Aku bukanlah orang yang pandai berkata-kata

Aku mungkin dahulu adalah orang yang sejahat kau pikir

Dan kau juga sejahat yang kukira

Tidak!!! Tidak begitu!

Saat rasa cinta muncul, pintu hati kami terbuka

Di hadapanku..dia pria pekerja keras

Di hadapannya..aku selalu di panggil putri

Malam demi malam..

Kami selalu berkirim email..

Aku selalu tak sabar membuka email

Dia pun berkata ‘aku senang omong sama putri..’

Perbedaan bahasa, agama dan budaya tak jadi halangan buat kami

Saat ku lihat utara

Aku tahu dia di sana

Kita satu pulau walau beda kebangsaan

Walau terhalang oleh gunung, hutan dan sungai

Entah apa yang dia pikirkan tentang diriku.

Ku ingat kesalahanku.

Aku membongkar identitasnya.

Sungguh aku tak berniat sampai hati melakukan itu sebelumnya

Tapi karena dia galak padaku

Setelah kejadian itu..aku kenal dirinya

Dia kenal diriku

Mungkin Tuhan tak ingin kami bertengkar

Dan lucu..

Kami bersahabat di awali dari debat

Jay..

Malam ini ku tunggu email dan facebookmu.