Tag

, , ,

JAKARTA (voa-islam.com) – Partai Keadilan Sejahtera semakin mengokohkan diri sebagai partai terbuka di Musyawarah Nasional yang digelar di Jakarta, 16-20 Juni 2010 lalu. Dengan semboyan “PKS untuk Semua,” partai ini mendeklarasikan siap menerima siapapun warga negara Indonesia termasuk anggota dari kelompok nonmuslim. Bahkan PKS siap menampung pasangan artis Luna Maya dan Nazriel Irham alias Ariel “Peterpan” yang sedang diguncang skandal video mesum.

Demikian dikemukakan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin di sela-sela Musyawarah Nasional ke-2 PKS di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD Jakarta, Ahad, (20/6/2010).

“Kami tidak masalah dengan Ariel dan Luna. Siapapun kalau sudah selesai proses hukumnya silakan (bergabung), tapi biarkan proses hukumnya berjalan, baru kita komentar,” kata Hilmi menjawab pertanyaan wartawan.

Hilmi tidak ingin berkomentar panjang mengenai kasus video mesum mirip Luna Maya dan Ariel Peterpan tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada para penegak hukum.

“Biarkan penegak hukum yang berbicara. Saya bukan penegak hukum,” imbuhnya.  Kalau mereka ingin bergabung bagaimana? “Kita lihatlah, kita buka untuk semua, tapi harus memenuhi persyaratan. Kalau sedang proses hukum selesaikan hingga clear,” tutupnya.

Hilmi menegaskan, PKS adalah partai dakwah yang berkomitmen membina integritas pribadi. “Kalau Ariel memenuhi secara integritas pribadi, PKS tak melihat dia seniman atau bukan,” kata Hilmi.

…PKS bukanlah partai malaikat. Manusia tentu ada kesalahan. Ada kesalahan, ada mekanisme memperbaiki, mengingatkan amar maruf nahi mungkar…

Hilmi menyatakan, PKS bukanlah partai malaikat. “Manusia tentu ada kesalahan,” ujar Hilmi. “Ada kesalahan, ada mekanisme memperbaiki, mengingatkan amar maruf nahi mungkar,” kata Hilmi.

Pernyataan petinggi PKS terhadap Ariel dan Luna Maya ini berbeda dengan sikap tegas para ulama.

Diberitakan voa-islam.com sebelumnya, bahwa para ulama geram dengan peredaran video zina yang diduga dilakukan oleh artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, karena terbukti menyuburkan kejahatan moral dan seksual anak bangsa. Di Surabaya, usai menonton video adegan mesum ‘Ariel,’ dua orang pelajar SD dan SMP ramai-ramai mencabuli siswi SD.

Maraknya akibat pengaruh video membuat geram ulama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh dan Bogor menuntut ketiga artis pelaku video zina itu dihukum rajam. Tak hanya hukuman rajam, para ulama dari berbagai daerah di tanah air juga menuntut agar pelaku video zina tersebut diboikot dan dicekal. [taz/dbs]