Vatican

TEMPO.CO, Vatikan – Dalam dua tahun terakhir, Vatikan telah mencopot jubah, atau defrocked, hampir 400 pastor. Mereka yang dicabut jubahnya diduga telah melakukan penganiayaan dan pelecehan terhadap anak-anak.
Penghapusan ratusan nama imam Katolik ini terjadi selama periode 2011-2012 atau masa kepemimpinan Paus Benediktus XVI “Dan ini kali pertama Vatikan mengungkapkan jumlah pastor yang dicabut jubahnya,” tulis Mail Online, Jumat, 17 Januari 2014.
Vatikan menyusun dokumen ini sebagai bekal Tahta Suci menghadapi Komite Persatuan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, pekan ini. Duta Besar Vatikan untuk PBB di Jenewa, Uskup Agung Silvano Tomasi, menyatakan hanya statistik itu yang memberatkan di depan Komite Hak Asasi Manusia PBB. “Sebab selama delapan jam ia harus menerima kritikan dan pertanyaan seputar data itu,” tulis Mail Online.

Jumlah pastor yang diambil jubahnya ini meningkat tajam dari tahun 2009. Ketika itu, sekitar 171 imam yang dipecat dengan tuduhan serupa. Selama ini, Gereja Katolik hanya menyatakan telah menerima sejumlah laporan kasus dugaan pelecehan seksual. Dan berdasarkan tradisi Vatikan, pelanggaran hukum yang dilakukan para imam hanya ditangani secara internal. Tanpa keterlibatan polisi. Sementara korban diminta untuk tenang.
“Hukuman maksimum seorang pendeta: kehilangan pekerjaannya, diambil jubahnya, atau dihapus dari status klerus,” tulis Mail Online. “Tidak ada hukuman penjara atau cara untuk mencegah pelaku mengulangi pelecehan seksual, lagi.”

(http://id.berita.yahoo.com/foto/vatikan-cabut-400-gelar-kepastoran-foto-034021265.html)