DEBAT RADEN VS JELASNGGAK

Halaman ini khusus semata-mata dibuat untuk Raden vs Jelasnggak. Bagi komentator lain yang ingin menulis komentar di harap meminta izin terlebih dahulu dari ke dua belah pihak yang berdebat. Isi komentar bebas, apapun bentuknya tidak di edit atau di hapus.

Halaman komentar ini telah saya tutup karena tak ada kabar dari ke dua belah pihak yang bersangkutan. Dan akan di buka kembali apabila salah satu ataupun ke dua belah pihak meminta melanjutkan perdebatan.

Salam, Fitri.

263 thoughts on “DEBAT RADEN VS JELASNGGAK”

  1. @ Raden,

    Hihihi…

    Saya analogikan gini…

    Anak2, sila kemaskan kamar tidur kalian sebelum kita ke KFC.

    Poin 1 ==> Anak2, sila kemaskan kamar tidur kalian.

    Poin 2 ==> Kita ke KFC.

    Coba bayangkan kalo anak2 saya hanya mahu meliat poin 2 dan mengabaikan Poin 1??? Seperti itulah kamu!!!

    Jadi, saran saya, sila baca Injil Yohanes 1:1-4 dan 14. Di sana diterangkan bahwa Yesus SUDAH ADA sebagai Firman kekal, tidak diciptakan yg kemudian menjadi makhluk manusia dengan segala keterbatasannya. Maka apabila Yesus tidak berkuasa, itu wajar, ngga perlu dipermasalahkan. Itu kan sistematikanya.

    Semoga mendapat respon yg lebih pinter.

    • @Pak Cosmic.

      Orang bodoh itu, selalu berusaha ‘memaksa’ orang yang lebih pintar untuk berpikir seperti dia.
      Ini sudah hukum alam.

      Contoh sederhana.
      Saya ingin beli mie goreng di depan rumah, tetapi karena ada jurang antara rumah saya dan rumah penjual mi goreng itu, maka, saya harus muter dulu ke pekalongan.

      Kita harus bersusah payah menerangkan kepada mereka.. menyuapi seperti bayi… pontang-panting kerepotan … dsb…. hanya untuk membuat mereka mengerti masalah yang KECIL

      Harusnya dengan satu kalimat saja sudah mengerti…. tapi karena kebodohan dan ketololan,.. maka kita harus menggunakan sejuta kalimat…

      Begitulah orang tolol, karena kebodohannya dalam berpikir (yang padahal bisa dirubah dengan cara melatih diri untuk selalu menggunakan otak dalam setiap kesempatan), …. ngga bisa melihat hal-hal yang sudah jelas.

      Karena males mikir, maka akhirnya, mereka ‘maksa’ kita untuk menyuapi terus…

      Capek kan…

      Makanya saya suka milih-milih..

  2. @ cosmicboy,

    Baca diantara Tulisanmu;
    Jadi, saran saya, sila baca Injil Yohanes 1:1-4 dan 14. Di sana diterangkan bahwa Yesus SUDAH ADA sebagai Firman kekal, tidak diciptakan yg kemudian menjadi makhluk manusia dengan segala keterbatasannya. Maka apabila Yesus tidak berkuasa, itu wajar, ngga perlu dipermasalahkan. Itu kan sistematikanya.

    Raden:
    Tapi mengapa setelah Yesus Mati atau (lepas dari Yesus manusia) dan menjadi Tuhan (memiliki kemampuan tidak terbatas), Yesus masih butuh dibangkitkan dan tidak dapat bangkit sendiri ?

    Harapan Raden cosmicboy dapat lebih jujur dalam menjawab pertanyaan Raden.

  3. @ Raden,

    Raden:
    Tapi mengapa setelah Yesus Mati atau (lepas dari Yesus manusia) dan menjadi Tuhan (memiliki kemampuan tidak terbatas), Yesus masih butuh dibangkitkan dan tidak dapat bangkit sendiri ?

    (1) Udah baca apa belum Injil Yohanes 2:16-22 dan 10:17-18. Nangkep ngga arti dari ucapan2 Yesus itu? Yesus menyatakan bahwa Dialah yg menyerahkan nyawa-Nya (dengan sukarela) dan Dialah yg berkuasa untuk membangkitkan Diri-Nya (sosok tubuh jasmani-Nya yg dipakai buat kesementaraan waktu). Jadi, intinya, Yesus tidak dibangkitkan oleh siapa2 melainkan Dia sendiri (dengan kuasa-Nya) membangkitkan sosok tubuh jasmani yg dipakaikan itu.

    (2) Dibagian lain ditulis bahwa Yesus ‘dibangkitkan’ oleh Allah Bapa untuk memberi kesan bahwa Yesus sebagai Firman kekal, tidak diciptakan “sudah mati” sebagai manusia (dari penjelmaan-Nya), dan terlaksanalah rencana keselamatan Allah Bapa.

  4. @cosmicboy,
    belum ada ceritanya dibangkitkan oleh diri sendiri, kalau bangkit dengan diri sendiri itu bukan dibangkitkan, begitu cukong…makanya jangan banyak makan haram biar bisa mikir dikit, kan sdh Raden bilang, tipu menipu itu lakunya di gereja apalagi di gereja Timika.

    kamu dan pacarmu si jelasnggak kok bisa sama2 Bodoh ya?

    • @ Raden,

      Benar, cerita membangkitkan diri sendiri tidak pernah ada pada org lain kecuali pada Yesus. Kalo Yesus bisa membangkitkan diri-Nya sendiri, ini membuktikan bahwa Dia adalah Allah karena hanya Allah saja Yang Membangkitkan! Kedua, untuk Membangkitkan, Dia harus Maha Kuasa. Masak membangkitkan org lain kalo sendiri tidak berkuasa? Gituh lho.

      Makanya, jangan lupa makan babi…spt org Barat, org India, org Tiongkok, org Jepang, org Korea…yg karena kepinteran mereka menguasai hampir 99% ilmu dan kekayaan dunia!!!

  5. @cosmicboy,

    Paulus;
    13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
    14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
    1 Korintus 15:13-14

    cosmicboy;
    enar, cerita membangkitkan diri sendiri tidak pernah ada pada org lain kecuali pada Yesus. Kalo Yesus bisa membangkitkan diri-Nya sendiri, ini membuktikan bahwa Dia adalah Allah karena hanya Allah saja Yang Membangkitkan! Kedua, untuk Membangkitkan, Dia harus Maha Kuasa. Masak membangkitkan org lain kalo sendiri tidak berkuasa? Gituh lho.

    Raden:
    cosmicboy, kamu tidak lebih dari kuman Paulus, bagaimana kamu berani menyalahkan paulus dengan tulisanmu ?
    padahal Paulus, orang yang kamu salahkan itu adalah satu-satunya orang yang tidak pernah jumpa Yesus tapi berani menghina dan mencaci Kefas / simon petrus, murid Yesus yang paling dekat dan Paulus juga satu-satunya orang yang berani bicara bahwa baptisan Yohanes adalah baptisan orang tobat padahal Yesus dibaptis Yohanes, jadi hanya Paulus yang berani bicara kalau Yesus termasuk orang tobat.

    cosmicboy, lain kali jangan asal nulis,
    pikir dan kaji dulu sebelum menulis Yaaa…

  6. @ Raden,

    Yaaaa ampun, di mana nyambungnya????

    Kita bicara apa tonk?

    Kebangkitan atau Paulus atau baptisan atau pertobatan???

    Koq lari ke sana.

    Ketahuan kamu anak keluaran pesantren.

    Masa lowong, kalo bukan bikin cerpen, buat bom.

  7. @cosmicboy,
    Pertanyaan Raden sangat jelas dan kamu sudah tidak mungkin bisa jawab.

    soal Paulus, pertobatan dll itu semua kan hanya keterangan bukan pertanyaan, apa hanya karena kamu tidak bisa lagi jawab pertanyaanku dan iman kristen nyata batilnya lalu kamu pura-pura bertanya…

    cosmicboy: Kita bicara apa tonk?

    Raden:
    caramu itu kuno cukong dan sudah tidak terpakai lagi.
    Makanya iman kristen jika benar-benar dibahas, pada akhirnya ya seperti ini, pengikutnya pun ingin kabur dari pembahasan.

    Hasilnya cuma satu, Kebangkitan Yesus hanya cerita Dusta, dan itu secara tidak langsung sudah kamu akui, dengan cara mencoba lari dari pertanyaan, bagus.

  8. @ Raden,

    Kamu minta ke saya, dimana dalil dari Al-Kitab Yesus ‘membangkitkan Diri-Nya sendiri.”? Dalil2 sudah saya tulis.

    Kamu nanya kenapa sih Yesus juga dikatakan ‘dibangkitkan”? Itu pun sudah saya jelaskan.

    Jadi, dimana respon kamu?

    Koq lari ke Paulus, ke baptisan, ke pertobatan segala?

    Hehehe…

    Siapa yg lari dari diskusi?

    Hmmmf…moslems pathetic!!!

  9. @cosmicboy,
    yang kamu tulis itu bukan jawaban karena kalau kamu tidak tahu artinya dibangkitkan kan bisa belajar tata bahasa dulu, bukan jawab pertanyaan Raden dulu sebelum faham.

  10. @cosmicboy,
    kenapa kamu tidak bisa jujur ?
    itu saja yang bikin Raden penasaran, apa kamu siap tidak jujur hanya untuk menutupi kesesatan yang sudah terlanjur kamu ikuti?

  11. @ Raden,

    Sekali lagi, saya nanya ke kamu, kita kan sedang ngomong tentang Yesus ‘dibangkitkan’.

    Dalil2 (ayat2 dari Al-Kitab) sudah diberi, (1) Yesus membangkitkan diri-Nya sendiri (tubuh manusia-Nya) (2) Yesus ‘dibangkitkan’ oleh Allah Bapa bagi membuktikan bahwa Yesus sebagai Kalamullah@ Firman-Nya sungguh sudah mengambil tubuh manusia dan benar2 sudah mati! Itu sebagai respon kepada tuduhan dari kaum gnostik bahwa Yesus hanya ‘menyamar’ dan kematian-Nya semu-semu (pura2 mati).

    Seharusnya kamu memberi respon kepada tulisan saya itu tapi anda tidak malah menulis hal2 yg ngga nyambung…Pauluslah, baptisanlah, pertobatanlah dan sekarang kejujuranlah dan kesesatanlah…hahaha…benar2 kamu anak keluaran pesantren!!!

  12. benar2 kamu anak keluaran pesantren!!!

    ————————-

    Wahahaha..

    Dia itu memang lambat pak Cosmic…

    bikin males….

    Jangan terlalu lama berinteraksi dengan dia…nanti otak kita bisa menurun kualitasnya.. :lol:

    @Raden.
    Sori ya becanda..

    Habis kamu ngga tambah-tambah sih pinternya….

  13. @cosmicboy,
    Apa yang Raden tulis tentang Paulus bukan pertanyaan, jadi tidak bisa disangkut pautkan dan tidak dapat dijadikan sebagai alasan untuk cosmicboy lari.

    Tulisan cosmicboy,
    Dalil2 (ayat2 dari Al-Kitab) sudah diberi, (1) Yesus membangkitkan diri-Nya sendiri (tubuh manusia-Nya) (2) Yesus ‘dibangkitkan’ oleh Allah Bapa bagi membuktikan bahwa Yesus sebagai Kalamullah@ Firman-Nya sungguh sudah mengambil tubuh manusia dan benar2 sudah mati!

    Raden:
    Terserah mereka yang menuduh, itu bukan yang sedang Raden persoalkan atau yang Raden tanyakan.

    Yang menjadi masalah adalah;
    Kalian beriman bahwa Yesus 100% manusia dan 100% Tuhan, Yesus lapar, Yesus sakit dll, disebabkan Yesus adalah manusia, untuk itu Yesus pun sebagai manusia Mati, kematian Yesus melepaskan Yesus yang manusia, Hingga tinggal Yesus yang Tuhan (begitulah yang diimani oleh umat kristen), jika kematian itu melepaskan Yesus dari dirinya sebagai manusia, artinya dengan kematian itu Yesus 100% menjadi Tuhan.

    Dalam posisi Yesus sebagai Tuhan, artinya Yesus berkuasa dan tidak ada yang dapat membatasinya dan Raden yakin kamu setuju dengan apa yang Raden tulis dan cosmicboy juga tulis (Yesus ‘dibangkitkan’ oleh Allah Bapa bagi membuktikan bahwa Yesus sebagai Kalamullah).

    Raden:
    Yesus dibangkitkan, saat Yesus dibangkitkan pasti ada yang membangkitkan dan cosmicboy sudah tulis Allah Bapa yang membangkitkan, sebelum kita membahas Yesus Kalamullah, tolong cosmicboy perhatiakan:
    saat Yesus dibangkitkan, status Yesus sebagai Tuhan atau bukan ? kalau Yesus saat dibangkitkan adalah Tuhan, apakah cosmicboy ingin berkata; saya ber-iman pada Tuhan yang membangkitkan Tuhan ?

    mohon dijawab, terima kasih sebelumnya.

  14. @ Raden,

    Raden:
    Terserah mereka yang menuduh, itu bukan yang sedang Raden persoalkan atau yang Raden tanyakan.

    Pernyataan (ayat2) Al-Kitab berdasarkan konteks.

    (1) Yesus membangkitkan Diri-Nya sendiri (tubuh manusia-Nya) bagi membuktikan bahwa Dia adalah Yang Membangkitkan@ Tuhan!

    (2) Yesus dibangkitkan bagi menunjukkan bahwa ada kebangkitan di Hari Kebangkitan!

    (3) Yesus dibangkitkan oleh Allah Bapa bagi membuktikan bahwa Dia sungguh2 manusia (dari inkarnasi-Nya) bukan menyamar (spt yg dituduhkan oleh kaum gnostik) dan Dia sungguh mati (tidak spt yg dituduhkan kaum gnostik bahwa Yesus mati semu@ pura2)!

    Nah, itu konteksnya.

    Jadi, itu harus diambil kira! Tidak bisa diabaikan.

  15. @ Raden,

    Yang menjadi masalah adalah;
    Kalian beriman bahwa Yesus 100% manusia dan 100% Tuhan, Yesus lapar, Yesus sakit dll, disebabkan Yesus adalah manusia, untuk itu Yesus pun sebagai manusia Mati, kematian Yesus melepaskan Yesus yang manusia,

    BETULLLLLLLLLLLLLLLLL

    Hingga tinggal Yesus yang Tuhan (begitulah yang diimani oleh umat kristen),

    Baca Ibrani 13:8 “Sesungguhnya Yesus Kristus tetap sama, kemarin, sekarang, dan selama-lamanya.”.

    Jadi, Yesus adalah Tuhan sebelum mengambil tubuh manusia, Tuhan dari inkarnasi-Nya dan Tuhan dalam kemuliaan dari kebangkitan-Nya.

    Tiga frase, sebelum, sekarang (penjelmaan-Nya) dan selama-lamanya merefer kepada kekekalan, ke alfa-omega-Nya, Yesus tetap sama, tetap tidak berubah ketuhanan-Nya, tetap terpelihara ketuhanan-Nya dari dulu, sekarang dan selama-lama-Nya!

    Jadi ungkapan “Hanya tinggal Yesus yg Tuhan” tidak timbul sama sekali@ iirelevants.

    jika kematian itu melepaskan Yesus dari dirinya sebagai manusia, artinya dengan kematian itu Yesus 100% menjadi Tuhan.

    Anda salah.

    Yesus tidak “menjadi Tuhan”, sebaliknya Yesus adalah Allah dari azali lagi, sebelum segala sesuatu ada, dari kekal sampai kekal.

    Yesus TETAP Allah sungguhpun Dia mati sebab yang mati itu bukan Allah melainkan tubuh manusia fana yg dipakai-Nya buat kesementaraan waktu demi melaksanakan rencana penyelamatan manusia!

    Sila ulang baca tulisan saya diatas.

  16. cosmicboy menulis;

    Anda salah.

    Yesus tidak “menjadi Tuhan”, sebaliknya Yesus adalah Allah dari azali lagi, sebelum segala sesuatu ada, dari kekal sampai kekal.

    Yesus TETAP Allah sungguhpun Dia mati sebab yang mati itu bukan Allah melainkan tubuh manusia fana yg dipakai-Nya buat kesementaraan waktu demi melaksanakan rencana penyelamatan manusia!

    Sila ulang baca tulisan saya diatas.

    Raden:
    Di bawah ini Raden tulis tiga ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa antara tulisan cosmicboy dengan yang tertulis di Alkitab berbeda jauh;

    (1)
    Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. KIS 7:55

    (2)
    Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Roma 14:9

    (3)
    namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
    1 Korintus 8:6

    Coba dibaca lagi sebelum membantah khususnya ayat No (1) di mana terdapat kalimat “lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah”.

    Terima Kasih.

  17. @ Raden,

    (1)
    Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. KIS 7:55

    Den, itu kan suatu penglihatan jadi tidak bisa dipahami secara literal.

    Pahami kata “berdiri disebelah kanan Allah” terlebih duduk. Apakah sungguh Yesus ‘berdiri’ (capek deh gituh!!!)?

    Frase itu suatu kiasan utk membawa pengertian otoritas. Yesus memegang otoritas Allah bagi menunjukkan kemahakuasaan-Nya, jadi ngga ada hubungan dengan ‘kedudukan’ atau ‘ruang’.

    (2)
    Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Roma 14:9

    Sila baca seluruh perikop di fasal 14. Konteksnya ialah menghakimi.

    Kalimat ‘menjadi’ bukan dalam pengertian waktu (seolah2 Yesus bukan Tuhan tapi sesudah dibangkitkan Dia ‘menjadi’ Tuhan) melainkan peran/sifat-Nya.

    Dia adalah Tuhan pada azali-Nya dan sesudah Dia bangkit, Dia tetap Tuhan dan karena kebangkitan-Nya,

    Dia membawa harapan baru kepada semua yg mati mahupun hidup dengan menjadi Tuhan kepada mereka semua. Yang mati akan dibangkitkan, yg hidup akan dibangkitkan sesudah mati. Jadi, Yesus menjadi Tuhan bagi org yg mati mahupun hidup!

    (3)
    namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
    1 Korintus 8:6

    Makasih karena membawa ayat ini. Justru ayat ini lebih membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan.

    Kalimat “adalah” ialah suatu pernyataan tegas. Jadi, bukan ‘diberi” tapi membawa pengertian ‘pemilikan”.

    Yesus adalah Tuhan karena Yesus adalah Tuhan, itu saja.

    Baca.

    “Sebelum segala sesuatu ada, Firman itu telah ada. Firman itu bersama-sama Allah dan Firman itu adalah Allah…Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” (Injil riwayat Yuhana 1:1-3, 14).

    (1) Yesus sebagai Firman-Nya@ Kalamullah telah ada bersama Allah, qaimah pada Dzat-Nya dalam kekekalan!

    (2) Firman-Nya itu kekal karena Firman-Nya adalah Diri Allah itu sendiri.

    (3) Firman-Nya yg kekal itu pernah mengambil tubuh manusia. Dialah Yesus. Jadi, Yesus adalah Firman kekal yg mengambil tubuh manusia utk melaksanakan rencana keselamatan manusia.

  18. @cosmicboy, Maaf lambat.

    cosmicboy,
    Dia adalah Tuhan pada azali-Nya dan sesudah Dia bangkit, Dia tetap Tuhan dan karena kebangkitan-Nya,

    Raden:
    Artinya Yesus sendiri adalah Tuhan Bapa ?

  19. @ Raden,

    Raden:
    Artinya Yesus sendiri adalah Tuhan Bapa ?

    Tidak Den, Yesus bukan Bapa.

  20. Baca Ibrani 13:8 “Sesungguhnya Yesus Kristus tetap sama, kemarin, sekarang, dan selama-lamanya.”.
    * artinya tetap hanya sebuah firmannya tuhan bapa selama-lamanya.

  21. Ping-balik: Kaycees Blog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.