Pengadilan Kuala Lumpur menolak menyidangkan gugatan mantan suami Manohara, pangeran Fakhry, yang memperkarakan keputusan Muhammad Faris Petra yang mengeluarkan dia dari dewan kesultanan Kelantan.

Hakim pengadilan Kuala Lumpur Mohamad Ariff Md Yusof mengatakan pengadilan bukan tempat atau forum yang cocok membuat keputusan mengenai hak kuasa prerogatif dan pertikaian antara keluarga kesultanan. Jika ada pertikaian sebaiknya diselesaikan sendiri oleh Sultan Kelantan sendiri

Tengku Muhammad Fakhry mengajukan gugatan ke pengadilan Kuala Lumpur 7 Desember 2009. Ia tidak terima keputusan kakaknya selaku pemangku Sultan Kelantan saat Sultan dalam keadaan kritis di rumah sakit, yang mengeluarkan dirinya dalam dewan kesultanan Kelantan.

Pengadilan negeri, menurut Mohd Ariff, tidak punya hak menyidangkan perseteruan antara keluarga kerajaan terkait dengan keputusan sultan. Dengan demikian, keputusan Muhammad Faris yang mengeluarkan adiknya Fakhry dalam dewan kesultanan Kelantan tetap berlaku. (Berita8)