Senin, 18 Jan 2010
Riyadh (Vo-Islam.com) – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak mengatakan upaya pembakaran dan vandalisme di gereja-gereja di Malaysia adalah “penyimpangan kecil” yang tidak mencerminkan perasaan sebagian besar umat Islam Malaysia.

Dalam sebuah wawancara yang di lakukannoleh surat kabar Okaz dan diterbitkan kemarin, ia berkata: “Ini adalah penyimpangan kecil. Persatuan nasional dan saling menghormati antara berbagai ras dan komunitas keagamaan di Malaysia telah menjadi landasan Malaysia untuk waktu yang lama.”

“Ini tidak boleh dilihat sebagai upaya menyrluruh oleh komunitas Muslim yang lebih besar untuk menyerang gereja-gereja di Malaysia,” katanya.

Beberapa gereja-gereja terkena aksi vandalised setelah Pengadilan Tinggi pada 31 Desember memutuskan bahwa mingguan Katolik, Herald, dapat menggunakan kata “Allah”.

Saya ingin menjelaskan bahwa hanya satu gereja dibakar dan itupun hanya bagian administrasi yang dibakar

“Saya ingin menjelaskan bahwa hanya satu gereja dibakar dan itupun hanya bagian administrasi yang dibakar,” Najib mengatakan kepada surat kabar Saudi.

“Yang lain merupakan insiden kecil, yang tidak benar-benar terbakar sama sekali.

“Dan dalam beberapa kasus, berbagai objek dilaporkan dilempar ke dalam beberapa gereja.”

Najib juga mempertanyakan travel advisory Amerika Serikat di Malaysia yang memperingatkan kemungkinan serangan terhadap orang asing.

“Saya cukup terkejut mereka mengeluarkan travel advisory. Kami tidak memiliki informasi yang kredibel mengenai ancaman yang dirasakan,” katanya.

Sebelumnya pada hari Jumat, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan nasihat perjalanan bagi warga Amerika Serikat untuk “mempertimbangkan risiko yang terkait dengan perjalanan ke timur Sabah karena ancaman dari kelompok kriminal dan teroris”. (nst)