Pada zaman dahulu hiduplah seorang pria yang gemar berganti nama dan agama, hingga orang-orang pun bingung di buatnya. Saat bertemu blog yang penulisnya muslim, maka pria ini mengaku bernama Wawansyah yang kemudian di beri gelar oleh pendengarnya dengan nama Wawan Syiah. Tapi saat bertemu blog yang penulisnya Kristen maka dia mengaku sebagai Fery lalu di juluki sebagai Fery Kristus.

Alkisah, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, pria ini terus menjalankan dakwahnya untuk tidak membatalkan hukum Al-Qur’an melainkan menggenapinya, namun para pemuka agama Islam dan ustad terus menolak ajaran Wawan alias Fery ini. Pria ini memiliki kepribadian ganda, pada hari Jum’at maka dia pergi ke Masjid namun pada hari Minggu dia pergi ke gereja.

Hingga akhirnya, karena dakwahnya selalu tidak pernah diterima umat Islam maka dia merasa umat Islam telah melakukan dosa besar. Dan pada suatu hari, Yesus Kristus berkata ‘Wahai dombaku Fery, ikutlah Aku Sang Juru Selamatmu. Haleluya’

Karena telah mendapat petunjuk terang dari Yesus Kristus, maka Fery alias Wawansyah memutuskan untuk disalib. Namun saat penyaliban Fery berteriak menahan sakit sambil berkata “Wawan Wawan lama sabakhtani”.

Keesokan harinya tersiarlah kabar bahwa Fery telah rela dirinya di salib demi menebus dosa-dosa para pemuka agama Islam dan ustadz.

*Note:
Cerita ini adalah fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama, tokoh, tempat dan kejadian, ini hanyalah kebetulan semata.