesus itu Tuhan, atau Yesus mengaku bahwa dirinya Tuhan..?

    Dan jika Yesus itu Tuhan.. Waktu Yesus di salib dia menyebutkan ‘Eli, Eli, lama sabakhtani’.
    dan kalau tidak salah Eli itu bahasa Ibrani yg berarti Tuhan.
    Berbicara kepada siapa Yesus itu?

    pertanyaan terakhir.. kenapa Injil atau Al Kitab itu bisa di revisi oleh umat nya…
    seperti King james bible tahun 1951 ada beberapa ayat yg dihilangkan..
    lalu tahun 1971 ayat itu di kembalikan lagi..

    Apakah mungkin al kitab itu buatan manusia?

    Allah bersabda tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah.

    Kita umat muslim mengakui ada nya nabi Isa, tapi kita percaya sesudah itu Allah mengutus nabi Muhammad sebagai pembawa agama paling sempurna..

    Terima kasih kawan2

    wallaikum salam

  26. @Mr Jhony Walker

    apakah mr. jhon tau hadist itu apa?

    coba cari hadist itu di AL QUR’AN..

    Hadist itu bukan Kitab Mr. Jhon.. dan Nabi Muhammad juga bukan tuhan, tapi manusia yg di muliakan oleh ALLAH…

    itu bedanya AL Qur’an dengan Injil… Al Qur;an hanya berisi firman ALLAH SWT, dan bukan hadist..
    itu beda buku..

    kalau di Injil banyak campur tangan.. ada Firman Tuhan, ada Hadist dari Yesus, dan ada pandangan atau cerita orang ketiga…

    Mr. jhon tau tidak alasannya knp Nabi Muhammad menikahi Aisyah yg notabene berumur jauh lebih muda..??

    alasannya adalah.. Nabi Muhammad menikahi wanita yang menjanda, yang miskin, yang terbuang, dan yatim piatu.. untuk dipenuhi kebutuhannya,diangkat derajatnya…

    anda tahu kenapa harus di nikahi ‘yang bukan berarti di tiduri’.. karena pada zaman dahulu jika seorang laki2 yg tidak ada hubungan sedarah atau saudara tinngal bersama itu tidak di perbolehkan… untuk menghindari fitnah..

    Nabi Muhammad hanya ingin mencotohkan kepada umat Islam sedunia dan sejagat, untuk saling membantu dan menolong orang yg sedang dalam kesusahan dan penderitaan tanpa membeda beda kan siapapun itu

    Kami percaya Nabi Isa itu utusan ALLAH, bukanlah TUHAN…

    ashadu allailahailallahh (tiada TUHAN selain ALLAH)
    wa’ashadu anna muhammad rasulullah (Nabi Muhammad Utusan Allah)

  27. @Raden

    (2) Yesus ‘dibangkitkan’ oleh Allah Bapa bagi membuktikan bahwa Yesus sebagai Kalamullah@ Firman-Nya sungguh sudah mengambil tubuh manusia dan benar2 sudah mati! Itu sebagai respon kepada tuduhan dari kaum gnostik bahwa Yesus hanya ‘menyamar’ dan kematian-Nya semu-semu (pura2 mati).

    jadi sebenernya siapa yg Tuhan bagi umat nasrani?? Yesus?? Bapa?? Allah?? atau Roh kudus??

    kalau saya baca siapa yg membangkitkan dia ‘Yesus’? jawabannya adalah ‘Tuhan’

    Berarti sudah jelas kan Yesus itu bukan Tuhan…

    Tolong cepat di balas ya.. kalau ada yg mau debat dengan saya add YM saya aja ya..

    raka_eleonard@yahoo.com

  28. Setahu saya—TIDAK ADA SEPOTONG AYATPUN ..DIDALAM kitab suci Al-Qur’an….YANG MENYATAKAN…bahwa NABI ISA ALAIHISSALAM …AKAN HIDUP LAGI…atau ..AKAN TURUN / NAIK ke DUNIA lagi. ( setelah diwafatkan ).MENJELANG KIAMAT..apabila yang namanya kebangkitan NABI ISA as ini terjadi …berarti ..ADALAGI..RASUL..setelah MUHAMMAD saw….Wallahu’alam….wassalam.

  29. m rizki sk8 said:

    @TheSalt Asin :
    anda persis seperti yang dikatakan di alquran! suka memutarbalikan ayat alquran! jelas2 dengan sangat gamblang ditulis di alquran:
    Maryam lalu membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang pezina Maka Maryam menunjukkan anaknya kepada mereka. Mereka berkata, Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan??. Berkata Isa, sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (MARYAM 23-33)

    mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka (QS 4:1577)

    anda sebenarnya pernah baca alquran atau tidak? anda kalau ingin tau alquran tanya ke pada ulama yng mengerti alquran..bukan kepada pendeta dari kalangan anda yang saya yakin mereka sendiri tidak memahami benar kitab mereka! sya tidak peduli mau anda sembah siapa atau apa karena itu bukan urusan saya. tapi urusan anda dengan ALLAH SWT dan anda sendiri yang mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak. jadi sekali lagi saya tidak peduli! tetapi saya sangat peduli bila agama saya { ISLAM}, KITAB SAYA{ALQURAN},NABI SAYA{MUHAMAD SAW} anda coba tafsirkan dan putarbalikan dengan tafsir anda pribadi karena kedengkian anda! sudah kewajiban saya dan umat muslim di dunia membela agamanya bila islam difitnah! wasamuallaikum! { kecelakaan bagi kamu}

  30. @thesaltasin

    makannya Al Qur’an itu di hatam kan dulu jd tau isi Al Quran…
    hhahhahaaha…

    Saya sangat setuju dengan @m rizki sk8…
    liat saja kalau Ustad berkhotbah tidak harus baca Al Quran, karena mereka hafal isi dan artinya dari Al Quran..
    tapi kalau pendeta… mereka harus selalu memakain al kitab…

    itu lah kelebihan Al Quran, isi dan dan artinya mudah untuk di pahami,….

  31. Gak penting banget sih lu.... said:

    Buat saudara saudaramuslim,
    Mohon maaf bila tulisan ini sedikit menyinggung tetapi kebenaran harus disampaikan:
    1. Fakta Alquran sudah tidak asli lagi. Alquran yang saudara-saudara pegang saat ini bisa dikatakan puluhan persen sudah tidak sama dengan Firman Allah yang disampaikan.
    Mengapa?
    1. Allah tidak pernah berbicara langsung kepada Muhammad dalam menyampaiakan firmannya, tetapi oleh perantara malaikatNya. Beberapa ayat diketahui disampaiakn oleh Jibril tetapai selebihnya tidak jelas bagaimana cara dan siapa yang menyampaiakan.
    2. Kondisi Muhammad yang saat itu buta huruf, bahkan ketika ada suara menyuruhnya “bacalah” , dia masih tidak dapat membaca dan menulis malahan , muhammad lari ketakutan.
    3. Dengan kondisi tersebut maka sudah jelas bahwa ada orang lain yang diminta muhammad untuk menuliskan pesan-pesan yang dia dengar. Baik yang ceritanya dia dengar dari Jibril atau suara-suara lain yang tidak jelas siapa menyampaiakan pesan tersebut.
    4. Karena muhammad buta huruf maka orang orang yang diminta menuliskan dapat menyelewengkan pesan -pesan tersebut. Coba sebutkan siapa-siapa penulis setiap surat di Alquran.
    5. Muhammad seperti diketahuia sangat sering melakukan perang, dalam kondisi seperti ini diketahui bahwa surat-surat yang ditulis pada wadah kulit hewan, dll ada yang hilang, rusak, tercecer. Ada upaya untuk memperbaikinya, sehingga pesan awal sudah tidak sama lagi dengan pesan yang ditulis kembali.
    6. Peperangan yang sering terjadi saat itu diantaranya adalah peperangan melawan kerajaan yang dapat dikatakan memiliki keyakinan Kristen. Kebencian dan permusuhan ini semakin menambah alasan untuk merubah ayat ayat atau pesan awal yang disampaikan oleh malaikat atau suara -suara yang di dengar muhammad.
    7. Sudah jelas dengan demikian bila dibandingkan dengan Alkitab yang sudah berumur ratusan tahun sebelum adanya pesan-pesan kepada muhammad tadi, pasti terdapat topik yang sama tetapi berbeda maknanya. Contoh mengenai siapa yang dikurbankan Abraham. Taurat menuliskan yang dikurbankan Abraham adalah isak karena Isak adalah anak kandungnya dari istrinya sedangkan ismail adalaha anak dari hambanya hagar yang dalam budaya dan keyakinan saat itu, harus mempersembahkan hal yang terbaik. Saat itu juga ismail dan ibunya hagar sudah diusir karena sarah istri Abraham memintanya. Alquran yang ditulis oleh orang Arab, menuliskan ismillah yang dikurbankan….(nah ini dia ego dari si penulis)
    ‘Bukti saat ini:
    1. Coba baca Alquran dari awal…..banyak sekali hal-hal yang bisa dipertanyakan. Mengapa? Alquran yang ada saat ini sudah dilengkapi dengan titik, koma, titik diatas huruf atau dibawah, dll. Alquran awal yang ditulis adalah Alquran dengan tulisan Arab gundul. Bayangkan saja bila ditambah tambahkan akan dapat menimbulkan makna yang berbeda. lalu berdosalah orang-orang yang sudah merubah huruf huruf dan kalimat sehingga memiliki makna berbeda.
    2. karena membuat bingung yang membacanya maka pemuka-pemuka agama islam perlu membuat tafsiran dari ayat ayat tersebut. Beda ahli beda pula tafsirnya. Yang namanya manusia memiliki akal pikiran yang terbatas demikian juga dalam menafsirkan. Terkadang penafsirannya bisa saja dibuat yang penting membuat umat yakin…..dan percaya dengan agama yang dipegangnya.
    3. Padahal bila dibaca di surat Albaqarah disampaikan bahwa:
    AL-Baqarah 4-5:
    4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran)yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
    Kalau mau menjadi orang yang beru…ntung berimanlah jugalah kepada Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu.

    Jelas sekali ini bahwa sebenarnya orang-orang muslim juga dituntut untuk beriman kepada Taurat dan Injil, tetapi orang-orang arab saat itu atau orangmuslim saat itu merasa tidak enak dengan ayat ini, sehingga mereka menciptakan doktrin yaitu: Alkitablah yang sudah dirubah-rubah. Kalau tidak…pasti umat muslim sedunia akan merasa cemas……dan tidak begitu yakin dengan pegangannya.

    5. Coba baca Alquran…..dari awal maka akan banyak sekali ayat ayat dalam satu surat (padahal masih berurutan) ternyata tidak nyambung sama sekali. Untuk menjawab ini maka saudara muslim mendapat doktrin bahwa ayat yang satu mungkin saja bersambung ke ayat lainnya yang tidak berada dalam satu surat….Bayangkan itu…..Kenapa begitu, hal inibisa saja terjadi karena pesan/ ayat ayat itu sudah tidak asli lagi dan dicoba untuk dituliskan kembali….sehingga sering ketika dibaca…….gak jelas arah dan maknanya dan selanjutnya…..terpaksa membaca tafsir-tafsir yang dibuat oleh ahli ahli agama islam…yah….manusia juga yg memiliki keterbatas akal pikiran, dan memiliki ego dan fanatisme agamanya.

    Salah satu contoh ayat berikut:
    Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah
    dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali
    dengan (alasan) yang benar,dan tidak berzina, barang siapa yang
    melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)
    dosa(nya),(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia… akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina (Al-Furqaan 68-69).

    Kontradiksi gak sih…..

    karena itu saudara-saudara, kita tidak usah sok benar sendiri lihat dahulu kekurangan kita sebelum menghakimi orang lain.
    Alquran ditulis oleh manusia……..pesannya disampaiakan beberapa oleh Jibril dan selebihnya tidak tahu siapa, dan seterusnya sehingga terjadi degradasi dari pesan Allah yang awal.

    Pohon ….baik tidaknya pohon itu dilihat dari buahnya. Lihat saja hatimu…..penuh dengan kebencian…..jikalau Allah penuh dengan kebencian, niscaya kita semua manusia yang berdosa ini akan masuk neraka. Tetapi Allah memiliki kasih yang amat besar……..untuk itu mari saling mengasihi…….
    Masalah kebenaran….masuk surga …biar menjadi hak sepenuhnya……Tuhan Allah.

  32. to gak penting banget ….

    Keaslian al Qur’an mudah sekali dibuktikan bung ….

    Ini disebabkan karena penulisan teks teksnya mempergunakan sistim interlock dengan bilangan 19 secara konsisten ….. artinya jumlah surat, jumlah ayat , hingga jumlah huruf hurufnya , adalah kelipatan dari bilangan 19 …

    Hal ini baru diketahui pada akhir abad 20 ….anda bisa menghitung sendiri tentu saja harus mempergunakan komputer untuk menghitungnya …..

    kalau anda malas membuktikannya …. silakan search lewat google berbagai artikel yang mengulasnya dengan keyword keajaiban al Qur’an ,atau keajaiban angka 19 … dll …

    tidak ada kitab suci manapun yang dibuat dengan sistim interlock seperti dalam Al Qur’an …. dan tidak mungkin ada seorangpun yang mampu membuat kitab semacam Al Qur’an yang berisi hukum, sejarah, janji dan ancaman Allah serta aturan ibadah dan muamalah dengan sistim interlock secara konsisten ….

    dan dengan adanya sistim interlock tersebut … maka dengan mudah pula diketahui jika ada pemalsuan al Qur’an …. Allah menjaganya dengan cara tersebut …. disamping dengan dimudahkannya orang orang yang hafal al qur’an … baik orang yang secara native speaker berbahasa arab maupun bahasa selainnya di seluruh dunia ….

    ========
    @
    Jelas sekali ini bahwa sebenarnya orang-orang muslim juga dituntut untuk beriman kepada Taurat dan Injil, tetapi orang-orang arab saat itu atau orangmuslim saat itu merasa tidak enak dengan ayat ini, sehingga mereka menciptakan doktrin yaitu: Alkitablah yang sudah dirubah-rubah. Kalau tidak…pasti umat muslim sedunia akan merasa cemas……dan tidak begitu yakin dengan pegangannya.

    >>>>>>>
    muslim meyakini adanya perubahan alkitab dari pemberitaan di al Qur’an ……

    jaman sekarang sangat mudahuntuk membuktikan ketidak aslian alkitab …..kunjingilah situs resmi kristen ini … dan silakan membuktikan sendiri kepalsuan alkitab ….

    http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=1Yoh&chapter=5&verse=7

    Anda akan sampai kepada 1Yohanes 5:7 yang merupakan SATU SATUNYA LANDASAN pengajaran TRINITAS dari beberapa edisi alkitab …. dan lihatlah sendiri bagaimana jauh berbedanya muatan isi. dari berbagai edisinya

    ada 5 macam PERBEDAAN ISI dari bermacam edisi alkitab 1Yoh 5:7 yang diakui kristen

    1 ,” ada 3 saksi di sorga yaitu Bapa, Firman dan Roh Kudus” pada alkitab TL ,MILT ,ENDE , Klinkert dan Leydekker

    2. “Ada tiga saksi:” pada alkitab BIS

    3 “Adapun Roh itu ialah yang bersaksi, karena Roh itu ialah yang benar.” pada alkitab Shellabear dan Melayu Baba … (saksinya hanya ROH saja dan lagi bukan roh kudus)

    4 “TIDAK ADA AYATNYA SAMA SEKALI ” alias KOSONG MELOMPONG pada alkitab edisi FAYH 1989

    5. ditambahkannya tanda kurung (… ) pada edisi alkitab TB 1974 yang artinya adalah sisipan oleh penulis

    nah yang semacam ini nih contoh amburadulnya kitab suci alkitab yang katanya di inspirasikan langsung oleh Tuhan …. yang menunjukkan adanya pengubahan pengubahan yang disengaja …

    amburadulnya alkitab tidak hanya pada landasan doktrin trinitas saja … riwayat tokoh sentralnya Yesus mulai dari silsilahnya, …kelahirannya…., hingga kematiannya pun penuh dengan kontradiksi dan error historis dari keempat injil yang ada… dan orang kristen masih saja menganggap alkitabnya sebagai kitab suci …. padahal yang namanya kitab suci semestinya bebas dari error sekecil apapun …

    sedangkan pemalsuan / pengubahan yang terjadi pada alkitab perjanjian lama secara eksplisit tertulis dalam ratapan Nabi Yeremia …. silakan dicerna mengapa Nabi Yeremia meratap seperti ini …

    Yeremia 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, PENA PALSU penyurat sudah membuatnya menjadi BOHONG.

  33. Assalamu’alaikum ….lama gak anjang sana , bagaimana kabar nya Fitri ?

    Buat gak penting banget …..
    saya ajak saudara berfikir sedikit ……bisa ?

    saya tanya kitab anda …..kitab suci atau tidak ?
    jika ada satu saja kwsalahan apakah pantas disebut kitab suci ?
    jika ternyata kesalahan itu bukan hanya satu …tetapi hingga ratusan …?
    apakah masih anda anggap kitab itu kitab suci ?
    bagaimana jika hal itu ternyata ada pada kitab anda ?
    bagaimana sikap anda ?
    soal ayat2 apa saja itu ……………………bisa anda baca di google .
    klik saja kesalahan2 dan ketidak samaan dalam kitab alkitab dan injil

    Jadi grayahi dulu jitok sampeyan sebelum berkomentar ……he he he
    opo yo bahasa indonesiae jitok ? ……………..

  34. Wah, seru ya…
    Jadi makin yakin sama akidah, La Ilaha Ilallah

  35. sekedar mampir

  36. I’ve learned a lot from your blog here,Keep on going,I will keep an eye on it,One more thing,plz visit my websites:specialties,specialties,specialties

  37. Wow,Fantastic article,it’s so helpful to me,and your blog is very good,I’ve learned a lot from your blog here,Keep on going,my friend,I will keep an eye on it,One more thing,thanks for your post!welcome to [url=http://www.walkietalkiereview.info]walkie talkie review[/url].

  38. INJIL MEMBANTAH KETUHANAN YESUS.

    Islam adalah satu-satunya agama yang menyatakan dan meyakini adanya Tuhan yang sempurna. Artinya, bahwa Dia tiada memiliki sekutu baik dalam tabiat maupun sifat�-sifat-Nya. Seperti dalam firman-Nya:

    “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (Al-Ikhlash: 1-4)

    Baru-baru ini di Benoni, Afrika Selatan, ada seorang penginjil yang kurang mahir dalam ilmu agama, tapi ia suka mengagung-�agungkan waham pribadinya. Dia menyatakan bahwa dirinya adalah utusan Al Masih, yang ditugaskan Allah untuk mengkris�tenkan kaum Muslimin.

    Karena ia seorang advokat, tentu saja ia memiliki kemahiran dalam bersilat lidah. Ia malah berani menggunakan Al-Qur’anul Karim sebagai dalil khotbahnya, meskipun menyimpang dari tujuan dan pengertian yang sebenarnya. Ia memang sama sekali tidak memahami sepatah katapun bahasa Arab. Ia ingin agar kaum muslimin mengimani bahwa Isa As adalah Tuhan juga, padahal ini suatu akidah yang amat buruk bagi kita, kaum muslimin. Akidah ini amat bertentangan dengan kesempurnaan Allah Ta’ala yang mutlak.

    Dengan berbagai cara orang ini berupaya memutar-balikkan jalan kebenaran. Namun Allah Swt berfirman:

    “Katakanlah (Muhammad): “Telah datang kebenaran (Islam) dan telah hancur kebatilan. Sesungguhnya yang batil Itu pasti akan hancur.” (A1-Isra: 81)

    Dengan demikian jelaslah, segala daya upaya orang tidak akan berhasil, karena jalur kebenaran itu tidak dapat diputar-�balikkan dan ini sesuai dengan janji Allah dalam firman-Nya.

    Dua Alasan

    Dalam memutar-balikkan ayat-ayat Allah, penginjil itu mengemukakan dua alasan mengenai pernyataannya tentang Isa Alaihissalam adalah Allah, yaitu:

    1. Ketika kita mengatakan bahwa Isa itu Tuhan ( atau meskipun Dia adalah Allah yang sebenarnya), namun kita tidak akan menjadikan-Nya Tuhan Bapak! Ia adalah satu dengan Tuhan Bapak, karena itulah Dia bersekutu dalam tabiat-Nya.

    2. Dia (Isa Alaihissalam) ditinjau dari berbagai sisi seperti Tuhan Bapak, tapi bukan Tuhan Bapak itu sendiri.

    Alhasil, berdasarkan keterangan si advokat itu, Isa Alaihissa�lam adalah Allah, karena Dia bersekutu dalam tabiat Allah dan dari berbagai sisi seperti Allah.

    Demikianlah ia mengemukakan kedua alasannya itu untuk membuktikan ketuhanan Isa Alaihissalam. Suatu alasan yang dangkal dan tidak layak dikemukakan oleh orang yang berprofesi sebagai advokat.

    Di bawah ini akan kami paparkan beberapa bukti dari kitab sucinya sendiri untuk meyakinkan bahwa Isa As tidak bersekutu dengan tabiat Allah dan dilihat dari segala sisinya, ia tidak menyerupai Allah. Karena itulah Allah tidak mungkin diper�ilahkan.

    Kami akan memberikan contoh-contohnya dari kitab suci mereka sendiri tanpa banyak komentar karena menurut angga�pan umat Nasrani kitab itu merupakan bukti kebenaran dirinya!

    Sesungguhnya perkataan yang mengatakan bahwa Isa Alaihissalam Itu adalah Allah, bukan hanya merupakan cemooh terhadap (salah satu) ketuhanan, tetapi merupakan bentuk terendah dari kekafiran, sekaligus penghinaan terhadap kecerda�san akal manusia!

    Semua kutipan ayat-ayat dipetik dari kitab suci yang berlaku dan dinyatakan sah. Pada tiap kepala karangan dan isinya, sebutan nama Isa Alaihissalam sengaja kami beri lafdhul jalalah. Nama kebesaran Allah dalam kurung sebagai berikut (Allah), untuk lebih menarik perhatian orang yang sudi berpikir lebih jauh dan mendalam. Alangkah dangkalnya kotbah si advokat itu yang menyatakan bahwa Isa Alaihissalam adalah Allah!

    BAGIAN PERTAMA
    HARI MILAD ALLAH

    1. (Allah) Diciptakan dari Keturunan Daud

    “Tentang anakNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud.” (Surat Paulus kepada Jemaat di Roma 1:3)

    2. (Allah) dari Buah Sulbi Daud

    “Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhta-Nya.” (Kisah para Rasul 2:30)

    3. Nenek moyang (Allah) Berdasarkan silsilah Isa Almasih

    “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham…” (Matius 1:1 )

    4. Jenis Kelamin (Allah)

    “Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus.” (Lukas 2:21)

    5. Bagian Maria Mengandung dan Melahirkan (Allah)

    “Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.” (Lukas 2:6- 7)

    “Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaan�nya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.” (Wahyu kepada Yohanes 12:2)

    6. (Allah) Menetek pada Seorang Perempuan

    “Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepadaNya: “Berbaha�gialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” (Lukas 11:27)

    7. Tumpah Darah (Allah)

    “Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada jaman raja Herodes.” (Matius 2: i )

    8. Profesi (Allah)

    “Bukan Ia ini anak tukang kayu.” (Matius 13:55) “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?” (Markus 6:3)

    9. Kendaraan (Allah)

    “Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Matius 21:5)

    “Yesus menemukan seekor keledai muda lalu ia naik ke atasnya.” (Yohanes 12:14)

    10. (Allah) Minum Arak dan Makan

    “Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, “Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” (Matius 11:19)

    “Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata, “Lihatlah, ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” (Lukas 7:34)

    11. Kemiskinan (Allah)

    “Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mem�punyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.” (Matius 8:24)

    12. Milik (Allah) yang Remeh

    “Aku membabtis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang dan membuka tali kasutNya pun aku tidak layak.” (Lukas 3:16)

    “Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaianNya lalu membaginya menjadi empat ba�gian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian dan jubahNya juga mereka ambil. JubahNya itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.” (Yohanes 19:23)

    13. (Allah) Berkehangsaan Yahudi yang Taat

    “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35)

    14. (Allah) Loyal kepada Pemerintah Kaisar Roma

    “Berikan kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Matius 22:21 dan Matius 17:24-27)

    I5. (Allah) Anak Yusuf

    “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (Yohanes 1:45)

    16. Ibu dan Saudara-saudara (Allah)

    “Setibanya di tempat asalNya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperolehNya hikmah itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat- mukjizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita? ]adi dari mana diperolehNya semuanya itu?” (Matius 13:54�56)

    17. Perkembangan Hidup (Allah)

    “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya.” (Lukas 2:40)

    18. Perkembangan Akal dan Hikmat (Allah)

    “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat�Nya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52)

    19. Dalam Usia 12 Tahun (Allah) Dibawa ke Yerusalem

    “Tiap-tiap tahun orangtua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berusia 12 tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.” (Lukas 2:41-42)

    20. (Allah) Tidak berdaya

    “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri.” (Yoha�nes 5:30)

    21. (Allah) Tidak Mengetahui Waktu

    “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, Malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapak saja.” (Markus 13:32)

    22. (Allah) Tidak Mengetahui Musim

    “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau la mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daunan saja, sebab memang bukan musim buah ara.” (Markus 11:12-13)

    23. (Allah) Tidak Terpelajar

    “Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar! (Yohanes 7:14-15)

    24. (Allah) Belajar dari Pengalaman

    “Dan sekalipun la adalah Anak, la telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya.” (Surat kepada Orang Ibrani 5:8)

    25. (Allah) Diuji oleh Iblis

    “Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia ditinggal empat puluh hari lamanya dicoba oleh lblis.” (Markus 1:12-13)

    26. Iblis Berulang kali Menguji (Allah)

    “Sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur dari padaNya dan menunggu waktu yang baik.” (Lukas 4:13)

    27. (Allah) Sama dengan Orang Awam, Diuji Juga

    “Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:151

    28. (Allah) Yang Benar, Tidak Dicobai oleh Yang~ahat

    “Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang fahat, dan la sendiri tidak mencobai siapapun.” (Surat Yakobus 1:13)

    29. Selain (Allah ) Diuji dengan Kejahatan

    “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” (Surat Yakobus 1:14)

    30. (Allah) Mengakui dan Bertobat

    “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yoha�nes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13) Ini menunjukkan pengakuan atas dosa (Matius 3:6), bertobat daripadanya (Matius 3:11 ) ,

    31. (Allah) Tidak Datang untuk Menolong Orang-orang Berdosa

    “Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikutNya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab�Nya: Kepadamu telah diberikan rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya:

    “Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipum mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” (Mar�kus 4:10-12)

    32. (Allah) yang Rasialis

    “Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud.” (Wahyu 5:5)

    33. (Allah) Datang Hanya untuk Bangsa Yahudi Saja

    “Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

    34. (Allah) Memecah-belah dan Berat Sebelah

    “Keduabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10:5-6)

    35. Selain dari Yahudi, Hanyalah Anjing di Mata (Allah)

    “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (matius 15:26)

    36. Kerajaan (Allah)

    “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaannya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1:33)

    37. Gelar Kebesaran (Allah)

    “Raja orang Yahudi” (matius 2:2) “Engkau raja orang Israel” (Yohanes 1:49 dan 12:13)

    38. (Allah) yang T`idak Menyerupai Tuhan

    “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2)

    “Pada pagi-pagi hari dalam perjalananNya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.” (Matius 21:18)

    “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.” (Markus 11:12)

    39. (Allah) Haus

    “Aku haus!” (Yohanes 19:28)

    40. (Allah) Tidur

    “Tetapi Yesus tidur.” (Matius 8:24)

    “Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur.” (Lukas 8:23)

    “Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.” (Markus 4:38)

    41. (Allah) Letih

    “Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu.” (Yohanes 4:6)

    42. (Allah) Masygul Hatinya dan Terharu

    “Maka masygullah hatiNya. Ia sangat terharu.” (Yohanes 1 1:35)

    43. (Allah) Menangis

    “Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11:35)

    44. (Allah) Sedih dan Gentar

    “Maka mulailah la merasa sedih dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya.” (Matius 26:37-38)

    45. (Allah) Takut dan Gentar

    “Ia sangat takut dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” (Markus 14:34)

    46. (Allah) Lemah

    “Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.” (Lukas 22:43-44)

    47. (Allah) MengusirPedagang dengan Kekerasan dan Cambuk

    “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ.” (Lukas 19:45)

    “Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam hati suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing, domba, dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-pe�nukar itu dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkanNya.” (Yohanes 2:13-i5)

    48. (Allah) Dewa Peperangan

    “]angan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk memba�wa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” (Matius 10:34-36)

    “KataNya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demi�kian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan mernbeli pedang.” (Lukas 22:36)

    49. (Allah) Yang Lari

    “Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuhNya.” (Yohanes 7:1)

    50. (Allah) Tidak Berani Tampil Di Depan Yahudi

    “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi.” (Yohanes 11:53-54)

    51. (Allah) Lari dari Hadapan Mereka

    “Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia lompat dari tangan mereka.” (Yohanes 10:39)

    52. (Allah) Dilempari Batu dan Lari

    “Lalu mereka mengambil batu melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.” (Yohanes 8:59)

    53. (Allah) Dikhianati Muridnya

    “Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid�-muridNya. Maka datanglah Yudas ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.” (Yohanes 18: 2-3)

    54. (Allah) Ditangkap dan Dihina

    “Dan orang-orang.yang menahan Yesus, mengolok-olok Dia dan memukuliNya. Mereka menutupi mukaNya dan bertanya: “Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26:67-68)

    55. Muka (Allah) Ditampar Seorang Penjaga

    “Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar mukaNya sambil berkata: “Begitukah jawab�mu kepada Imam besar? Jawab Yesus kepadanya.

    “Jikalau kataKu itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kataKu itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (Yohanes 18:22-23)

    56. (Allah) Dijatuhi Hukuman Mati

    “Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.” (Markus 14:64)

    “Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati! (Matius 26:66)

    57. (Allah) Seperti Seekor Domba yang Dibawa ke Pembantaian

    “Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan Ia tidak membuka mulutNya. Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumanNya.” (Kisah para rasul 8:32-33)

    58.Akhir Kesudahan (Allah)

    a. (Allah) Mati

    “Lalu bersuaralah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawaNya.” (Markus 15:37)

    b. Kematian (Allah) Sudah Ditentukan

    “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.” (Roma 5:6)

    “Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati.” (Yohanes 19:33)

    c. Minta Mayat (Allah)

    “Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu.” (Matius 27:58-59)

    d. Kain Kafan (Allah)

    “Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenen yang putih bersih, lalu membaringkanNya di dalam kuburNya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.” (Matius 27:59-60)

    e. Pernyataan Berkabung dengan Kematian (Allah) “Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memu�liakan Allah, katanya: “Sesungguhnya, orang ini adalah orang benar.” (Lukas 23:47)

    Berdasarkan kutipan-kutipan dari kitab suci yang telah kami paparkan di atas, kami tidak menemukan adanya kekuatan dan kebenaran alasan yang dikemukakan oleh si advokat itu menge�nai bersekutunya Isa Alaihissalam dengan Allah baik dalam tabiatnya maupun dalam kemiripannya dari segala sisi. Karena itulah kami berkesimpulan bahwa Isa Almasih itu bukan Allah.

    Walaupun si advokat itu telah berusaha dengan segala daya hendak memutar-balikkan fakta, tapi pasti ia tidak mungkin dapat membuktikan bahwa Isa As itu adalah Allah.

    Dia dan para penginjil lainnya yang mengatas-namakan Yesus Almasih mustahil dapat meyakinkan kaum muslimin tentang pernyataan mereka mengenai Isa Alaihissalam yang dikatakan�nya lebih dari seorang lelaki biasa.
    dan ini saya jabarkan bagaimana bisa sebuah kitab suci mereka banyak perubahan dan kesalahan tapi tetap tidak terpelihara.

    SATU LAGI PENGAKUAN KESALAHAN ALKITAB DARI PIHAK KRISTEN SENDIRI

    http://www.alkitab.or.id/content/view/61/1/lang,english/

    Alkitab-alkitab dalam bahasa modern yang tersedia sekarang ini (Indonesia, Inggris, Belanda, Jerman, dan lain-lain sebagainya) adalah karya terjemahan. Para penerjemah atau organisasi yang menerbitkan karya terjemahan itu menyatakan bahwa naskah sumber bagi karya terjemahan itu adalah teks kitab suci berbahasa asli, yakni Ibrani untuk sebagian besar Perjanjian Lama, Aram untuk sebagian kecil Perjanjian Lama, dan Yunani untuk Perjanjian Baru. Apapun teks kitab suci berbahasa asli Alkitab yang dirujuk sebagai naskah sumber penerjemahan, sesungguhnya teks-teks tersebut bukanlah �teks asli�, dalam arti: teks pertama yang berasal dari penulis pertamanya. Sebaliknya, teks-teks berbahasa Ibrani dan Yunani itu adalah hasil upaya para pakar yang telah bekerja keras menemukan kembali teks-teks yang diperhitungkan lebih dekat ke teks �asli�. Karena keterbatasan fasilitas penggandaan bahan pada waktu itu, maka teks-teks kuno itu disalin secara �tulis tangan�. Setiap teks kuno mempunyai banyak salinan, bahkan salinan dari salinan.

    Pada zaman itu (kuno), pekerjaan menyalin sepertit itu dilakukan oleh penulis professional yang tentu saja diberi upah. Pada kemudian hari (abad pertengahan), pekerjaan tersebut dilakukan oleh para biarawan. Menyalin, ketika itu, bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat fasilitas penunjang, seperti alat penerangan, meja dan kursi kerja, juga sangat terbatas. Dalam situasi yang sangat tidak menunjang seperti itu, sekalipun barangkali sudah berjuang secara maksimal supaya tidak melakukan kesalahan dalam proses penyalinan, tetap saja yang namanya kekeliruan itu bisa terjadi, sengaja atau tidak. Kekeliruan sengaja terjadi ketika misalnya ketika penyalin bertemu dengan kata atau huruf yang tidak jelas lalu ia harus mengambil keputusan sendiri kira-kira apa sebetulnya kata atau huruf itu (komen: rupanya yg nyalin itu ga hafal Alkitab, udah gitu yg neliti juga ga hafal. Beda ‘kan dg proses penyalinan Al-Qur’an? Yang nyalin dan meneliti Al-Qur`an itu hafal Al-Qur`an 30 juz`). Kekeliruan tidak sengaja terjadi, minsalnya, ketika penyalin secara tidak sadar melewatkan satu huruf, kata, atau bahkan satu frasa. Naskah-naskah salinan yang demikian terbawa terus dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Jika mengingat situasi ini, maka tidak mengherankan jika ditemukan ketidaksamaan antara salinan yang satu dengan salinan yang lainnya untuk satu bagian Alkitab yang sama.

    Menurut catatan, untuk naskah-naskah (salinan kitab-kitab) Perjanjian Baru saja, didapati sekitar 250.000 kasus. Dalam bahasa teknisnya, perbedaan seperti ini disebut �variants�. Nah, dalam studi naskah kitab suci, dari variants ini diupayakan untuk mencaritahu kira-kira dalam teks aslinya varian mana yang memang ditemukan.

    Karena itu, bila dalam teks-teks terjemahan modern ini ditemukan ketidaksamaan kata atau frasa, sebab terjadinya haruslah dipahami dari segi historis penyalinan ini. Orang yang tahu sejarah pewarisan teks Kitab Suci seperti ini tidak akan mempersoalkan kenyataan bahwa ada ketidaksamaan dalam versi-versi Alkitab modern.

    jadi para kristenisasi yang mau mencari kelemahan AL QUR’AN insya allah ketika kalian mau merubah isi AL QUR’AN BANYAK DI ANTARA KAMI YANG HAFAL ISI AL QUR’AN BERIKUT DETAILNYA ITU YG MEMBUAT AL QUR’AN TERJAGA KEMURNIANYA.

    WASALAM

  39. SATU LAGI PENGAKUAN KESALAHAN ALKITAB DARI PIHAK KRISTEN SENDIRI

    http://www.alkitab.or.id/content/view/61/1/lang,english/

    Alkitab-alkitab dalam bahasa modern yang tersedia sekarang ini (Indonesia, Inggris, Belanda, Jerman, dan lain-lain sebagainya) adalah karya terjemahan. Para penerjemah atau organisasi yang menerbitkan karya terjemahan itu menyatakan bahwa naskah sumber bagi karya terjemahan itu adalah teks kitab suci berbahasa asli, yakni Ibrani untuk sebagian besar Perjanjian Lama, Aram untuk sebagian kecil Perjanjian Lama, dan Yunani untuk Perjanjian Baru. Apapun teks kitab suci berbahasa asli Alkitab yang dirujuk sebagai naskah sumber penerjemahan, sesungguhnya teks-teks tersebut bukanlah �teks asli�, dalam arti: teks pertama yang berasal dari penulis pertamanya. Sebaliknya, teks-teks berbahasa Ibrani dan Yunani itu adalah hasil upaya para pakar yang telah bekerja keras menemukan kembali teks-teks yang diperhitungkan lebih dekat ke teks �asli�. Karena keterbatasan fasilitas penggandaan bahan pada waktu itu, maka teks-teks kuno itu disalin secara �tulis tangan�. Setiap teks kuno mempunyai banyak salinan, bahkan salinan dari salinan.

    Pada zaman itu (kuno), pekerjaan menyalin sepertit itu dilakukan oleh penulis professional yang tentu saja diberi upah. Pada kemudian hari (abad pertengahan), pekerjaan tersebut dilakukan oleh para biarawan. Menyalin, ketika itu, bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat fasilitas penunjang, seperti alat penerangan, meja dan kursi kerja, juga sangat terbatas. Dalam situasi yang sangat tidak menunjang seperti itu, sekalipun barangkali sudah berjuang secara maksimal supaya tidak melakukan kesalahan dalam proses penyalinan, tetap saja yang namanya kekeliruan itu bisa terjadi, sengaja atau tidak. Kekeliruan sengaja terjadi ketika misalnya ketika penyalin bertemu dengan kata atau huruf yang tidak jelas lalu ia harus mengambil keputusan sendiri kira-kira apa sebetulnya kata atau huruf itu (komen: rupanya yg nyalin itu ga hafal Alkitab, udah gitu yg neliti juga ga hafal. Beda ‘kan dg proses penyalinan Al-Qur’an? Yang nyalin dan meneliti Al-Qur`an itu hafal Al-Qur`an 30 juz`). Kekeliruan tidak sengaja terjadi, minsalnya, ketika penyalin secara tidak sadar melewatkan satu huruf, kata, atau bahkan satu frasa. Naskah-naskah salinan yang demikian terbawa terus dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Jika mengingat situasi ini, maka tidak mengherankan jika ditemukan ketidaksamaan antara salinan yang satu dengan salinan yang lainnya untuk satu bagian Alkitab yang sama.

    Menurut catatan, untuk naskah-naskah (salinan kitab-kitab) Perjanjian Baru saja, didapati sekitar 250.000 kasus. Dalam bahasa teknisnya, perbedaan seperti ini disebut �variants�. Nah, dalam studi naskah kitab suci, dari variants ini diupayakan untuk mencaritahu kira-kira dalam teks aslinya varian mana yang memang ditemukan.

    Karena itu, bila dalam teks-teks terjemahan modern ini ditemukan ketidaksamaan kata atau frasa, sebab terjadinya haruslah dipahami dari segi historis penyalinan ini. Orang yang tahu sejarah pewarisan teks Kitab Suci seperti ini tidak akan mempersoalkan kenyataan bahwa ada ketidaksamaan dalam versi-versi Alkitab modern.

  40. NIH UNTUK YANG MEMUSUHI ISLAM.
    SAYA NUKIL DARI KITAB KALIAN.

    JANGAN KALIAN MENDIKTE AJARAN KAMI LIHATLAH ISI KITAB KALIAN JUGA :

    1. BUNUHLAH PARA PENGIKUT AGAMA LAIN
    Pembunuhan & Pembantaian

    [Ulangan 13 : 6-11]
    13:6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
    13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
    13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. JANGANLAH ENGKAU MERASA SAYANG PADANYA, JANGANLAH MENGASIHI DIA dan janganlah menutupi salahnya,
    13:9 TETAPI BUNUHLAH DIA ! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, KEMUDIAN SELURUH RAKYAT
    13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, SEHINGGA MATI, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
    13:11 Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

    [Ulangan 17 : 2-5]
    17:2 “Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,
    17:3 dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;
    17:4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,
    17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu HARUS KAU LEMPATI DENGAN BATU SAMPAI MATI..

    2.Bunuhlah Istrimu Dimalam Pengantin Jika Dia Tidak Perawan

    (Ulangan 22 : 20-21)
    20 Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis pada malam pernikahan,
    21 maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan ORANG-ORANG SEKOTANYA HARUSLAH MELEMPARI DIA DENGAN BATU, SEHINGGA MATI–sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

    3. FIRMAN ALLAH AL-QUR’AN:
    “Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS. 2:75)

    RATAPAN NABI YEREMIA:
    “Bagaimanakah kamu berani berkata: ‘Kami bijaksana, dan kami
    mempunyai Taurat TUHAN?’ Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.”
    (Yeremia 8 : 8)

    TIPU DAYA PAULUS TARSUS:
    “Baiklah,
    aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.”
    (2 Korintus 12:16)

    4. 1. Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23:19-20).

    “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga — supaya TUHAN, Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya.”

    Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskriminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22:25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

    2. Tuhan meracuni orang asing (Ulangan 14:21).

    “Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya.”

    Hah?! Tuhan mau meracuni bangsa asing? Benar-benar rasialis!

    3. Yang akan disebut keturunan Abraham adalah keturunan Ishak (Kejadian 21:12).

    Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

    Menurut catatan Alkitab, Abraham memiliki beberapa orang anak, diantara mereka adalah Ismail dan Ishak. Tetapi menurut ayat di atas, yang akan disebut keturunan Abraham adalah yang berasal dari Ishak. Benar-benar rasialis dan diskriminatif !

    4. Jika Yesus adalah Tuhan, maka ia telah berlaku diskriminatif kepada non Israel/Yahudi (Matius 10:5-6).

    “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

    Sungguh sangat diskriminatif pernyataan Tuhan di atas!

    5. 1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4:16-17).

    Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi, bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.

    Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

    2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan Lukas 9:27).

    Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang lalu.

    3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21:12).

    Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh lebih besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

    4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)

    Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melaikan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52:10-11 diceritakan bahwa pada akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

    5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).

    Dalam kitab Yeremia 36: 30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini ternyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Raja-raja 24:6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakhin, anaknya.

    1. Bukti yang Tidak Memadai.

    Yesus lahir dalam keadaan suci. Orang Kristen sering menyebut berbagai keajaiban yang ditunjukkannya sebagai bukti ketuhanannya. Jelas, dasar pemikiran ini lemah. Di dalam Alkitab dikisahkan penciptaan Adam tanpa ayah dan ibu (Kejadian 2), juga tentang mukjizat Nabi Elisa (2 Raja-raja 4,5,6). Bahkan, Alkitab sendiri menjelaskan bahwa Melkisedek, raja Salem, adalah seorang imam yang tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, tidak berawal, dan tidak berakhir, karena ia sama dengan anak Allah (Kejadian 14:18; Ibrani 7:3). Meskipun ketiga pribadi tersebut secara umum memiliki kualifikasi yang sama dengan Yesus, tidak ada seorang Kristen pun yang menuhankannya.

    Di dalam teks Alkitab, Yesus menggunakan istilah “anak manusia”, “anak Allah”, “mesias”, dan “saviour” (juru selamat), namun istilah2 tersebut juga digunakan untuk merujuk kepada orang2 selain Yesus. Misalnya, Yehezkiel disebut sebagai “anak manusia” (Yehezkiel 3:1). Selain itu, Yesus menyebut para pembawa kedamaian sebagai “anak-anak Allah” (Matius 5:9). Sikap mendua para penerjemah Alkitab terlihat dengan diterjemahkannya kata “mesias” yang tidak menunjuk kepada Yesus sebagai “orang yang Kuurapi”. Misalnya, Koresy, raja Persia, diterjemahkan sebagai “orang yang Kuurapi” (Yesaya 45:1), padahal kata asli Ibraninya adalah “mesias”. Lihat juga Mazmur 2:2, dimana “mesias” yang menunjuk kepada Daud diterjemahkan sebagai “yang diurapi-Nya”, padahal kata asli Ibraninya adalah “mesias”. Sementara itu, ayat2 yang menunjuk kepada Yesus mereka terjemahkan dengan “mesias” atau padanan kata Yunani “kristus”. Dengan cara ini, mereka berusaha memberikan kesan bahwa hanya ada satu Mesias. Untuk orang selain Yesus, mereka menggunakan kata “penolong” (2 Raja-raja 13:5), tetapi untuk ayat2 yang menunjuk Yesus, mereka terjemahkan sebagai “juru selamat”, padahal sama2 mengemban misi “saviour”.

    Persekongkolan dalam aktivitas penerjemahan modern dapat ditunjukkan dengan mudah. Alkitab King James 1611 tersebar secara luas. Bandingkan Alkitab tersebut dengan versi terjemahan yang lebih akhir, misalnya New American Bible. Pada Alkitab yang pertama, di dalam 2 Raja-raja 13:5 kita dapatkan kata “saviour”, sedangkan pada New American Bible, kata itu diganti dengan sinonimnya, “deliverer”.

    Jelasnya, menurut Alkitab sendiri, “juru selamat” itu tidak hanya menunjuk kepada Yesus maupun Tuhan (Yesaya 43:3), tetapi juga menunjuk kepada orang2 lain selain Yesus, hanya saja mereka menerjemahkannya secara tidak fair (2 Raja-raja 13:5, Nehemia 9:27 dan Obaja 1:21, saviours, bentuk jamak).

    Ada pernyataan lain yang dapat disebutkan di sini. Dalam Yohanes 8:58 dikatakan, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Seandainya Yesus bermaksud mengklaim bahwa ia telah hidup sebelum Abraham, apakah itu merupakan alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa ia adalah Tuhan? Orang Kristen mungkin tidak mengira bahwa Nabi Yeremia juga telah mengalami kehidupan sebelum manusia (Yeremia 1:5). Seharusnya, mereka menafsirkan pernyataan di dalam Yeremia tersebut dengan cara yang sama ketika mereka menafsirkan Yohanes 8:58, yaitu secara harfiah. Namun, mengapa mereka tidak menerapkan pemahaman yang sama?

    2. Bukti yang Mendua.

    Di dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata, “…Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku…” dan di dalam Yohanes 10:30 Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu.” Bahasa Yunani menerjemahkan “satu” dengan “hen”. Beberapa sarjana menegaskan bahwa satu2nya pemahaman yang mungkin dari kata tersebut adalah “satu dalam esensi atau wujud”. Namun, kedua pernyataan itu tidak berdasar, satu contoh untuk membantahnya sudah cukup. Kata2 yang sama dipakai oleh Yesus di dalam Yohanes 17:11,21,22,23 menunjukkan bahwa Yesus dan murid2nya berada di dalam satu kesatuan. Dengan demikian, kedua pernyataan yang dinisbahkan penulisnya ke dalam mulut Yesus di atas belumlah cukup untuk menunjukkan ketuhanan Yesus.

    Kalimat lain yang sering dikemukakan oleh kalangan Kristen adalah apa yang dikatakan sebagai pernyataan Yesus di dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” Orang Kristen mengatakan bahwa kata “tunggal” dalam ayat itu secara khusus mengacu kepada Yesus, bukan “anak-anak Allah” yang lain. Ini juga menunjukkan sikap mereka yang tidak konsisten, sebab dalam Keluaran 4:22 dikatakan bahwa Israel adalah anak sulung Allah, dan dalam Yeremia 31:9 dikatakan bahwa Efraim adalah anak sulung Allah. Jadi, bagaimana mungkin Yesus disebut sebagai anak tunggal Allah? Lebih jauh, kata “tunggal” juga terdapat dalam Ibrani 11:17 yang mengacu kepada Ishak. Sementara itu, Alkitab sendiri menjelaskan bahwa kakak Ishak, Ismael, hidup lebih lama daripada ayahnya (Kejadian 25:9). Dengan demikian, Ishak tidak pernah secara tegas mengatakan dirinya sebagai anak tunggal Abraham. Sadar akan kejanggalan ini, sarjana Kristen tidak menafsirkan kata tersebut secara harfiah. Namun, mengapa hal itu tidak mereka terapkan juga pada Yohanes 3:16? Sekali lagi, sikap mendua ini membuktikan bahwa Yohanes 3:16 adalah bukti yang tidak meyakinkan.

    Diakui atau tidak, istilah “Bapa” yang dipakai Yesus ketika ia berbicara dengan Tuhan juga menimbulkan kontroversi. Tetapi, pada kesempatan ini, kami sekedar ingin menunjukkan bahwa penggunaan istilah tersebut oleh Yesus bukanlah bukti yang meyakinkan bahwa Tuhan adalah Bapa dari Yesus. Semua orang Kristen memakai kata “Bapa” ketika menyebut Tuhan. Bahkan, orang Yahudi pun memakai istilah itu (Yohanes 8:41).

    Sementara itu, sarjana tertentu menggunakan ayat Markus 14:36 (yang di dalamnya Yesus menggunakan kata “Abba” untuk Bapa) sebagai landasan argumentasi. Menurut mereka, penggunaan kata “Abba” menunjukkan adanya hubungan yang sangat unik antara Yesus dan Tuhan, yaitu antara Tuhan Anak dan Tuhan Bapa. Namun, argumentasi ini sangat lemah karena bagian2 kitab suci seperti Roma 8:15 dan Galatia 4:6 menyebutkan bahwa setiap orang Kristen dianjurkan memakai istilah “Abba” jika menyebut Tuhan.

    3. Bukti yang Lemah.

    Di dalam sebuah kisah dalam Perjanjian Baru (Yohanes 20:28), disebutkan bahwa Tomas mengatakan, “My Lord and my God” (Tuanku dan Tuhanku). Orang Kristen bersikukuh bahwa Tomas menyebut Yesus dengan kedua sebutan itu. Orang Islam tidak keberatan terhadap istilah “lord” karena kata tersebut (sebagaimana dijelaskan di dalam Alkitab) mempunyai arti “tuan”, kecuali bagian2 tertentu dalam Perjanjian Lama, kata “lord” bisa disetarakan dengan “God”. Misalnya, dalam Mazmur 110:1 terdapat dua kata “lord”, yang pertama berarti “Tuhan”, sedang yang kedua berarti “tuan”. Sara juga memanggil suaminya dengan sebutan “Lord” (1 Petrus 3:6). Pendapat Tomas yang menyatakan bahwa Yesus adalah “Tuhan” adalah masalah lain. Yesus menunjukkan bahwa kitab2 Perjanjian Lama sendiri menyebut orang2 sebagai “Allah” atau “God” (Yohanes 10:34, Mazmur 82:6), bahkan Musa diangkat Tuhan sebagai “Allah” atau “God” (Keluaran 7:1).

    Menurut “doktrin trinitas”, perbedaan antara Bapa dan Anak adalah esensial. Namun, prinsip ini dikaburkan oleh Yohanes 14:9. Di sini Yesus berkata kepada seseorang bernama Filipus, “…Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” Pernyataan yang secara harfiah sangat tegas itu mengandung sebuah doktrin yang sulit diterima, yaitu Yesus adalah Bapa. Para penafsir mengatakan bahwa “Bapa” adalah sinonim “Tuhan”. Kita bisa memahami maksud ucapan yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus sebagai “melihat dia adalah sama dengan melihat Tuhan karena ia adalah Tuhan”. Padahal, penulis yang sama juga menuturkan di dalam Yohanes 5:37, yang merupakan pernyataan Yesus sebaliknya. Dalam ayat ini, Yesus berkata mengenai Bapa kepada orang banyak, “…Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” Jelaslah, bahwa Yohanes 14:9 adalah bukti yang lemah.

    4. Bukti secara Menyeluruh.

    Orang Kristen bersandar pada ayat di dalam Yohanes 5:18, “…karena ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapanya sendiri dan dengan demikian menyamakan dirinya dengan Allah.” Mereka melewatkan ayat2 selanjutnya yang menjelaskan bahwa Yesus menundukkan dirinya di hadapan Tuhan dan menjelaskan kerendahan posisinya di hadapan Tuhan, bahkan secara tegas Yesus menyatakan dirinya sebagai rasul/utusan Tuhan (Yohanes 5:30-31).

    Di dalam Matius 2:5, Yesus berkata kepada seorang yang lumpuh, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Beberapa orang ahli Taurat yang hadir di situ merasa kaget dan bertanya2 di dalam hati, “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?” Sementara itu, di dalam ayat Yohanes 12:49 Yesus menafikan inisiatif pribadi dengan berkata, “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.” Lihat juga Yohanes 8:40-42 yang sangat tegas menyatakan bahwa Yesus hanyalah seorang rasul/utusan Tuhan untuk umat Israel.

    Wassalaam.

  41. @Hamba Allah
    Thanks atas sharingnya.

  42. @hamba Allah SWT,
    Ane setuju dengan postingan nte, memang Islam is true Way….

  43. Nice work, Keep doing it!!! ;)

  44. Muantaaappp………………..!

  45. menarik juga,,,,. dan dapat ilmu bau ..ahamdulillah …

  46. Halo Saya salah satu Manusia yang diciptakan Oleh Tuhan yang tentunya MAHA ESA
    Adakah yang bisa menjawab?

    1. Kualitas Tuhan yang Asil itu salah satunya harus MAHA SUCI ya?
    2. Kalau MAHA SUCI, Tuhan itu harus benar-benar Maha Bersih tanpa syarat ya? Cuma pertanyaan Saya apa Yesus itu yang katanya tuhan, (mohon maaf) apa ia mandi, makan, tidur, dan hal-hal lain beliau melakukan hal-hal yang merupakan kualitasnya MANUSIA?
    3. Kenapa Yesus itu saat di salib, memanggil-manggil “Tuhan..Tuhan..kenapa engkau tinggalkan Aku?”
    4. Pada isi alkitab entah injil apa juga ayat berapa, suatu musim belau naik perahu dan menemui orang yang berada di dekatnya, dan Yesus menanyakan “musim apa disini?” apa itu kualitas tuhan yang tidak tahu suatu musim, padahal Tuhan itu kualitasnya MAHA TAHU kan?
    3. Tuhan itu yang masuk akal adalah MAHA ESA, karena Tuhan itu nggak ada yang menyamai dalam arti apapun juga salah satunya MAHA SUCI . Hewan apapun, mausia apapun, malaikat apapun semuanya memiliki jumlah. tolong dijawab dengan kamu-kamu yang punya akal sehat, selagi akal sehat dikesampingkan yang ada juma dogma/cuci otak daro manusia yang berpikir nggak pake otak Insya Allah jadi GILA sendiri karena otaknya otak penghayal. manusia jika presiden ada 2, raja ada dua, sopir mobil ada dua, bisa nggak konek ya? kalau tuhan itu ada du, 3 atau satu milyar tuhan, saya yakin itu bukan tuhan itu adalah tuhan khayalan, khayalan manusia GILA. sebab kalau tuhan itu punya kemauan masing-masing bisa hancur dunia. kalau tuhan itu tidak ada bawahan yabf setaraf dengan kekuasaannya, yang jadi pertanyaan kenapa Yesus di salib seperti meng-iba “Tuhan..Tuhan..Kenapa Engkau tinggalkan Aku?” padahal Tuhan itu MAHA KUASA, MAHA BESAR, MAHA MENGHANCURKAN?

    Tolong jelaskan? pada diri masing-masing aja ya?

    NB :
    Dari 25 NABI ALLAH, terdapat diantaranya 4 RASUL, SEMUA NABI DAN RASUL BERAGAMA ISLAM (Islam berasal dari kata Ibrani yaitu ASLAM yang artinya BERTUHANKAN SATU yaitu ALLAH SWT)

    Saran saya kepada rekan-rekan kalau didunia ini ada KRISTENISASI maka pasti ada ISLAMISASI, ada Gelap pasti ada TERANG.

Jangan lupa komentarnya............................. :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.