Rumah-rumah ibadah di Malaysia, mulai dari gereja, masjid dan kuil penganut agama Sikh menjadi target perusakan dalam beberapa minggu belakangan ini. Aksi perusakan itu diduga sebagai aksi saling balas setelah insiden serangan terhadap sejumlah gereja di Negeri Jiran itu, sebagai buntut dari pertikaian soal penggunaan kata “Allah” oleh kaum Kristiani yang diprotes oleh Muslim di Malaysia.

Hari ini, Jumat (29/1), Pengadilan Kuala Lumpur mendakwa tiga orang Muslim dengan tuduhan melakukan serangan ke sebuah gereja protestan pada tanggal 8 Januari lalu. Mereka diancam hukuman penjara maksimum 20 tahun jika terbukti bersalah.

Belum selesai kasus serangan ke gereja, hari Rabu kemarin ditemukan dua kepala babi hutan yang diletakkan di dua masjid di Malaysia. Insiden menimbulkan kekhawatiran warga akan terjadinya ketegangan sektarian di negara multi etnis dan agama itu.

Pejabat pemerintah Malaysia mengecam serangan dan pelecehan ke tempat-tempat ibadah itu karena bisa memicu gesekan antar umat beragama yang ada di Malaysia. Penduduk Malaysia yang berjumlah 28 juta jiwa, 2/3 nya memeluk agama Islam. Selebihnya, terutama dari kalangan etnis Cina dan India memeluk agama Kristen, Hindu dan Budha. (ln/yn)