Image

Daniel Streich adalah seorang politikus terkenal anggota partai Swiss Peoples Party (SVP). Dia merupakan orang pertama yang meluncurkan rancangan UU larangan pembangunan menara masjid di Swiss, mempropagandakan gerakan anti Islam secara luas di dalam negeri, menabur benih kebencian dan kemarahan terhadap Islam dikalangan masyarakat, serta membentuk opini publik untuk menentang pembangunan mimbar dan menara masjid. Peran dan kedudukannya selaku Presiden SVP Gruyeres (2003-2007) dan gagasan anti menaranya telah melambungkan nama Streich di dunia politik. Berkat popularitas politiknya ia berhasil mendapatkan jabatan sebagai instruktur militer Swiss.

Lahir dalam keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif mengenai Islam hanya untuk memfitnah dan menentangnya. Namun, tiba-tiba saja di tahun 2009 Streich mengumumkan bahwa dirinya telah memeluk agama Islam! Pengakuan Streichs menyangkut keIslamannya tersebut menimbulkan gonjang-ganjing dunia politik Swiss dan menimbulkan goncangan pada mereka yang mendukung larangan pembangungan menara masjid. Sulit dipercaya bahwa Streich kini telah menjadi seorang pasukan Islam.

Abdul Majeed Aldai, presiden OPI, sebuah NGO yang bekerja untuk kebaikan umat Islam, mengatakan bahwa orang-orang Eropa pada umumnya memiliki keinginan besar untuk mengenal Islam. Sebagian dari mereka ingin mengetahui tentang hubungan antara Islam dan terorisme sebagaimana halnya Streich. Dalam konfrontasinya, Streich mempelajari Quran untuk menemukan celah guna bisa bersikap lebih keras terhadap Islam, tetapi hasilnya justru adalah sebaliknya.

Pemikiran anti-Islamnya justru telah membawanya kepada agama ini dan membuatnya merasa begitu malu atas perbuatan sebelumnya sehingga ia berhasrat untuk membangun masjid Eropa yang terindah di Switzerland. Saat ini hanya ada empat buah masjid di seantero Swiss dan Streich ingin membangun yang kelima. Dia hendak meminta ampun atas dosa-dosanya menabur benih kebencian terhadap Islam. Dia terus bergerak kearah yang berlawanan dengan masa lalunya, yaitu mempromosi toleransi beragama dan hidup dalam keadaan damai didalam Islam, terlebih UU pelarangan terhadap pembangunan menara masjid terlanjur telah dikukuhkan secara sah.

 Aldai menambahkan,”Baru-baru ini pemerintah Switzerland kembali melakukan voting mengenai larangan pembangunan menara masjid yang sebelumnya telah mendapat kepastian hukum. Meskipun mayoritas masih mendukung pelarangan pembangunan menara masjid di Switzerland, namun sebanyak 42,5% suara rakyat menyatakan setuju terhadap pembangunan menara masjid jauh diatas jumlah warga Muslim yang hanya 6% dari seluruh penduduk Swiss. Para analis meyakini adanya larangan terhadap pembangunan menara dan ibadah islami telah menyebabkan masyarakat Switzerland justru makin tertarik kepada Islam.

Daniel Streich sebelumnya memeluk agama protestan, kemudian  beralih menjadi Katholik. Dia rajin membaca Injil dan sering pula ke gereja. Kini dia membaca Quran dan menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Dia juga membatalkan keanggotaannya dari partainya seiring pengumuman terbuka bahwa dirinya telah memeluk Islam. Streich mengatakan bahwa dia menemukan kebenaran lewat Islam yang tidak ditemuinya dalam Kristen. Ajaran Islam meninggalkan kesan mendalam pada dirinya. Streich mengistilahkan aktivitas-aktivitas SVP terhadap Islam adalah kerja setan.

Pihak Militer Swiss sempat khawatir Streich yang dulunya pernah menjadi pelatih militer akan membeberkan rahasia-rahasia tentara kepada umat Islam. Seorang anggota SVP National Council mengatakan bahwa Streich yang pernah menjadi pelatih di militer bisa menjadi seorang yang berbahaya. Namun kekhawatiran itu ditepis oleh jurubicara militer Swiss yang mengatakan bahwa performance tentara lebih menentukan terlepas dari siapa yang melatihnya.

Bagaimanapun juga, Daniel Streich kini terus bekerja mempromosikan Islam dan ajarannya di Switzerland. Undang-undang negaranya boleh saja melarang pembangunan menara masjid, tetapi tidak berarti mampu menghambat pembangunan akal dan hati mereka yang sungguh-sungguh mencari tuhannya yang sejati, Tuhan Semesta Alam.