Tag

,

INILAH.COM, Jakarta- Jika sebuah asteroid raksasa meluncur ke arah bumi dan bisa memusnahkan seluruh kehidupan planet, apakah bom nukir bisa menyelamatkan kita?.

Pada kenyataannya, hancurnya bumi karena asteroid sangat mungkin terjadi mengingat ilmuwan terus mempelajari benda langit itu, dan mencari solusi agar tidak berdampak buruk bagi manusia.

Batuan angkasa yang keluar jalur tetap jadi ancaman yang pasti bagi bumi dalam jangka waktu dekat, ujar para ilmuwan.

Di lain pihak, meledakkan asteroid berisiko menciptakan puing-puing yang mengkhawatirkan di kemudian hari, ujar para ilmuwan.

Jika sebuah asteroid diperkirakan bertabrakan dengan bumi dalam 50 tahun mendatang maka penggunaan bahan peledak nuklir untuk mengalihkan atau menghancurkan batuan ini bisa jadi alternatif terbaik, ujar David Dearborn, fisikawan di Lawrence Livermore National Laboratory, Livermore, California

“Bom nuklir adalah bom terkuat yang kita tahu,” kata Dearborn, yang membahas masalah itu bulan lalu pada pertemuan American Astronomical Society ke 216 di Miami, Florida.

“Ini sekitar 3 juta kali lebih efisien daripada bom kimia. Pertanyaannya adalah bagaimana (kita) menggunakan energi itu.”

Dearborn berpendapat bahwa bahan peledak nuklir kuat dapat digunakan untuk mengubah orbit asteroid yang sedang menuju bumi sehingga dapat keluar jalur planet kita, dan menghindari dampak yang berpotensi merugikan.

Pilihan nuklir adalah yang paling efektif dalam situasi di mana hanya ada peringatan dalam beberapa tahun, kata David Morrison Direktur Lunar Science Institute NASA serta ilmuwan senior Astrobiology di Ames Research Center NASA di Moffett Field California, yang telah melakukan penelitian ekstensif tentang dampak bahaya asteroid dan komet.

“Jika kita mendapati asteroid yang sangat besar dan kita tidak memiliki kesempatan dalam jangka waktu beberapa tahun, (maka) nuklir mungkin merupakan hal yang bisa kita lakukan,” kata Morrison kepada SPACE.com.

“Jika memiliki waktu 10 hingga 20 tahun untuk memberikan pengatakan, mungkin kami tidak akan menggunakan nuklir.”

Dalam beberapa kasus, para ilmuwan bisa memilih untuk menangani asteroid dengan roket balistik. Tapi pada saat ini, kemungkinan ada sedikit perbedaan dalam hal akurasi kedua metode, baik nuklir dan balistik, kata Morrison.

Tapi jika menggunakan roket balistik untuk mengatasi asteroid dapat diuji, kemungkinan bahwa teknik ini bisa lebih tepat.

“Kalau kita menguji dampak balistik, maka kita dapat membuatnya lebih akurat daripada senjata nuklir,” katanya.

“Salah satu masalah dengan alternatif nuklir adalah bahwa saya tidak berpikir siapa yang akan memperbolehkan kita melakukan tes,” jelas Morrison.

“Saya pikir itu akan membangkitkan oposisi secara besar-besaran dari masyarakat, karena orang sangat menolak nuklir.”[ito]