Polewali, Sulbar (voa-islam.com) – Beberapa Pengikut aliran sesat pimpinan Samsuddin, 26,yang mengaku Nabi Khidir itu kemarin bentrok dengan aparat di Dusun Lena Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar).

Mereka menolak diamankan saat petugas gabungan polisi, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja mengepungnya, akhir pekan lalu. Tujuh orang dari 20 pengikut aliran itu berhasil diamankan. Kapolres Polman AKBP I Gusti Ngurahrai menyebutkan, dari tujuh orang pengikut aliran sesat tersebut satu di antaranya adalah perempuan.Perempuan ini merupakan istri dari salah seorang pengikut aliran menyimpang tersebut.

“Dari tujuh pengikut yang ditangkap satu orang wanita, saat ini berada di Mapolres Polman,” ungkapnya kemarin. Suasana tegang dan ricuh mewarnai pengepungan tersebut. Mereka melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam. Aksi kejar-kejaran pun antara aparat dan sejumlah pengikut Samsuddin tidak terhindarkan.

…Hari kiamat sebentar lagi akan terjadi dengan menandakan munculnya nabi yang sekarang sedang berjalan di Mekkah dan Turki yang dinamakannya naga putih atau Syekh Abdul Kadir Mannaf, kata samsudin…

Aparat gabungan pengepungan wilayah hutan tempat persembunyian penyebaran aliran sesat yang merisaukan warga setempat sejak dua bulan terkhir. Seorang pengikut aliran yang mengaku sebagai Nabi Haidir bahkan menantang petugas dengan mengacungkan senjata tajam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam penangkapan itu. Sebelumnya, aparat kepolisian setempat telah menangkap tiga orang pengikut aliran sesat tersebut, salah satunya adalah Samsuddin di Desa Mirring Kecamatan Binuang Polman.

Saat itu, polisi juga mengamankan Pua Mia yang dikethui sebagai wakil Samsuddin dan tiga pengikut lainnya saat hendak melarikan diri. Menurut warga sekitar,penganut aliran yang diduga sesat itu melakukan salat hanya satu kali saja dengan menghadap ke Selatan. Anehnya lagi, mereka melakukan salat di dalam air tanpa menggunakan pakaian atau telanjang.

Selama ini aliran sesat yang dipimpin Samsuddin itu juga mewajibkan kepada seluruh pengikutnya untuk membayar uang sebesar Rp4 juta dengan iming-iming akan masuk surga dan terhindar dari setiap mala petaka.

Samsuddin yang mengaku sebagai pimpinan aliran sesat itu saat digelandang aparat kepolisian beserta pengikut aliran lainnya mengatakan,dirinya merupakan Nabi Haidir yang diberikan wahyu untuk mengajak warga agar mengikuti ajarannya agar dapat masuk surga.

Dia mengatakan, hari kiamat sebentar lagi akan terjadi dengan menandakan munculnya nabi yang sekarang sedang berjalan di Mekkah dan Turki yang dinamakannya naga putih atau Syekh Abdul Kadir Mannaf.

Selain mengamankan tersangka, aparat kepolisian juga menyita seluruh barang bukti yang ditemukan di gubuk milik penyebar aliran itu, barang bukti tersebut berupa buku- buku,alat salat,dan jenis batu batuan yang diduga sering kali digunakan para jemaah itu dalam melakukan kegiatan menyimpangnya.

Keberadaan para pengikut Samsuddin juga meresahkan warga sekitar. Mereka sering menganggu warga yang mereka temui. Informasi yang dihimpun, Samsuddin merupakan warga dari Kabupaten Pinrang yang sengaja datang ke daerah tersebut untuk membawa ajaran tersebut. Hingga kini,aparat kepolisian beserta pemerintah Polewali Mandar (Polman) masih terus melakukan pencarian terhadap para pengikut lainnya yang belum tertangkap.

Diperkirakan jumlah pengikut yang belum tertangkap lebih 10 orang. Kapolres Polman I Gusti memerkirakan pengikut yang lain telah berbaur dengan masyarakat setempat hingga ke kota agar tidak dikenali.

Dia menyebutkan, pihaknya berkonsultasi dengan pemkab setempat yakni Departemen Agama agar dapat memanggil para pengikut aliran sesat tersebut. “Jadi, kami akan bekerjasama dengan pemkab dalam hal ini Depag untuk menghadirkan mereka untuk disadarkan,” tandas Kapolres yang belum lama menjabat di Polman ini. (Ibnudzar/sindo)