Blitar – Sang pemilik ular berkepala manusia yaitu Zamroji (55), asal Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Blitar akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian. Pasalnya barang yang dipamerkan pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu palsu alias aspal.

“Zamroji resmi kita tahan,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Edi Herwiyanto kepada detiksurabaya.com di mapolres, Rabu (16/6/2010).

Barang itu didapat Zamroji dari seseorang bernama Cipto asal Malang. Pengakuan Zamroji, barang itu dititipkan Cipto kepada dirinya. “Barang itu palsu dan didapat dari Malang,” ungkapnya.

Menurut Edi, badan ular itu asli karena sebelumnya sudah direndam dengan air keras. Sedangkan kepala ular yang berbentuk wanita dengan rambut panjang itu buatan tangan manusia sendiri. Kepala buatan itu kemudian direkatkan dengan lem. “Badannya asli ular tapi kepalanya palsu,” tuturnya.

Zamroji kata Edi mempunyai inisiatif sendiri untuk memamerkan benda yang sampai sekarang masih diperdebatkan antara ada atau hanya legenda. Zamroji kemudian memamerkan ke khalayak ramai dengan modus wangsit atau mendapat petunjuk dari mimpi.

“Atas inisiatif sendiri. Memang dipajang supaya dapat keuntungan,” tandasnya.

Zamroji resmi ditahan sejak Selasa (15/6/2010) setelah diperiksa polisi secara maraton. Bahkan polisi sempat meminta keterangan 10 orang tetangga Zamroji untuk menguji keaslian benda yang membuat masyarakat heboh itu. Zamroji dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Zamroji sebelumnya mengaku menemukan benda itu di sawah miliknya. Kala itu Zamroji mengatakan kalau sebelumnya dia mendapat mimpi didatangi seorang perempuan cantik.

Benda yang mengundang kehebohan itu mempunyai tinggi 10 cm dengan badan yang melingkar. Rambut yang ada di kepala wanita bertubuh ular itu sepanjang 8-10 cm dengan kuku tangan sepanjang 3 cm dan di mulutnya terlihat taring.

(wln/wln)