Sumber : Di ambil dari berkas lama Blog’s Fietria dan disadur dari beberapa blog Islam-Kristen.

Baca ini:

The Daily News, Durban, Selasa, 22 Mei 1990
Kelahiran dari seorang perawan dicampakkan dengan perantaraan gereja Scotlandia London: “Isyarat langsung pada kelahirannya dari seorang perawan dicampakkan oleh berbagai terbitan gereja Scotlandia yang baru dan Bayanul Iman (A Statement of Faith) untuk menghindari kemungkinan terjadinya perpecahan antar anggota gereja.

Pastur David Beckett, sekretaris kelompok kerja khusus yang bertugas mengelola penerbitan, berkata bahwa pencampakkan itu mungkin menjauhkan gereja Scotandia dari garis tradisional yang dianut oleh akidah Anglo Katolik menuju kepada pembangkangan yang berlebih-lebihan terhadap gereja Inggris, yang kebetulan dipimpin oleh uskup Durham.

Selanjutnya David Jenkins mengatakan bahwa dokumen baru itu telah menimbulkan perdebatan dalam rapat tahunan gereja di Edinburgh, dan dengan tujuan menjelaskan pengakuan Westminster yang ditulis pada tahun 1640 dengan bahasa baru, yang memberikan kesempatan baik bagi para spesialis akidah untuk menyesuaiakan nash yang khusus berkenaan dengan kelahiran Jesus dari seorang perawan.

Selanjutnya Mr. Beckett berkata :”Kami berusaha mencapai suatu keterangan yang menimbulkan kesepakatan lebih besar daripada perpecahan. Suatu keterangan yang bisa diterima baik oleh semua gereja, bukan hanya dari
mereka yang menerima kelahirannya dari seorang perawan sebagai suatu hakikat historis, akan tetapi juga dari mereka yang melihatnya bahwa pada umumnya hal itu hanyalah semata-mata pandangan agama.” Dalam hal ini pimpinan gereja menyatakan, bahwa pengakuan Westminster itu tidak mencampakkan, tetapi menyingkat dan meremajakan.”

Taken from : The Daily News
Durban, Tuesday, May 22, 1990
“Virgin Birth omitted by Church of Scotland”

Suatu keputusan mengagetkan telah diambil para uskup pada pertemuan uskup tahun 1984 di Inggris. Ternyata dari 39 orang uskup itu, 31 diantaranya berkeyakinan dan memutuskan bahwa mukjizat Almasih yang dilahirkan dari seorang perawan dan dibangkitkan
kembali dari kuburnya mungkin tidak pernah terjadi dengan pasti seperti yang diberitakan oleh Bible.

Sejarah kelahiran Jesus didalam Bible tercatat dalam Matius 1:18 seperti dibawah ini :

“Kelahiran Jesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.”
(Matius 1:18)

Lebih detil lagi, Lukas memaparkan kelahiran Jesus ini dalam Injilnya :

“Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.”
(Lukas 1:26-27)

“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.”
(Lukas 1:28-29)

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamainya Jesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, bapa leluhurnya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Ya’kub sampai selama-lamanya dan Kerajaannya tidak akan berkesudahan.”
(Lukas 1:30-33)

“Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
(Lukas 1:34-35)

“…Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
(Lukas 1:37-38)

Dalam pasalnya, Lukas telah menceritakan kepada kita, bahwa disebuah kota bernama Nazareth, Allah telah mengutus seorang malaikat bernama Gabriel (didalam Islam disebut dengan nama Jibril) untuk mengabarkan kepada seorang perawan bernama Maria (didalam Islam dikenal dengan nama Maryam) perihal kelahiran seorang putra yang akan diperanakkan oleh Maria.

Maria dalam hal ini terkejut, betapa dirinya yang seorang perawan, belum memiliki seorang suami bisa melahirkan seorang anak. Namun sang malaikat dengan bijak mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil untuk dilakukan dengan kekuasaan-Nya.

Marilah sekarang kita melihat konteks kelahiran manusia agung ini di Al-Qur’an yang dijabarkan dalam 2 Surah, yaitu Surah Ali Imran dan Surah Maryam.

Kisah yang terdapat dalam surah Maryam (surah ke-19) dimulai pada ayat ke-16 :

“Dan ingatlah Maryam yang tersebut didalam Kitab, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, dan ia mengadakan perlindungan dari mereka, lalu Kami mengirimkan kepadanya Ruh dari Kami, lalu ia menjelma dihadapannya sebagai seorang manusia yang sempurna.”

Ia (Maryam) berkata: ‘Sesungguhnya aku berlindung diri kepada Yang Maha Pemurah darimu, jika engkau adalah seorang yang bertaqwa’; Ia (Jibril) menjawab: ‘Aku ini tidak lain adalah utusan Tuhanmu, untuk memberi kepadamu seorang anak yang suci’; Ia (Maryam) berkata:”Bagaimana aku bisa mempunyai anak, padahal belum pernah seorangpun menyentuhku dan aku bukan seorang penzinah ?” ;

Ia (Jibril) menjawab: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku, karena Kami hendak menjadikannya suatu tanda untuk manusia dan sebagai suatu rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah ditetapkan”. ; Maka ia (Maryam) mengandungnya, lalu ia pergi dengan kandungannya itu kesatu tempat yang jauh.”
(Qs. Maryam 19:16-22)

Dalam Surah Ali Imran (surah ke-3) dimulai pada ayat ke-45 hingga ayat 47:

“Ketika Malaikat berkata:”Wahai Maryam, sesungguhnya Allah mengabarkan kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah daripadaNya, namanya al-Masih, ‘Isa putra Maryam, yang mulia didunia dan akhirat dan seorang dari mereka yang dihampiri. Dan dia akan berbicara kepada manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh”
(Qs. ali Imran 3:45-46)

Ia (Maryam) menjawab: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh manusia ?”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril):”Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.”
(Qs. ali Imran 3:47)

“Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil …”
(QS. Ali Imran 3:49)

Dari ayat-ayat al-Qur’an ini, kita dapati satu keterangan, bahwa sebagaimana juga diceritakan oleh Lukas, seorang perawan bernama Maryam telah dikunjungi oleh seorang malaikat untuk mengabarkan kehendak Allah akan kelahiran seorang anak yang suci (kudus) yang diberi nama al-Masih, ‘Isa putra Maryam yang akan dimuliakan oleh Allah sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada Bani Israel dengan tanda-tanda kenabiannya.