Bekasi (voa-islam) – Banyaknya LSM asing di lokasi bencana sering kali membawa misi ganda. Di samping memberikan bantuan dan sumbangan untuk korban, mereka juga menjajakan keyakinan kufur. Dan sasarannya tidak lain adalah para korban bencana yang mayoritas beragama Islam.

Upaya memurtadkan ini terjadi di Padang dan sekitarnya pasca gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) yang menggoncang Sumatera Barat. Para misionaris dari LSM asing tersebut berusaha mempengaruhi dan mengajak para korban agar berpindah keyakinan.

Upaya pemurtadan yang dilakukan LSM asing tidak kali ini saja, sebelumnya, pada bencana Aceh dan Yogya, LSM-LSM asing sering berbuat ulah yang sama.

Bukti nyata adanya pemurtadan di Padang, diabadikan dalam sebuah rekaman video. Aksi pemurtadan itu terjadi di Padang Alai. Dan sekarang, rekaman video tersebut sudah berada di tangan Forum Umat Islam (FUI).

Dalam rekaman video itu terlihat aksi pemurtadan yang dilakukan secara terbuka. Sekitar sepuluh orang, di antaranya beberapa bule, bergantian berkhutbah di tengah puluhan masyarakat Muslim Padang Alai.

Mereka berkhutbah dengan menggunakan bahasa Inggris yang diterjemah perkalimat oleh translator mereka, seorang pastor dari Jakarta. Sembari tetap berkhutbah dan memuji-muji Yesus, misionaris asing tersebut membagikan Alkitab kepada masyarakat.

Selesai berkhutbah mereka bernyanyi dengan diiringi petikan gitar. Beberapa anak diajak berdansa berputar ala koboi mengikuti irama. Selain itu, dalam rekaman video berdurasi puluhan menit tersebut, para misionaris membagikan uang yang tersimpan dalam kantong kresek berwarna hitam kepada masyarakat. RP. 10.000 untuk setiap orang dewasa dan Rp. 5000 untuk anak-anak.

Para misionaris membagikan uang yang tersimpan dalam kantong kresek berwarna hitam kepada masyarakat. RP. 10.000 untuk setiap orang dewasa dan Rp. 5000 untuk anak-anak.

Menurut Humas MER-C, Muhammad Mursalin, video itu diperoleh dari seorang pemuda yang berhasil merekam aktivitas mereka melalui telepon genggam. Namun sayangnya aksi pemuda ini dipergoki salah seorang kelompok misionaris tersebut. Mereka meminta kepada pemuda tadi menyerahkan hasil rekamannya. Merasa terancam, pemuda itu melarikan diri.

“Sempat ada aksi kejar-kejaran. Alhamdulillah, pemuda itu berhasil meloloskan diri,” kata Mursalin.

“Sempat ada aksi kejar-kejaran. Alhamdulillah, pemuda itu berhasil meloloskan diri,” kata Mursalin.

Sebagaimana diketahui, Selasa (28/10) lalu, beberapa media telah memberitakan adanya kasus pemurtadan korban gempa bumi di kawasan Patamuan, Desa Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat yang dilakukan LSM asing.

Dugaan kasus pemurtadan di kawasan Patamuan, Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman, tercium pihak Polresta Pariaman. Polresta berhasil menyita 24 buah Injil. Selain itu, juga selebaran dan komik anak-anak dengan judul “Si Bodoh” dan “Bagaimana Caranya Jadi Kaya”, yang diduga disebarkan ke sekolah-sekolah.

Ketiga pelaku pemurtadan itu datang memberikan bantuan uang, bagi orang dewasa Rp10 ribu/orang, anak-anak Rp5.000/orang.

Kasat Reskrim Polresta Pariaman, AKP Hendri Yahya, menyebutkan, pelaku, St dan RG berasal dari California, AS, didampingi translator mereka, Doni, dari Jakarta. (PurWD/

Baca Artikel Terkait:

BANGSA BATAK TOBA KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

INILAH SIFAT BATAK ITU

KEBENCIAN TERHADAP YAHUDI MENINGKAT DRASTIS DI TAHUN 2009

YAHUDI MENGINTAI KORBAN GEMPA PADANG