Kamis, 21 Jan 2010
Jakarta (voa-islam.com) – Ada beberapa modus terkait dengan bobolnya dana nasabah bank yang sering terjadi belakangan ini. Berdasarkan analisa, ada empat kemungkinan modus operandi di belakangnya yang memungkinkan keterlibatan orang dalam bank.

Pertama, penipuan melalui SMS. Dimana dikatakan penerima SMS menerima hadiah undian dan diminta segera menghubungi pengirim SMS. Pengirim SMS biasanya membawa-bawa nama operator telekomunikasi.

“Meski, dari nomor pengirim ternyata nomor individu yang berasal dari kartu prabayar. Pelaku kejahatan biasanya meminta penerima SMS mengirim sejumlah dana ke pelaku melalui ATM,” demikian analisa pengamat teknologi komunikasi informasi, Heru Sutadi

Kedua, terjadinya duplikasi kartu ATM. Ini bisa terjadi karena adanya ATM yang disisipi alat untuk membaca ATM konsumen dan adanya spy camera di tempat-tempat ATM. Data konsumen kemudian dikloning, dan ATM palsu itulah yang kemudian dipakai untuk menguras uang nasabah.

Ketiga, terjadinya penggunaan kartu kredit orang lain. Dan keempat, pencurian data melalui internet banking.

“Modus ini bisa dilakukan secara individu, kelompok bahkan sindikat terorganisir. Bukan tidak mungkin pula orang dalam terlibat dalam hal pembocoran data nasabah,” tandas Heru

Pembobol Rekening Nasabah Bank Dicurigai Sindikat Mafia

Pembobol rekening nasabah sejumlah bank di Indonesia dicurigai sebagai bagian dari sindikat mafia penipuan perbankan. Sindikat ini juga kerap mengelabui konsumen lewat pesan pendek SMS maupun telepon.

“Antara satu modus dengan modus lainnya bukan tidak mungkin saling terkait,” demikian ujar pengamat teknologi komunikasi informasi, Heru Sutadi.

Menurut analisa dia, sindikat ini melancarkan aksi tipu-tipunya dengan mengiming-imingi hadiah tertentu dari operator telekomunikasi maupun produk-produk konsumen lainnya.

“Masyarakat harus berhati-hati jika mendapat SMS atau telepon seperti itu, apalagi jika cepat-cepat diminta transfer uang untuk pajak undian,” Heru mengingatkan.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota regulator telekomunikasi ini pun meminta pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas pembobolan rekening bank nasabah ini.

“Kasus skimming dan pembobolan rekening bank ini perlu diselidiki kepolisian. Sebab bukan tidak mungkin ini dilakukan mafia besar,” ujarnya.

Heru punya kecurigaan, sindikat mafia ini menggunakan perangkat canggih berbasis teknologi informasi. “Sebab untuk menghubungkan ATM tentu perlu ATM reader dan mempunyai koneksi ke pusat bank,” ia menandaskan. dtk